
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπ₯°π₯°π
~~πππ~
Raka terkekeh pelan mendengar Nadia mengomel. "kan ada aku memeluk kamu dengan hangat jadi kamu gak bakalan masuk sakit masuk angin honey" goda Raka yang duduk di sofa melihat Nadia mengambil baju nya.
"ch bodo... terserah lo lah mau ngomong apa" ketus Nadia yang merasa kesal pada Raka.
Raka tertawa melihat Nadia kesal dan ini salah satu hobi nya dari dulu membuat Nadia kesal, tanpa Raka dan Nadia ketahui saat mereka tadi berpelukan lebih tepat nya saat Raka memeluk Nadia dengan hanya mengguna kan handuk dr Firman yang saat itu ingin masuk namun saat ia membuka sedikit pintu kamar rawat Nanda mata nya melihat adegan Raka memluk Nadia dan dengan perasaan tak karuan dr Firman menutup pintu dan pergi dari kamar rawat Nanda.
"dari pada marah marah mending kita sarapan dulu" ajak Raka pada Nadia.
"ogah, sarapan aja kamu sendiri" jawab Nadia ketus, ia juga sebenarnya tidak enak hati dengan dr Firman kalo Raka ada disana.
"tidak ada penolakan!ini aku udah bawain sarapan buat kita," kata Raka pada Nadia sembari menunjuk kearah beberapa bungkus makanan buat sarapan nya bersama Nadia..
"lagian rezeki gak boleh di tolak apa lagi rezeki di pagi hari" tambah Raka mengambil dan meletakan sarapan mereka berdua di meja.
Nadia mau tak mau terpakasa meiya kan permintaan Raka untuk sarapan berdua agar laki laki itu diam dan cepat pergi dari situ, Nadia dan Raka makan tanpa suara, sesekali Raka melirik Nadia yang sedang makan begitu juga dengan Nadia yang diam diam memandang Raka hingga akhirnya mata mereka saling bertemu dan itu membuat Nadia menjadi salah tingkah.
"kenapa? ada apa honey kamu merindukan wajah tampan ku.hhmmm" goda Raka pada Nadia membuat pipi Nadia memerah karena sudah ketangkap basah.
"ch narsis" cibir Nadia. "siapa juga yang liatin kamu tadi cuman kebetulan aja" kata Nadia salah tingkah.
"benarkah honey? tapi aku merasa dari tadi seperti ada seseorang yang memperhatikan ku diam diam sambil makan" goda Raka lagi.
"up to you!" jawab Nadia memutar bola mata nya malas.
__ADS_1
Raka terkekeh lagi pagi ini karena Nadia. "aku makin yakin kalo kamu masih mencintai ku sama seperti aku yang masih tetap mencintai kamu" kata Raka.
Nadia diam tidak membalas ucapan Raka lagi karena saat ini Nadia sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri yaitu ia memikirkan masalah hubungan nya dengan laki laki yang berhati baik dan tulus yaitu dr Firman dan juga laki laki yang di hadapan nya sekarang yang masih Nadia cintai bersamaan dengan rasa kecewa yang dalam.
Memikirkan calon suami nya itu mengingat kan Nadia dengan kebaikan dan kesabaran calon suami nya itu bahkan laki laki selalu ada untuk dirinya selain Ian, dr Raisa, Dina, Putry dan Ani yang juga selalu ada bersama nya hingga sampai sekaramg.
Dan untuk Raka sebenar nya tidak sepenuh nya laki laki itu bersalah karena semua ini bukan lah kemauan laki laki itu pergi meninggalkan tanpa pamit bahkan saat laki laki itu pergi ia juga tidak mengetahui kalo Nadia hamil, selain hati nya yang masih mencintai laki laki ayah kandung anak nya Nanda dengan bersamaan Nadia juga merasakan kecewa yang teramat dalam pada ayah dari anak nya itu, Nadia kecewa karena Nadia merasa Raka tidak memperjuangkan cinta mereka hingga Raka begitu pasrah nya tanpa Nadia ketahui saat itu Raka hanya berusaha melindungi diri nya dari daddy nya karena Raka tau bagaimana daddy nya itu.
Nadia tidak ingin larut dalam masalah ia ingin masalah ini untuk segera di selesaikan agar tidak ada nanti hati yang semakin tersakiti, saat ini Nadia akan fokus pada kesembuhan juga kesehatan anak nya dulu setelah Nanda sehat Nadia merasa harus bicara dengan Raka dan Firman.
"hey honey makan jangan ngelamun, kamu lagi lamunin apa?" tanya Raka menyadarkan Nadia dari lamunan nya.
"siapa yang ngelamun ini lagi makan" elak Nadia.
Nadia dan Raka melanjutkan acara sarapan mereka sampai dengan selesai bersamaan dengan terdengar suara tangis Nanda yang sudah bangun. Nadia langsung sigap mendatangi anak nya, Nadia membawa Nanda dalam gendongan nya Nadia pikir anak nya itu saat ini sedang lapar tanpa sadar Nadia membuka kancing baju nya mengeluarkan gunung nya yang sekarang sudah bisa mengeluarkan sumber air yang hanya untuk Nanda.
