Beautiful Sin

Beautiful Sin
keluar


__ADS_3

Raka kembali menghentakan tubuh nya, Nadia mencengkram sprai dengan kuat karna merasakan perih di bagian lobang goa nya. Perlahan Raka menggerakan pinggul nya maju ba dan Nadia yang berada di bawah Raka ikut bergerak mengikuti irama gerakan hentakan dari Raka.


"Aaaaaggghhhh ... Rakkkaaaa" Nadia men de sah, tangan nya mencengkram lengan Raka, sesekali Nadia memejam kan mata nya merasakan begitu nik mat dan juga ada perih nya senjata Raka memasuki lobang goa nya.


Perlahan namun pasti Raka bergerak maju mundur, semakin lama pergerakan Raka semakin cepat, Nadia sudah bisa mulai merasakan rasa nik mat nya karena rasa perih yamg ia rasakan sebelum nya sekarang berganti dengan rasa nik mat yang tidak bisa Nadia jelaskan dengan kata kata. .


"Aaaggghhhh..aaaagghhh... ini benar benar sangat nik mat sayang" racau Raka sembari men de sah.


"aaaaahhh...aaaahhhhhhhh" de sah Raka kemudia me lum at kembali bi bie Nadia.


Raka semakin mempercepat gerakan nya sembari me lum ar bi bir Nadia. Tubuh Nadia pun juga ikut bergerak mengikuti hentakan gerakan tubuh Raka.


"Ah... Ahh.. Ahhh... Mmmmpppp..." De sah Nadia.


"Raka stop! aku mau kencing" kata Nadia yang takut diri nya kencing di ranjang nya Raka.


"Keluarin aja yank, jangan di tahan" Raka semakin mempercepat gerakan nya.


"Agggghhhh.... Sayaaaaannnggg,,, Naaaaddddd,,, sungguh niikmmmat" Raka pun mengganti posisi dengan posisi Nadia yang membelakangi Raka, tangan Nadia bertumupu pada pinggiran ranjang dengsn kaki sedikit terbuka, Raka memasukan senjata nya lagi.


"Aaggggggghhhhhhhhhhh....." De sah an Raka dan Nadia bersama.


Raka kembali lagi memborbardir lobang goa Nadia dengan cepat,, tangan nya me re mas gunung kembar nya Nadia.


"Aaaggghhhh ... Sayang siap - siap, agghhhh ... Agghhh,, yank aku mau keluar" Raka mengerang, berteriak juga gak akan kedengaran karna kamar Raka kedap suara.


"AAAAAAGGGGGGGHHHHHH..." erangan atas rasa kenikmatan surga dunia dari mulut Nadia dan Raka pun keluar bersamaan. Raka mengatur nafas, senjata nya masih di dalam goa Nadia, di ci umi** nya belakang Nadia.


"Makasih sayang, aku janji gak kan pernah membiarkan dan membuat kamu mengeluarkan cairan bening di mata kamu ksrena kesedihan, aku janji hanya akan ada senyuman bahagja, aku akan selalu membuat kamu mengukirkan senyuman manis di bibir kamu ini." Raka me lum at b**** Nadia. "

__ADS_1


" aku meeasa sangat beruntung dan bersyukur karna aku yang pertamaĀ yang menyentuh kamu, aku pastikan aku juga lelaki yang akan selalu bersama kamu menemani hari hari kamu, dan hari hari kita penuh dengan suka cita, gelak tawa bahagia dari kita, anak anak kita, cucu cucu kita, hingga kita menua bersama dan hanya maut yang memisahkan kita" sambung Raka, tangan nya membelai lembut rambut Nadia,


sejak tadi hp Nadia mau pun Raka bergetar yang kayanya para sahabat nya yang menelpon.


Di lain tempat namun masih satu atap di rumah Raka, lebih tepat nya di ruang keluarga khusus bersantai Ani , Dina, Putry sudah mulai.bosan main ps, mereka memutuskan untuk pulang karna sudah lumayan sore.


"Raka sama Nadia mana sih ?" Tanya Ani


"Iya mereka kemana sih, kok lama sekali?" Sambung Dina


"Coba loe telpon 2 mahluk itu, bilangin udahan dulu pacaram nya , kita mau pulang" Putry memintta Ani menelpon Nadia.


"Gak diangkat, mereka lagi pada ngapain sih ?" Gerutu Ani sebal.


