Beautiful Sin

Beautiful Sin
menemui daddy Raka


__ADS_3

Ian menarik nafas sejenak setelah itu di hembuskan nya pelan, di liriknya sebentar adik tersayang yang ada di samping nya itu yang terlihat sangat gelisah.


"Perkenalakan nama saya I"  belum sempat Ian selesai memperkenalkan diri nya sudah terpotong.


"Ian wijaya , dan kamu pasti Nadia wijaya?" Tabak tuan Ardian alias daddy Raka.


"Hhhmmm " Ian mengangguk.


"Sekerang jelaskan maksud kedatangan kalian kesini" ucap daddy Raka angkuh, Ian mengepal kan tangan yang berada di bawah meja, ia  menahan emosi nya atas sikap angkuh nya daddy nya Raka itu.


"Ok sekarang langsung saja keintinya karna saya rasa anda tidak suka.basa basi dan pasti nya sibuk" Ian berucap sembari menyodorkan sebuah amplok kertas kepada tuan Ardian alias daddy Raka.


"Buka lah!" Pinta Ian.


Tuan Ardian pun mengambil dan membuka, tuan Ardian menautkan kedua alisnya, setelah membacanya tuan Ardian ketawa sinis.


"Apa maksud kamu adik kamu hamil?" tanya daddy Raka.


"Ya Nadia.adik saya saat ini hamil" ucap Ian menahan keseal.


"Apa.kalian pikir perusahaan besar saya ini adalah open donasi buat ibu hamil yang minim ekonimo" ucap daddy Raka tegas sekaligur menghina, Ian mengepal tangan nya menahan emosi nya.


"orang seperti seperti kalian ini sudah bisa di tebak ujung ujung nya nanti pasti akan duit" daddy Raka memberi secari cek dengan nominal yang begitu besar.


"bre ng sek!" Ian menggeprak meja dengan keras hingga menimbulkan suara yang begitu keras.


"apa anda menilai kami serendah itu tuan " Ian mengambil cek kemudian di sobek sobek nya kertas cek itu di depan daddy nya Raka.


"tuan saya kesini meminta pertanggung jawaban Raka, dan ingin menanyakan keberadaan Raka" geram Ian menarik kerah baju daddy Raka.

__ADS_1


"cih lepaskan tangan kotor mu ini" daddy Raka menepis tangan Ian.


"dan satu lagi jangan harap untuk kalian bertemu dengan Raka, karna Raka sudah tidak berada di Indonesia dan sebentar lagi akan menikah"


Nadia menangis dalam diam mendengan semua perkataan daddy nya Raka. " ayo ka kita pulang!" ajak Nadia kepada Ian.


"dasar orang tua sin ti ng, heh ingat semua yang anda miliki saat ini hanya lah titipan dari sang pencipta, cih kaya harta namun sangat miskin dengan hati" Ian berludah di hadapan daddy Raka.


"ba ji ng an, berani nya kamu!" hardik daddy Raka.


Ian dan Nadia berjalan keluar ruangan daddy nya Raka. Nadia menangis pilu, Ian melihat adik kesayangan menangis pilu hati nya juga merasakan sakit yang teramat dalam.


***


Di dalam mobil Nadia masih saja menangis, mata nya sudah terlihat bengkak karna terlalu banya menangis.


"Sssstt jangan seperti ini dong, gua jadi ikutan sakit liat elo kaya gini" Ian membelai lembut kepala adik kesayangan nya itu.


Ian menghapus air mata sang adik yang jatuh di pipi mulus nya dengan jarinya. "Sudah jangan menangis terus, kita tidak bisa pulang dengan keadaan seperti ini kan, dengan muka kamu seperti ini hhhm" ucap Ian lembut.


"Bagaimana kalo.kita jalan jalan dulu nenangin pikiran, bagaimana pun juga ingat Nad, di dalam sana ada nyawa yang harus loe jaga, bagaimana pun nanti ingat gua selalu ada buat adik kesayangan gua yang bodoh ini" Ian mentoel toel pipi nya Nadia.


Nadia tersenyum "makasih ka, loe selalu ada buat gua" Nadia memeluk sang kaka.


"Rapiin dulu tu muka loe, malu kalo jalan di liat orang, ntar di kirain gua kdrt lagi"


"Iya bawel" Nadia membersihkan wajah nya dengan tisu. Kemudian mobil Ian melaju membelah ibu kota.


Puas sudah acara jalan jalan nya, Ian memutuskan untuk pulang kerumah, Ian tidak mau Nadia nanti nya kelelahan.

__ADS_1


"Asalamuallaikum Mah" seperti biasa Nadia memasang wajag ceria ia mengucapkan salam.


"Walaikumsallam, anak anak mamah sudah pada pulang?"


Ian dan Nadia bergantian mencium punggung tangan sang mamah kemudian bergantian mencium pipi kiri dan kanan sang mamah.


"Ayo kita makan dulu!" Ajak mamah Ros.


"Ntar dulu mah Nadia mau kekamar dulu" sebenar nya Nadia merasakan badan nya begitu lemas dari tadi, namun Ian tidak mau terlihat dan tidak mau Ian cemas dengan diri nya.


"Sayang kok wajah kamu agak pucat, apa.kamu masih sakit?" Mamah Ros berjalan mendekat Nadia.


"Enggak mah, mungkin Nadia kecapean jalan jalan sama anak mamah si babang tampan" elak Nadia.


"Beneran kamu gak kenapa napa?" Tanya mamah Ros lagi memastikan.


"I-iya mah, Nad g-g" belum selesai Nadia berbicara badan nya sudah terjatuh dan terguling di tangga, untung nya Nadia tadi baru menaiki beberapa anak tangga jadi tidak sampai terguling parah.


"NADIAAA !!" Ian dan Mamah Ros berteriak kaget, Ian langsung menangkap badan Nadia yang terguling dari anak tangga, di lihat nya dari pangkal paha sang adik.mengeluarkan darah.


"D-darahhh" mamah Ros syok, seketika Ia sadar. "Cepatan Ian bawa Nadia kerumah sakit!" Ucap mamah Ros panik.


Ian langsung menggendong Nadia menuju mobil nya, di letakan nya di kursi penumpang dengan mamah Ros yang menjaga di belakang, Ian dengan cepat mengemudikan mobil nya menujur rumah sakit .


Sesampai nya di rumah sakit Nadia langsung di sambut dokter dan suster.


bersambung


💖💖KASIH LIKE , VOTE, KOMEN NYA PARA READERS TERCINTA💖💖

__ADS_1


💝💝TERIMAKASIH BANYAK YANG SUDAH KASIH LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA💝💝


💗💗SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR💗💗


__ADS_2