Beautiful Sin

Beautiful Sin
Posesif


__ADS_3

Dokter Raisa melihat Ian berdiri , ia langsung bangun dari tempat nya dan berjongkok di depan Ian.


"saayang kamu ngapain ?" Ian kaget melihat istri nya yang berjongkok.


Dr Raisa langsung menggenggam anaconda Ian yang sudah menegang dari tadi, di gerakan nya tangan nya yang menggenggam anaconda dengan gerakan maju mundur.


"ssssssssttttttt!" Ian mendes*h.


Tidak hanya itu saja, dr Raisa juga mulai memainkan li dah nya, memainkan milik Ian dalam mu lut nya seperti me nik ma ti lolipop.


"ohhh sayang ini sungguh nikmat" rucau Ian.


Dr Raisa mulai memasukan anaconda nya Ian kemulut nya. "oh baby kamu sangat pintar , aku suka" rucau Ian dengn mata terpejam.


Dr Raisa semakin mempercepat gerakan keluar masuk anaconda dari mulut nya itu, Ian yang sudah tidak tahan lagi akhir nya membawa istri nya ketempat tidur.


Ian memposisi kan dr Raisa membelakangi nya, Ian langsung memasukan anconda nya yang besar itu kelobang goa istri nya dari belakang.


"aaaahhhhhhhhhhh!" de sah kedua nya kenikmatan, karena Ian memasuki lobang goa nya dr Raisa kali ini agak kasar.


PLAK, PLAK , PLAK.


Ian menampar pelan bo ko ng sexy istri nya itu, Ian semakin cepat dan cepat, kali ini tidak hanya satu gaya, Ian dan dr Raisa memakai berbagai macam gaya, sampai 2 jam bergulat akhir nya mereka sampah di puncak nya.


"ohh yaahh, yaaahhh, yeesss, ahhh sayang aku mau keluar" rucau Raisa.


"barengan sayang!" Ian semakin cepat menggencar.


"yaaaahh, aahhhh, aaaahhhh, aaaahhh" de sah kedua nya.


"aaaaaaaaggggggggghhhhhhhg!!!" pekik kedua nya setelah sama sama di puncak nya.


"makasih sayang, love you" Ian me nge cup bi bir dr Raisa kemudian me nge cup kening.


"love you to " balas dr Raisa.


Setelah membersihkan diri , Ian dan dr Raisa pun akhir nya memutus kan unruk tidur.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"jadi gimana lo terima gak tuh si Firman?" tanya Ian kepada Nadia di saat sarapan pagi bersama keluarga nya dirumah.


" iya ka, Nadia mencoba belajar membuka hati Nadia, ka Firman juga Nadia rasa orang nya juga baik" jawab Nadia.

__ADS_1


"wah selamat ya Nad" ucap dr Raisa ia memeluk Nadia yang duduk di samping nya.


"si Firman mah bukan baik lagi tapi orang nya memang terlalu baik, semoga saja kamu selalu bahagia dengan Firman" sambung dr Raisa.


"amin " Nadia mengamin kan.


"kalo mamah sama papah terserah Nadia saja, iya kan pah ?" mamah Ros meminta persetujuan dengan suaminya.


"iya papah sama mamah terserah Nadia saja, yang penting anak papah bahagia" sahut papah Leman.


"berarti kita nunggu Firman serta keluarga nya kesini untuk lamaran resmi nya ngelamar Nadia" ujar Ian.


Nadia terdiam mendengar ucapan kaka nya, ia jadi khawatir orang tua nya dr Firman nanti tidak merestui hubungan nya karena Nadia sudah mempunyai seorang putra bahkan hasil dari luar nikah.


"Sayang kamu kenapa?" tanya mamah Ros.


"mmmmm g-gak kenapa kenapa mah" jawab Nadia dengan tersenyum, ia tidak ingin keluarga nya juga ikutan khawatir.


"oh ya bagaimana dengan kuliah kamu, apa sudah kamu bahas dengan nak Firman, kalo nanti kamu menikah apa nanti di izinin kuliah?" tanya papah Leman.


"belum pah, nanti akan Nadia tanya kan"


"hari ini Nadia mau mendaftar kuliah dulu di kampus nya Ani, Dina, Putry, meski kami beda jurusan tapi tetap satu kampus" jelas Nadia dengan senyuman di wajah nya.