"Bikin debay mungkin? " Celetuk Dina


"Eh tapi iyaya ,bisa aja mereka bikin debay" Ani meelus elus dagu nya, sedetik kemudian Ani terpekik "OH MY GOOD, bikin debay, no...no..no,,,, gaswaatt,,, cus guys kita susul mereka jangan sampai nanti ada setan yang nimpluk di mereka" Ani berlari menaiki tangga menuju lebih tepat nya mencari keberadaan Nadia dan Raka yang disusul Dina dan Putry. (Telat ah Ani, orang Nadia sama Raka udah yang enak enak menembus goašŸ˜…šŸ¤£)


Bersamaan dengan Ani di sebuah pintu kamar, Ani hendak membuka pintu kamar yang ada di hadapan nya, tapi Raka lebih dulu membuka pintu kamar nya dari dalam. "Astaga naga naga" pekik Ani kaget, begitu pun juga dengan Raka dan Nadia yang keluar dari kamar begitu mesra. Mata Ani melotot tajam kearah Nadia dan Raka sembari berkacak pinggang.


" heiii... Dasar kam pret habis pada ngapain hah? Dari tadi di telpon telpon gak di angkat." Sambung Ani lagi bertanya kesal. Raka dan Nadia berjalan menuruni anak tangga di ikuti Ani, Putry dan Dina.


" ngapain sih kalian dari tadi kita telpon gak diangkat, apa jangan jangan kalian ngelakuin yang IYAIYA hmmm...? " Dina menurun naik kan alis nya.


"Kalo iya kenapa ?" Jawab Raka enteng, mata Nadia melotot ke Raka, ia takut kalo nanti Ani akan marah dan mengadu ke mamah papah nya.


"hah seriusan ?" Pekik Dina dan Putry. " waaahh Nad, berati elo tau dong rasa nya IYAIYA , enak gak hah, pantas aja jalan elo udah kaya bebek ngambang." Lanjut Putry menggoda Nadia. Nadia meliat kearah Ani yang menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan bagi Nadia.


" astaga, percaya Raka musik "

__ADS_1


" Musrik bukan musik Nadia Maronah " hardik Dina dan Putry, mereka terkekeh kecuali Ani dengan wajah yang tidak bisa dibaca. Nadia melirik kearah Ani.


" iya, gua gak ngapain ngapan sama si Raka, tadi habis keliling rumah, hp gua mode getar, sory gak tau.kalo kalian nelpon " jelas Nadia, karna ia tau sepupu.nya Ani itu pasti ingin tau lebih jelas, dan pasti nya nanti habis dari sini siap siap di introgasi sama sepupu nya itu.


"Ya udah pulang yuk ! Udah sore ini " ajak Ani


"Pulang sekarang, gak nginap aja kalian, kan gua juga sendirian sepi" tanya Raka.


"Pulang aja deh bambang, elo kaya gak tau sama para bokap bokap ita aja" Dina terkekeh


"Ya udah bentar gua ambil kunci mobil dulu!" Raka berlari kecil mengambil kunci yang ada di meja ruang tamu.


Kini mobil yang di kemudikan Raka berjalan hingga akhir nya mobil yang di kemudikan Raka berhenti di.depan rumah nya Nadia.


"Makasih ya Ka" Dina menepuk pundak Raka dari belakang, membuka pintu mobil kemudian keluar dari mobil Raka di susul Ani dan Putry.


"Makasih ya Ka" Nadia tersenyum manis.


"Harus nya aku yang berterimakasih, karna kamu telah menjadikan hari ini hari yang paling bahagia seumur hidup aku dan pasti tidak akan pernah terlupakan" Raka berucap dengan gemas , menarik gemas pipinya Nadia.


"Heeii kalian mau sampai kapan di mobil terus?" Teriak Dina menggedor kaca mobil nya Raka.


Raka dan Nadia ketawa melihat kelakuan sahabat nya itu. "Ya udah, kamu hati hati dijalan ya Ka" tangan Nadia hendak membuka pintu Mobil namun tertahan Raka yang menarik tangan Nadia. *CUP* Raka me nge cupp singkat bibir Nadia. Nadia mendengus, Raka terkekeh. Nadia membuka pintu mobil melangkahkan kaki nya keluar dari mobil Raka.


"aku pulang dulu ya yang" pamit Raka pada Nadia. "guys byeee "


"hati hati di jalan ka" Nadia , Ani, Dina dan Putry melambaikan tangan.


"Yaudah ayo kita masuk" ajak Nadia dengan sahabat nya.

__ADS_1


__ADS_2