
Ani, Dina, Putry, dr Raisa dan mama Ros yang saat itu menenangkan Nadia tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan antara Dokter yang menangani Nanda karena jarak, namun bisa di lihat seperti nya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius hingga mereka bisa melihat mata Raka berkaca kaca hingga menetes kan air mata namun langsung Raka hapus dengan telapak tangan nya.
"what Raka menangis kah itu, apa gua salah lihat?" gumam.Putry namun masih bisa didengar Dina, Ani, Nadia,dr Raisa dan mamah Ros, mendengar itu Nadia langsung melihat kearah Raka, dan terlihat Raka, dokter Firman dan dokter yang menangani Nanda beranjak pergi meninggalkan tempat dimana Nadia dan lain nya sekarang berada.
Saat ini Raka sedang melakukan pengambilan darah, golongan darah Raka O+ yang arti nya sama dengan golongan darah Nanda, Raka merasa senang, haru juga sedih semua nya jadi satu, membayangkan Nadia yang saat itu sedang hamil tanpa ada diri nya disamping Nadia membuat Raka sedih, Raka masih belum derita Nadia yang saat itu hamil di tinggal Raka dan juga di usir dari Rumah
####****FLASHBACK ON****###
"*Raka Nanda butuh donor darah dari kamu karena golongan darah Nanda sudah pasti sama dengan golongan darah kamu" kata papah Leman pada Raka, Mendengar papah Leman seperti itu tentu membuat Raka merasa senang,haru,antara percaya atau tidak apa benar Nanda adalah putra nya
"yang arti nya kamu sudah cukup tau jawaban tentang pertanyaan kamu dengan Nadia tadi" tambah dr Firman.
"oh god, aku memiliki seorang putra, anak ku dan Nadia dan b*d*h nya aku tidak mengetahui semua ini" kata Raka antara rasa haru, senang dan menyesal karena ia tidak mengetahui semua ini, setetes air mata jatuh dari mata nya.
"yah... dan ingin rasa nya gua menghabisi lo yang sudah membuat adik kesayangan gua menderita karena lo, dan lo mengecewakan kami yang sudah memberi kepercayaan dengan kalian berdua" kata Ian menahan emosi.
"maaf karna membuat kalian terluka dan kecewa, kalo saya tau ini semua lebih awal saya tidak akan mungkin membiarkan Nadia menderita, saya benar benar minta maaf dan menyesal membuat kalian kecewa!" kata Raka tulus meminta maaf.
"sebaik sekarang kita bisa melakukan tindakan pengambilan darah kamu Raka agar bisa segera di donorkan keNanda kita tidak mempunyai banyak waktu, untuk masalah kamu,Nadia dan Nanda seperti nya bisa kalian bahas nanti setelah keadaan lebih tenang!" kata dr Firman.
Raka sempat menatap dr Firman dengan tatapan permusuhan bagaimana pun laki laki berpakaian putih di hadapan Raka sekarang status nya adalah tunangan Nadia dan itu membuat hati Raka merasa cemburu.
"ikuti saya!" tambah dr Firman beranjak dari duduk nya , di ikuti Raka dan juga dokter yang menangani Nanda.
__ADS_1
###FLASHBACK OFF###
"ok sudah selesai!" kata dokter itu.
"makasih dok!" kata Raka.
"sama-sama!" balas dokter itu.
"kalo gitu saya permisi dulu" pamit dokter itu dengan Raka dan dr Firman yang ada diruangan itu, dr Firman menjawab dengan menganggukan kepala.
"ssssttttttt !" Raka berdesis hampir saja dia limbung saat mencoba bangun.
"kamu jangan bangun dulu karena lumayan banyak darah kamu yang di ambil!" kata dr Firman pada Raka.
"ngapain masih disini?" tanya Raka sinis dengan dr Firman.
"please don't get emotional! aku hanya ingin bicara dengan kamu Raka" kata dr Firman bijak pada Raka, Raka mendengus menatap dr Firman tajam.
Raka menghela nafas nya mencoba meredamkan emosi nya, karena memang badan nya terasa lemas. "mau ngomomong apa?" tanya nya ketus.
