Beautiful Sin

Beautiful Sin
tangis Nadia


__ADS_3

πŸ”žπŸ”ž Untuk BOCIL dan para jomblo dan jomblo wati author saranin episode ini skip aja yee, dari pada nanti haredang haredang sendiriπŸ”₯πŸ˜… Athor tidak tanggung jawab wkwkwk


⚠️⚠️cerita dari author hanya untuk hiburan ya guys , BUKAN UNTUK DI TIRU, JANGAN SAMA SEKALI!!


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"tapi Nad itu artinya Raka sekarang udah pulang keIndo, kalo ntar Meli datang benaran dengan Raka apa lo siap?". tanya Ani.


"ya liat aja lah ntar, kan ada ka Firman juga di samping gua" jawab Nadia cuek.


"ya udah ayok kita jadi nonton gak nih?" tanya Nadia lagi, Nadia menyembunyikan perasaan nya saat ini tidak bisa ia jelaskan dengan kata kata , sesak didada ia rasakan ingin rasa nya Nadia menangis tapi Nadia yang pandai menyembunyikan perasaan nya ia tidak ingin para sahabat nya jadi ikutan sedih dan khawatir memikirkan diri nya lagi.


Meli, Aurelia anak nya dan babysister yang menjaga Aurelia sekarang duduk menunggu pesanan mereka datang, Meli melihat undangan yang di beri Nadia dan membaca nama yang ada di undangan itu.


"Firman Hadianata dan Nadia Wijayaa" gumam Meli membaca undangan yang di beri Nadia.


"Hadianata nama ini seperti tidak asing" gumam Meli lagi dengan diri nya sendiri, Meli anak seorang pengusaha yang sukses juga jadi mungkin nama Hadianata itu pernah ia dengar.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


Selesai menonton Nadia, Ani, Putry , Dina memutuskan untuk pulang, kini Nadia sudah berada dikamar nya sendiri, Nadia tidak bisa menahan tangis nya lagi, Nadia menangis pilu ia melihat anak nya yang sedang tidur.


Hati Nadia terasa tercabik cabik meingat pertemuan nya dengan Meli, Nadia menatap wajah anak yang tidur.


"anak mamah sayang mamah janji mamah akan selalu membahagia kan kamu dan jadi mamah terbaik buat kamu jagoan mamah, dan kamu hanya milik mamah anak mamah" ucap Nadia lirih di sela tangis nya.


Nadia menangis menenggelamkan wajah nya di bantal nya , ia mengingat saat ia hamil Nanda saat itu Raka pergi dan ia di usir papah nya dari rumah nya, air mata Nadia semakin deras mengalir di pipi nya, suara tangis tertahan karna ia tidak ingin orang rumah nya tau.


Meingat Raka yang menikah dan sudah mempunyak bersama Meli hati Nadia merasaa tercabik cabik meingat ia hamil tanpa di temani seorang suami, sungguh perasaan Nadia saat ini sulit di jelaskan dengan kata kata.


Terlalu larut dalam pikiran nya sendiri dan juga tangis nya Nadia sampai tidak menyadari seseorang masuk dikamar nya, Nadia kaget saat merasakan belaian tangan di kepala nya, Nadia membalikan badan nya dari posisi tengkurap nya.


"sayang kamu kenapa? dari tadi aku panggil gak ada sahutan dari kamy" tanya dr Firman lembut.


"aku gak kenapa kenapa kok kax" elak Nadia.


"gak kenapa napa tapi kok nangis" kata Firman mengusap pipi Nadia yang basah kemudian me nge cup bergantian kedua mata Nadia.


"gak mau cerita, ya udah kalo gak mau cerita nanti cerita nya kalo kamu sudah siap dan aku akan menjadi pendengar yang baik buat kamu" kata Firman penuh dengan kelembutan dan sayang.

__ADS_1


Nadia mengangguk kemudia memeluk calon suami nya itu, menyandarkan kepala nya didada bidang dr Firman,ia mencoba mencari ketenangan disana, dr Firman memeluk Nadia semakin erat membelai lembut kepala dan punggung Nadia.


"jangan nangis lagi ya!" pinta dr Firman pada Nadia, ia mengangkat kepala Nadia sedikit kemudian men ci um kedua bola mata Nadia cium*n itu turun kebibir.


Nadia sempat kaget saat dr Firman men ci um bibir nya setelah bisa menguasai diri nya sendiri Nadia tidak protes atau membalas ci um an dr Firman, Nadia mencoba mencari ketenangan dari dr Firman, dan yang benar saja ci um an mereka berubah menjadi lu mat an yang panas.


Dr Firman yang merasa Nadia tidak keberatan ia berani kan diri untuk memperdalam, lama lama kelamaan Nadia membalas ci um an bi bir calon suami ny itu yang berubah menjadi lu ma tan yang semakin menuntut minta lebih.


Nadia dan Dr Firman sesekali menghirup oksigen disaat merasa pasukan oksigen mereka menipis setelah itu mereka kembali menyatukan tautan bi bir mereka.


Ntah bagaimana tangan dr Firman saat ini sudah di gunung kembar Nadia, dr Firman dan Nadia sudah sama sama dikuasai kabut gairah hingga mereka berdua larut dengan aktifitas panas mereka.


Nadia men de sah dalam ci um an mereka saat tangan dr Firman me rebmas gunung kembar nya, ci um an dr Firman turun keleher Nadia.


"sssssttttttt!" de sh Nadia saat dr Firman memberi ke cup an di area leher dan dadanya, Nadia sungguh terbuai dengan kelembutan dr Firman


~bersambung~


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membacaΒ  dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“

__ADS_1


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“


__ADS_2