"heh biarin , sirik aja lo" Nadia memanyunkan bibir nya.


"kamu udah bilang sama nak Firman kalo pagi ini mau daftar kuliah?" tanya mamah Ros.


"udah ma, Nadia juga di anterin ka Firman"


"asalamualaikum!" Firman memberi salam.


"walaikumsallam" sahut yang ada diruang makan.


"eh ka Firman udah datang, panjang umur baru di sebutin tadi" kata Nadia terkekeh.


"Nak Firman mau sarapan dulu?" tawar mamah Ros.


"tadi udah sarapan dirumah mah sebelum jemput Nadia" ucap dr Firman.


"mah, pah, ka Nadia pamit dulu , Nadia udah selesai sarapan nya!" Nadia beranjak dari duduk nya, mencium pipi serta tangan kedua orang nya tidak ketinggalan juga kaka serta kaka ipar nya.


"Firman juga ikut masuk kekampus nya ?" tanya Raisa dengan Nadia yang mengantar kan Nadia kedepan rumah di ikuti Ian dan juga papah nya karena mereka juga ingin berangkat kekantor.

__ADS_1


"gak tau ka, mungkin ka Firman mengantarkan sampai depan kampus, ka Firman kan kerja jadi nanti pulang nya Nadia biar pakai taxi online" jawab Nadia.


"wah bahaya bro kalo lo gak bontelin Nadia, yang ada nanti di godain cowo cowo di kampus, emang rela lo calon bini lo di godain sama orang" ucap Ian terkekeh dan langsung masuk.kemobil nya, sebelum masuk kemobil ia tidak lupa mencium.kening istri nya.


"aku berangkat ya yank, kamu kerja nya nanti hati hati ya" ucap Ian kemudian melajukan mobil nya.


"ck pamer kemesraan nih cerita nya" cibir Nadia kepada kaka ipar nya.


Sedangkan dr Firman sibuk dengan pikiran nya sendiri, ia memikirkan omongan nya Ian, dalam hati nya ia membenar kan apa yang di kata kan calom kaka ipar nya itu, ia tidak rela kalo calon istri nya itu sampai di goda cowo cowo di kampus.


"kak ayuukk, kok bengong!" Nadia memanggil dr Firman dengan menarik narik tangan nya dr Firman.


"ah iya. maaf kaka ngelamun, ayo masuk" dr Firman membukakan pintu buat Nadia.


"makasih ka", ujar Nadia dengab senyum manis. nya.


"pagi pagi ngelamun ntar kesembet lo" ledek dr Raisa pada Firman.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"makasih ka" Nadia hendak turun dari mobil dr Firman yang sudah terparkir di halaman parkir kampus namun di urungkan nya karena dr Firman menahan nya. Setelah itu Firman keluar dari mobil nya dan membukakan pintu mobil untuk Nadia.


Nadia bingung namun Nadia tetap turun, dan mengucapkan terimakasih karena membuka kan pintu mobil nya.


"ok kalo gitu Nadia kedalam dulu ya ka" pamit Nadia.


"kaka temanin kedalam" kata dr Firman karena ia takut Nadia di goda cowo cowo di kampus.


"kaka gak kerumah sakit? gak usah ka biar Nadia masuk sendiri aja, kan kaka harus kerumah sakit lagian juga ada Ani , Dina dan Putry juga di dalam ka" tolak Nadia halus karena merasa tidak enak merepotkan dr Firman.


"kaka anterin kamu kedalam ngedaftar , selesai ngedaftar kamu ikut kaka ya temanin kaka kerja, kamu temanin kaka di ruangan kaka" kata dr Firman terdengar manja di telinga Nadia.


"kaka gak akan biarin kamu masuk sendirian disana ,yang ada nanti kamu malah di goda sama cowo cowo kampus yang ga jelss lagi" nada bicara dr Firman berubah jadi sewot.


Nadia hanya menggelengkan kepala nya, menolak pun percuma. Pikir Nadia baru ngedaftar aja sudah posesif seperti bagaimana nanti kalo Nadia udah masuk kuliah, apa di bolehin sama dr Firman, pikir Nadia dalam hati.


~Bersambung~~


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


Ingat ya sayang sayang nya author LIKE, LIKE, LIKE, dan hadiah hadiah nya 😁😁😁


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“

__ADS_1


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“


__ADS_2