"kita mencintai wanita yang sama, seperti nya untuk pernikahan kami harus di undur karena keadaan Nanda anak kalian tidak memungkin kan untuk aku dan Nadia melangsungkan acara pernikahan kami" kata dr Firman.
"aku tau kamu sangat mencintai Nadia, dan di antara kalian sudah ada kehadiran Nanda, sama hal nya dengan aku juga mencintai Nadia, aku tau kamu gak akan hanya diam menyerah begitu saja apalagi setelah kamu mengetahui Nanda anak kamu" tambah dr Firman.
__ADS_1
"mari kita bersaing sehat merebut hati Nadia dan siapa yang akhir nya akan di pilih Nadia antara kita berdua untuk dan untuk yang tidak terpilih harus ihlas menerima dan tidak akan mengusik Nadia lagi, mau itu aku atau kamu kalo Nadia tidak memilih salah satu dari kita harus ihlas, karena cinta itu tidak harus memiliki, cinta itu kadang butuh perjuangan, cinta itu bahagia melihat orang yang kita cintai"
" kita tidak bisa memaksa perasaan seseorang, memaksa Nadia untuk bersama dengan aku atau kamu, namun Nadia tidak merasa bahagia hubungan yang kita jalani akan terasa sia sia dan hambar, mungkin Nadia bisa saja terlihat tersenyum bahagia namun dalam hati nya tidak sebahagia senyuman nya bila di antra kita memaksa Nadia seperti aku misalkan memaksa Nadia bersama ku karena kami sudah bertunangan dan hari pernikahan kami yang sudah di tentukan, atau misalakan kamu memaksa Nadia dengan alasan Nanda agar bisa hidup lengkap mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tua nya namun hati Nadia tidak merasakan kebahagia menjalani rumah tangga dan mungkin saja kamu merasakan hampa bukan kah itu menyiksa dan egois ?"
" seandai nya Nadia memilih tetap bersama aku, aku pastikan Nanda mendapat kasih sayang seorang ayah dari ku, karena aku juga sangat menyayangi Nanda dan Nanda tidak akan kehilangan kasih sayang ayah kandung nya karena kamu tetap bisa memberikan kasih sayang untuk Nanda meski kamu tidak hidup bersama dengan Nadia" kata dr Firman panjang kali lebar dengan Raka termenung mendengar itu sanggup kah diri nya untuk mengihlaskan semua nya seandainya Nadia memilih dr Firman batin Raka.
Dr Firman hanya ingin yang terbaik buat Nadia, apa lagi sudah ada Nanda antra Nadia dan Raka, dr Firman merasa egois bila ia memaksa perasaan Nadia, biar lah nanti Nadia yang memutuskan ia akan kembali bersama Raka atau tetap memilih diri nya, bahkan kalo Nadia memilih bersama Raka kembali dr Firman menyiapkan hati nya.
"ck percaya diri sekali aku pasti kan aku akan merebut Nadia dan Nanda ku, kali ini aku tidak akan melepaskan nya" Raka kesal mendangar akhir dari omongan dr Firman.
"aku harap kali ini kamu bisa bijak dan tidak akan lemah, kesalahan kamu yang dulu bisa kamu ambil pelajaran, ku harap kamu segera mengatasi masalah kamu sama orang tua dan istri kamu!" kata dr Firman, mendengar itu Raka terdiam lagi memikirkan langkah langkah yang akan ia susun untuk kedepan nya.
"so, aku tidak ingin ada permusuhan dan persaingan kotor,, ok kalo gitu istrahar lah aku mau mencek keadaan Nanda!" kata Dr Firman berlalu meninggalnkan Raka yang masih sibuk dengan pikiran nya.
"oh s***, hey tunggu,,,, gua gak akan biarin lo start duluan" seru Raka setelah sadar dr Firman meninggal kan nya.
"enak saja pasti dokter sok ganteng itu ingin mengambil hati Nadia ku, oh no tidak akan ku biarkan, kali ini aku benar benar akan memperjuangkan kalian berdua tidak perduli daddy mengancam ku dan aku akan segera menyelesaikan urusan ku dengan wanita ular itu"gumam Raka, ia mencoba bangun dan menyusul dr Firman
bersambung
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
__ADS_1
π I LOVE YOU ALL π.