Beautiful Sin

Beautiful Sin
Di usir


__ADS_3

#PLAKKKK


"aaaahhhhhhhhhh"Β  jerit Nadia.


Pipi Nadia langsung memerah dengan sempurna akibat tamparan keras dari tangan papah Leman. Nadia merasa pipi nya begitu panas dan perih.


"Apa begini balasan kamu kepada orang tua mu yang sudah membesarkan kamu penuh dengan kasih sayang?" hardik papah Leman dengan meraih dagu Nadia.


"Papah sabar! dengan emosi tidak menyelesaikan masalah" ucap Ian mendekat kepapah memberi kesabaran kepada sang papah.


"DIAM.KALIAN SEMUA!" hardik sang papah.


"sekarang jawab pertanyaan saya! apa benar kamu hamil?" tanya sang papah dengan mata menatap tajam keNadia.


"I-iya pah" Nadia menjawab terbata bata disela tangis nya yang masih memegangi pipi nya yang merah dan terasa perih, tubuh nya begetar ketakutan.


"Sekarang juga kamu suruh Raka kesini menemui papah!" ucap papah Ian penuh dengan emosi.


Nadia bingung harus menjawab apa, hati nya begitu sakit, Nadia hanya bisa menangis dan menangis.


"Kenapa kamu diam?" tanya papah Leman yang hanya melihat anak nya itu hanya menangis dari tadi. "Sekarang juga kamu hubungi Raka!" tambah papah Leman lagi menggoyang goyangkan badan Nadia.


"Pah , sabar dulu!" ucap Ian mendekati papah Leman. "Raka sekarang tidak ada di Indonesia, ayah nya yang mengirim Raka keluar Negri dan hp Raka tidak bisa di hubungi, kaya nya ini sudah di atur oleh ayah nya Raka tuan Ardian" jelas Ian.


Papah Leman yang mendengarkan penjelasan Ian hati nya langsung bertambah panas, mata nya menatap Nadia dengan sangat tajam. Tubuh Nadia bergetar, ia takut sangat takut kepada papah nya.


"SEKARANG JUGA KAMU KELUAR DARI RUMAH INI!" Ucap papah Leman berteriak penuh dengan emosi.


"Saya tidak sudi mempunyai anak yang tidak bisa menjaga diri dan nama baik keluarga"


"Sekarang juga kamu keluar dari rumah saya!" Ucap papah Leman lagi.


Hati Nadia begitu sakit, hancur. Tubuh Nadia bergetar, tangis nya pun makin menjadi saat mendengar papah Leman mengusir dari rumah.

__ADS_1


Nadia bersimpuh berlutut di kaki papah nya memohon ampun. "P-papah maafin Nadia, jangan usir Nadia pah" ucap Nadia di barengi dengan tangis nya.


"Sayang kamu jangan seperti ini, mau bagaimana pun Nadia juga anak kita" bujuk mamah Ros kepada suami nya.


"Papah tidak bisa mengusir Nadia, bagaimana pun Nadia tetap adik Ian dan anak nya papah dan mamah" ucap Ian.


"Apa dengan kamu meminta maaf semua nya bisa kembali?" Tanya papah leman dengan Nadia yang menangis di hadapan nya.


"Apa dengan kamu meminta maaf perut mu itu tidak membesar nanti?" Tambah nya lagi.


"Sekarang juga kamu keluar dari rumah saya, dan jangan ada yang membantu dia!" Ucap papah Leman kemudia keluar dari kamar Nadia.


Air mata yang dari tadi ditahan akhir nya menetes juga di pipinya yang mulai keriput itu, hati nya terasa di remas remas begitu sakit. Orang tua mana yang tidak sakit saat mengetahui anak perempuan nya hamil di luar nikah.


"sayang sabar ya mamah akan bicara sama papah kamu" mamh Ros memeluk Nadia, membelai kepala Nadia dengan lembut.


"hhhiiikksss.... Nadia takut mah,maafin Nadia mah yang tidak bisa menjaga diri Nadia dan sudah membuat mamah dan papah kecewa". Nadia menangis di pelukan mamah Ros.


Kini papah Leman datang kembali dengan membawa koper besar kekamar Nadia. Di buka nya lemari baju Nadia, di ambil nya baju baju Nadia dimasukan nya kekoper yang di bawanya tadi.


"Diam kamu Ian!" Bentak papah Leman.


"bagaimana Ian bisa diam dengan semua ini?" teriak Ian tak kalah emosi kepada sang Papah yang dari tadi tidak bisa di ajak dengan kepal dingin.


#Buugghhhh


Ian mundur beberapa langkah akibat tinjuan papah Leman yang cukup kuat mengakibatkan sudut bibir Ian mengeluarkan darah.


"aaaaahhhhhhh...." pekik Nadia dan mamah Ros bersamaan melihat papah nya menampar Ian.


"papah sudah pah sudah, jangan menyakiti ka Ian, Nadia akan keluar pah, Nadia tidak mau bikin malu keluarga" ucap Nadia menangis.


"bagus lah kalo kamu sadar diri!" hardik papah Leman.

__ADS_1


"tidak bisa, tidak bisa, tidak bisa seperti ini, Nadia tidak boleh pergi dari rumah ini" Ucap mamah Ros , tangis nya begitu pilu.


Nadia berjalan mengambil koper yang ada di tangan papah nya dengan tangan gemetar. "ma-maafin Nadia pah" Nadia ingin meraih tangan sang papah, namun tidak kesampaian karna papah Leman segera menghindar. Hati Nadia begitu hancur papah nya seperti itu.


"sayang kamu mau kemana, jangan tinggalin mamah" mamah Ros mau mencegah Nadia yang berjalan mau meninggal kamar nya.


"sayang, kamu tetap disini!" ucap mamah Ros lagi, namun Nadia hanya menatap dengan tatapan sendu, air mata nya dengan deras mengalir dipipi, Nadia melangkahkan kaki nya mantap keluar dari kamar nya.


Tangis mamah Ros pecah melihat anak kesayangan nya keluar dari kamar nya dengan menyeret koper di tangan nya, mamah Ros hendak berlari menyusul Nadia namun seketika mamah Ros merasa kepala nya pusing pandangan nya gelap. Mamah Ros pingsan, papah Leman dengan cepat menghampiri mamah Ros yang pingsan.


"Ian bantu papah!" pinta papah Leman. Ian yang di panggil sudah tidak ada karna mengejar Nadia.


"Ian mau kemana kamu?" Melihat Ian yang sudah tidak ada di kamar Nadia.


Papah Leman mengangkat sang istri ketempat tidur Nadia. Di usap nya lembut pucak kepala sang istri, di tatap nya wajah sang istri. "sayang bangun, maafin aku sudah gagal jadi kepala rumah tangga!" ucap papah Leman lirih, tes air mata nya menetes lagi, hati nya begitu hancur sekaligus kecewa kepada putri nya Nadia. Hati orang tua mana yang tidak sakit saat mengetaui anak nya hamil di luar nikah.


****


"Nadia!" Teriak Ian menghampiri sang adik.




πŸ’–πŸ’– DUKUNG AUTHOR TERUS YA GUYSπŸ’–πŸ’–



πŸ’–πŸ’– KASIH LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA YA GUYS πŸ’–πŸ’–



πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜YANG SUDAH LIKE,VOTE,KOMEN NYA AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH BANYAKπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1



πŸ˜˜πŸ’–SALAM CINTA,SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORπŸ’–πŸ˜˜


__ADS_2