*glek*
Nadia yang tadi terlalu fokus pada anak nya baru menyadari Raka yang masih ada disana saat bola mata nya menangkap keberadaam laki laki itu yang sedang menatapnya dengan tatapan yang Nadia sangat tau arti tatapan laki laki itu.
"ehemmm" Raka berdehem ketika menyadari Nadia menatap nya.
"ka-kamu masih di situ?" tanya Nadia pada Raka rasa nya Nadia ingin menyudahi jatah Nanda duly tapi ia tidak tega pada Nanda.
"kamu lihat apa ? sudah sana kamu kekantor biar Nanda aku yang urus" tambah Nadia lagi kesal bersamaan setelah itu terdengar suara tangis bayi nya itu bahkan kali ini Nanda menangis dengan kencang Nadia mencoba kembali memberikan Nanda sumber air dari gunung kembar nya itu namun Nanda putra nya itu seperti menolak dan menangis kencang membuat Nadia jadi bingung karena tadi anak nya itu baik baik aja kenapa jadi sampai bisa menangis kencang seperti ini membuat Nadia jadi panik.
Tapi lain dengan Nadia lain juga dengan Raka yang tidak terlihat panik ia berjalan mendati putra nya yang berada dalam gendongan wanita tercinta nya itu.
__ADS_1
"ini mommy sayang!" kata Nadia dengan Nanda sambil menepuk nepuk pelan anak berusaha menenangkan bayi nya itu.
"coba sini kasih sama aku mungkin saja ia ingin sama daddy nya dan gak mau daddy nya pergi dari sini bukti nya Nanda menangis setelah kamu bicara tadi" kata Raka berada disamping Nadia.,
Nadia menatap Raka dengan sinis tanpa membalas ucapan Raka. "hay jagoan daddy kamu kenapa hhhmm?" tanya Raka pada Nanda yang masih mangis berada dalam gendongan Nadia.
"biar sama aku Nad, aku juga ingin merasakan menimang nimang jagoan ku" kata Raka pada Nadia.
"ok tapi kamu hati hati" kata Nadia mengingatkan Raka, terlihat Raka sedikit canggung karena ini pertama kali nya Raka menggendong bayi apa lagi saat ini yang di gendong Raka adalah darah daging nya sendiri, tangan Raka sempat agak sedikit menggetar mata memerah setetes air mata mengalir di mata nya saat diri nya mengangkat membawa bayi tampan nya itu di gendongan nya.
Nadia melihat itu mengingatkan lagi pada Raka untuk berhati hati. "hati-hati Raka itu tali infusnya" kata Nadia.
Di jawab Raka dengan anggukan. "wah ternyata jagoan daddy yang tampan ini ingin sama daddy hhhmmm?" kata Raka bicara pada anak nya yang sudah tidak menangis lagi saat berada dalam gendongan nya.
"maafkan daddy sayang daddy tidak bermaksud untuk pergi tapi mommy kamu yang galak itu yang suruh daddy pergi kekantor" adu Raka pada anak nya seolah olah anak itu mengerti dengan yang ia bicarakan, Raka melirik Nadia yang memberi tatapan tajam pada Raka melihat wanita nya menatap tajam Raka menanggapi dengan menyengir kuda.
"ngomong apa kamu sama anak aku barusan, kamu jangan coba coba mencemari otak anak ku yang masih suci ?" tanya Nadia galak.
Mendengar itu membuat Raka terkekeh. "honey harus kamu tau dan ingat Nanda bukan hanya anak kamu tapi juga anak ku, bahkan karena hasil bibit unggul ku bercocok tanam sama kamu menghasilkan buah hati kita yang tampan ini, tanpa kita bercocok tanam dan bibit unggul dari aku maka tidak akan ada Nanda bayi mungil yang tampan anak kita" kata Raka, membuat Nadia kesal dan terjadi perdebetan lagi antara mereka berdua.
Di pagi yang sama di tempat yang sama yaitu rumah sakit tempat Nanda di rawat namun berbeda ruangam terlihat seorang laki laki dengan tatapan kosong. "Nadia ku harap apa pun pilihan kamu nanti itu akan membuat mu bahagia, harus kamu tau aku sangat mencintai kamu" lirih dr Firman memikirkan ini membuat nya jadi prustasi dengan menarik narik rambutnya dan memukul tembok mengakibatkan tangan nya sedikit berdarah.
dr Firman mengatur nafas serta memejamkan mata nya berusaha meredam emosi dan perasaan yang berkecamuk di hati nya. "*k**uat kan hati ku ya allah seandai nya aku tidak berjodoh dengan nya" batin dr Firman berdoa dengan*.
~bersambung~
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
__ADS_1
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORππ
π I LOVE YOU ALL π