
Raka berjalan membawa Nadia mengarahkan ketempat tidur nya tanpa melepaskan tautan bibir mereka, perlaham Raka membaring kan Nadia di tempat tidur nya. Kini keadaan nya Nadia di bawah dan Raka di bawah.
Perlahan namun pasti semakin panas dan menuntut, lu ma tan bi bir Nadia dan Raka semakin dalam, membuat tubuh Nadia dan Raka menjadi berasa panas. Raka melepaskan tautan bi bir nya karna ia merasa Nadia sudah.mulai kehabisan oksigen nya.
Nadia terengah-engah sembari mengatur nafas, mata nya pun tak.lepas memandang mata Raka.yang di penuhi kabut gairah, begitu pun juga dengan Raka, ia memandang mata Nadia, tangan nya membelai lembut pipi Nadia, dan ci um an bibir yang panas dan semakin menuntut di ulang lagi.
"Mmmmppphhh" Nadia men de sah, karna ulah tangan Raka yang memain kan gunung kembar nya Nadia yang berisi dan kenyal bagi Raka. Ntah sejak kapan tangan nakal Raka itu sudah masuk saja tanpa permesi kedalam kaos nya Nadia.
"Mmmmpphh.... Ssssstttt...." Suara indah Nadia keluar lagi sembari me re mas pelan rambut Raka, karna ulah Raka yang memain kan choco chips gunung kembar nnya Nadia yang bewarna pink itu, tidak ketinggalan Raka meninggal jejak stempel warna keunguan di daerah gunung kembar nya Nadia.
Nadia yang sudah terbuai dengan sentuhan - sentuhan Raka, ia pun menerima begitu saja yang Raka perbuat tanpa penolakan. Raka bak bayi yang sangat kehausan me ng i sap choco chips nya Nadia begitu kuat sambil me re mas re mas gunung kembar nya Nadia.
"Mmmmmpphh.... Agghhhhhh...sssssttt.. Raka.". Nadia mengeluar kan suara indah nya lagi, kini tangan Raka sudah didalam balik segitiga pengaman nya Nadia.
Perlahan Raka membelai lembut aset berharga nya Nadia itu, dan dua jari Raka ia masukan di lobang goa nya Nadia, ia merasakan goa nya Nadia sudah mulah basah, di gerakan nya keluar masuk pelan pelan.
"Aaggghhhh Rakaaa " Nadia tidak mampu berkata apa apa lagi, ia merasakan sensasi begitu nik mat nya .
"Mmmpppphhhhh" bibir Nadia di bungkam Raka, sambil tetap memain kan jari nya keluar masuk di goa nya Nadia.
"Sayang, aku cinta sama kamu," Raka beucap di sela sela aktivitas mereka di.balas Nadia dengam senyuman dan belaian lembut di rahang nya Raka.
"boleh lanjut sayang, kamu gak marah yang?" Tanya Raka ,ia berhati hati karna takut Nadia marah, tidak ada jawaban dari Nadia dan itu di arti kan Raka sebagai jawaban iya dari Nadia. Nadia yang sudah terbuai dengan rasa nik mat yang di beri Raka tidak bisa berpikir jernih saat ini.
__ADS_1
Setelah beberepa saat mereka melakukan pergulatan sumo yang panas dan semakin menuntut, sebelum Raka menjatuhkan wajah nya di.permukaan goa nya Nadia.
#tok.. Tok... Tok ..
"Tuan muda, masakan nya sudah siap, apakah tuan muda di dalam?" Suara bu inem memberhentikan aktifitas pergulatan sumo antara Nadia dan Raka. Mereka pun beranjak dari tempar tidur Raka sembari merapikan pakaian masing-masing.
Raka berjalan kearah pintu, membuka pintu kamar nya. " iya Bi makasih Bi, bentar lagi saya kebawah, Bibi lanjutin aja yang lain, biar nanti Nadia dan teman-teman nya aja nyiapin makan nya!"
Nadia dan Raka berjalan menuju ketempat sahabat sahabat Nadia. "Yuk guys makan !" Ajak Nadia kepada sahabat-sahabat nya.
"Lama banget sih loe Nad masaknya? Cacing di perut kita kita udah.pada demo " tanya Ani sambil begerutu sembari beranjak berdiri menuju keruang makan di ikuti Putry dan Ani.
Sesampai diruang makan mereka pun mengambil posisi duduk nya masing masing. Mereka makan dengan di temani canda tawa dan saling mengoda. Tidak membutuh kan waktu lama makanan pun habis.
"Jorok banget sih elo Ni " Putry geleng geleng kepala, Ani meringis sambil cengengesan karna kepala nya yang juga dapat jitakan dari Dina.
Seusai makan siang Nadia dan 3 sahabat nya tidak langsung pulang, mereka bermain main sebentar dirumah nya Raka.
"Ka, elo gak kesepian apa kalo sendirian kaya gini? Cuman di temani Bi Inem" tanya Ani pada Raka.
"Udah biasa gua di tinggal nyokap sama bokap gua, jadi ya biasa aja, dari kecil malah" jelas Raka.
"Ya udah mumpung ada kita kita hari ini dirumah elo, jadi kita temenin elo deh main.by the way baswey gimana kalo kita main ps? " seru Dina.
__ADS_1
"Boleh juga" Putry, Ani langsung mengambil posisi duduk dan mengambil stick ps.
"Ya kalee gak usah rebutan kaya bocil aja" Raka menggelengkan kepala meliahat kelakuan Abstrud teman-teman nya itu.
Raka dan Nadia hanya jadi penonton, duduk di kursi menonton Ani, Putry, Dina main ps, yang heboh nya udah kaya di pasar. Raka menggenggam tangan Nadia, sesekali ia men ci um singkat bi bir Nadia.
"Cih, pamer ni ye cerita nya sama kita kita, gak usah pamer kemesraan deh, ya kale kita jomblo kan kasian" cibir Ani melempar bantal sopa ke Raka. Raka dan Nadia ketawa.
"Ya udah lanjut aja kalian main nya! gua mau ajak Nadia keliling rumah dulu, kan tidak lama lagi jadi Nyonya Ardian, biar gak bingung nanti kalo dirumah, karna sudah keliling rumah" Raka melirik Nadia sambil manaik turun kan alis nya. Auto muka Nadia merah tersipu.
"Ck.. Huusss sudah sana kalian pergi, ganggu main aja" Usir Putry
"Ok, anggap aja seperti rumah kalian sendiri" Raka berdiri menarik tangan Nadia.
"Mau kemana Ka?" Tanya Nadia.
Raka hanya menjawab dengan senyuman, senyuman yang aneh bagi Nadia. Raka terus bejalan tanpa melepas genggaman tangan nya dengan Nadia. Dan akhir nya Raka berhenti di tempat tujuan.
"Ka, ini ?"
"Mmmmmmmppppphhhhh"
~bersambung~
__ADS_1
Jangan.lupa kasih LIKE,VOTE,KOMEN nya ya guys,, biar tambah semangat author nya