
Mendengar daddy nya berucap seperti itu Raka mengurungkan niat yang hendak meninggalkan ruang kerja daddy nya. Raka diam sebentar, terlihat tangan nya mengepal, ia menarik napas kemudian mengluarkan nafas dengan kasar, mommy Raka melihat anak nya seperti menahan emosi langsung menghampiri anak nya mengelus punggung Raka, menarik Raka duduk kembali lagi.
"jauhi perempuan yang bernama Nadia itu, dia tidak pantas buat kamu Raka!" hardik daddy Raka.
"maksud daddy apa?" tanya Raka sinis.
"jauhi yang nama nya Nadia, daddy tidak mau lagi kamu berhubungan dengan yang nama nya Nadia!"
"daddy tidak berhak mengatur-ngatur hidup aku, apa lagi masalah hati, masalah perasaan" Raka berucap dengan tegas.
"daddy berhak itu semua, daddy berhak mengatur hidup kamu, daddy adalah daddy kamu, daddy tidak mau hidup kamu nanti jadi tidak jelas kalo bersama perempuan yang tidak jelas itu!"
"siapa yang tidak jelas, Nadia punya orang tua, Nadia punya rumah, dan Nadia juga yang sudah merubah Raka seperti sekarang!"
"apa nanti kata rekan rekan bisnis daddy kalo mereka tau wanita kamu hanya dari keluarga biasa?"
"cih, masa bodo dengan status sosial, Raka akan tetap mempertahankan Nadia" Raka berjalan keluar dari ruang kerja daddy nya dengan hati yang kesal.
"anak itu keras kepala sekali, dia tidak tau siapa daddy nya ini" daddy Raka geram dengan anak nya itu.
"Raka benar, kita tidak berhak mengatur masalah perasaan nya" mommy Raka yang dari tadi diam mulai membuka suara.
"aku tidak masalah Nadia mau dari kelurga mana pun, bahkan kalo dia tidak punya keluarga pun aku tidak masalh, yang terpenting hati, sikap nya baik, tulus dengan Raka, tidak merusak nama baik keluarga , bisa jaga kehormatan diri nya mau pun nama keluarga besar nya" sambung mommy panjang kali lebar.
"aku akan tetap menjodohkan Raka dengan wanita yang sepadan, status sosial nya sama dengan kita, terlebih bisa memperkuat bisnis perusahan kita"
__ADS_1
"apa kamu kurang puas dengan kekayaan kita sekarang? apa kamu tidak sayang dengan anak kamu jadi kamu rela mengorbankan perasaan anak kamu demi bisnis?" geram mommmy Raka.
"jelas aku sayang, karna aku sayang aku memikirkan masa depan Raka, aku tidak mau Raka masa depan nya suram, siapa tau Nadia itu hanya menginginkan harta saja"
"terserahlah, yang jelas aku mendukung apa yang Raka putuskan" mommy Raka keluar dari ruang kerja suami nya.
Daddy Raka nampak kesal, ia tidak suka di bantah, setelah istrinya keluar menutup pintu ruang kerja nya segera di ambil nya hp yang ada di atas meja nya.
π² daddy : "hallo segera urus semua dan selesaikan secepatnya"
Kemudian di tutup nya telpon itu, "jangan harap kamu bisa memiliki anak ku Raka, dan menikmati semua harta kekayaan, akan aku buat wanita itu sadar diri siapa dia dan siapa Raka" gumam daddy Raka dalam hati.
*****
Keesokan hari nya Raka menjemput Nadia di rumah Nadia, kini Raka sudah sampai di halaman rumah Nadia, di parkirnya motor sport nya itu. Nadia yang melihat Raka sudah datang langsung pamitan kepada mamah Ros, kemudian berjalan menghampiri Raka.
"ke apartemen" jawab Raka.
Sesampai nya di apartemen Raka langsung memarkirkan sepeda motor sport nya itu. Sesampai nya di apartemen nya Raka menghempaskan diri di kursi, terlihat guratan guratan kesal diwajah Raka.
"kamu kenapa sih Ka, ada masalah?" tanya Nadia.
Raka menarik tangan Nadia agar duduk di pangkuan nya, bukan nya menjawab pertanyaan Nadia, Raka malah men ci um bi bir Nadia, Nadia yang sudah mulai terbiasa dapat serangan dari Raka mulai membalas ci um an Raka, cukup lama Raka dan Nadia bertukar saliva, Raka melepaskan ci um an nya merasa Nadia mulai kekurang oksigen.
"aku mencintai kamu, sampai kapan pun aku selalu mencintai kamu" ucap Raka, Nadia bingung dengan Raka bukan nya menjawab pertanyaan nya malah bersikap seperti itu.
__ADS_1
"kamu kenapa sih, kaya nya ada yang kamu sembunyikan dari aku?"
"aku hanya ada masalah sedikit dan butuh ketenangan dan hanya bersama kamu lah aku bisa tenang" Raka memeluk Nadia dengan erat.
"gombal" cibir Nadia.
"siapa yang gombal, emang itu nyata nya" jelas Raka sembari men ci um pipi nya Nadia.
"tau ah gelap"
"kamu sudah makan belum, kalo belum mau aku masakin ?" tanya Nadia.
"aku mau makan kamu aja sayang" goda Raka, ia langsung menggendong Nadia menuju kamar nya.
"Raka turunin" protes Nadia. Raka langsung me lu mat bi bir Nadia sembari berjalan menggendong Nadia kekamar nya. Sesampai di kamar Raka menghempaskan pelan tubuh Nadia kekasur.
"mmmmpphhh Rakaaa" de sah Nadia, kini Raka sudah mulai men ci um leher nya Nadia, tangan nya pun sudah mulai masuk kedalam kaos nya Nadia, me re mas re mas gunung kembar nya Nadia.
"sayang aku mau kamu, apa boleh?" Raka bertanya setengah memohon dengan suara parau nya.
~bersambung~
ππmaaf kan author yang up nya agak lama, author lagi galau π galau bingits ππ
ππbiar author nya semangat jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN nya yaππ
__ADS_1
ππsalam cinta,sayang damai dari author ππππ