Beautiful Sin

Beautiful Sin
adu tonjok


__ADS_3

โš ๏ธโš ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜


*****๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™****


"ba ng sat apa yang lo lakukan anjing"ย  dengan langkah lebar juga amarah, emosi tingkah dewa Raka berjalan menuju kearah dr Firman dan Nadia, dr Firman yang tadi ingin men ci um Nadia sempat terkejut mendengar suara Raka yang lumayan keras, Nadia juga sama ia terperanjat ketika mendengar suara Raka.


Bahkan bukan hanya kaget Nadia juga panik melihat Raka yang emosi seperti itu, Nadia tau seperti apa Raka kalo sudah marah. Mulut Nadia baru saja terbuka ingin memanggil Raka tapi Raka sudah melayangkan pukulan nya di wajah juga perut dr Firman.


*BUUUGGHHHH.. BUUGGGHHHH*


Raka menarik dr Firman membawa nya keluar kamar rawat anak nya. "lepas!" kata dr Firman yang juga sudah mulai tersulut emosi mengingat kejadian pagi tadi, namun Raka tidak melepaskan dr Fiman.


*bugghhhh* Raka kembali melayangkan tinjuan nya di wajah dr Firman.


*buughh, buugghh* dr Firman membalas pukulan Raka di wajah Raka dua kali, ia juga manusia biasa yang bisa marah kali ini emosi nya tidak bisa ia tahan karena mengingat kejadian pagi tadi.


"bre ng sek, Nadia tunangan gua dan lo bukan siapa siapa nya lo hanya masa lalu nya yang sudah memberi nya luka" kata dr Firman pada Raka yang berada di bawah nya, dr Firman melayangkan pukulan nya lagi.


Raka membalik posisi dengan ia yang di atas, memabals pukulan dr Firman bertubi tubi *bughh, bughh, bughh*


"ch baru tunangan belum menikah dan gua pastikan itu gak akan terjadi" kata Raka.


Raka dan dr Firman yang sama sama di kuasai emosi juga amarah mereka berdua akhirnya adu pukul, mau itu Raka atau dr Firman sama sama hebat dalam ilmu bela diri.

__ADS_1


"hentikan apa yang kalian lakukan ini!" Kata Nadia pada Raka dan dr Firman yang sama sama tidak mendengarkan, Nadia ingin melerai namun tuidak bisa berhubung Nanda di rawat di kamar vip jadi tidak banyak bahkan saat ini tidak ada orang yang lalu lalang disana.


Ian bersama istri dan ketiga sahabat Nadia yang baru datang melihat perkelahian dua laki laki yang sama sama terlihat memukul dengan membabi buta mereka semua langsung berlari.


"Itu Raka sama dr Firman kenapa?" kata Dina panik dengan Ani juga Putry .


"lagi dansa mereka, mata lo dimana itu mereka lagi berantem masih aja lo nanya, ayo kita susul ka Ian" kata Ani pada Dina, mereka bertiga ikut lari kearah dimana Raka dan dr Firman yang sedang asik bergulat.


Ian berhasil melerai perkelahian Raka dan dr Firman dibantu dua orang laki laki petugas rumah sakit yang datang karena mendengar suara teriakan beberapa orang wanita berada disekitar situ kebetulan saat itu posisi mereka berada tidak jauh dari situ.


"ba ng satย  emang kalian berdua !" Ian mengumpat setelah berhasil memisahkan Raka juga dr Firman yang sama sama kuat nya, nafas Ian ngos ngosan.


Raka dan dr Firman sama sama diam namun mau itu Raka dan Firman sama sama memlemparkan tatapan maut nya. Wajah Raka dam Firman sudah sama sama hancur.


Nadia yang dari tadi menangis kini membuka suara nya. "APA KALIAN BERDUA GILA HUH? INI RUMAH SAKIT BUKAN RING TINJU" kata Nadia marah.


"STOP GAK USAH NGOMONG!" Nadia langsung memotong Raka yang ingin bicara.


"tolong kalian berduapergi dari sini" kata Nadia dengan Raka juga dr Firman, Nadia menangis setelah itu Nadia langsung masuk kekamar rawat Nanda menetup pintu di susul dr Raisa yang ikut ia ingin menenangkan adik ipar nya itu.


"kalian dengar apa yang di bilang Nadia, ini rumah sakit, loe juga Fir loe dokter disini loe harus nya jaga sikap, gua gak ingin gara gara kalian berdua keponakan gua jadi terganggu" kesal Ian pada Raka juaga dr Firman setelah itu Ian masuk menyusul adik juga istri nya.


"Ta-tapi ka" Raka ingin bicara dengan Ian namun Ian tidak perduli, Ian masuk kekamar rawat Nanda.

__ADS_1


Raka ingin menyusul Ian namun tertahan karena tangan nya di tarik Ani, Ani menggelengkan kepala nya dalam artian jangan. "lo taukan kalo Nadia sedang emosi atau marah ia pasti ingin menyendiri kalo lo paksain yang ada dia nanti tambah marah" kata Ani pada Raka.


"ya, Nadia kan gitu kalo marah dia pasti sendiri dulu nenangin hati nya" kata Dina membenarkan perkataan Ani.


"kalian berdua mending pulang dulu sekalian obatin luka bonyok di wajah tampan kalian itu, kan sayang maha karya indah dari tuhan di rusak akibat itu luka bonyok di wajah kalian berdua, maaf nih ye bukan maksud Putri ngusr kalian berdua cuman kalo kalian berdua tetap disini takut nya nanti ada ronde kedua dari kalian" kata Putry pada Raka juga dr Firman.


Dr Firman dan Raka akhir nya memutuskan untuk pergi dari situ, Raka menuju apartemen nya sedangkan dr Firman menuju ruangan nya. Ani, Dina , Putry masuk kekamar rawat Nanda.


Setelah beberapa saat kemudian Nadia, Ian, dr Raisa, Ani, Dina dan Putry mereka semua kini berkumpu duduk di sofa di ruangan sebelah yang tadi Nadia dan dr Firman tempati, setelah selesai menidurkan Nanda yang tadi sempat bangun menangis keras seperti pagi tadi saat Nadia meminta Raka pergi dari situ ntah kenapa Nadia merasa sekarang Anak nya itu tidak.ingin daddy ny pergi dari sana karena Nanda menangis tidak seperti biasa nya bahkan kaka, kaka ipar juga ketiga sahabat nya panik melihat Nanda menangis seperti itu.


"sayang nangis karena daddy ya nak? maafin mommy yang meminta daddy pergi" batin Nadia.


Setelah berhasil menidurkan Nanda, Nadia mengajak duduk diruang depan agar tidak mengganggu tidur Nanda, akhirnya Nadia menceritakan semua tentang perasaan nya, hubungungan nya dengan Firman, Nadia bingung untuk mengambil keputusan ia merasa butuh masukan masukan dari orang orang terdekat nya karena Nadia yakin mereka pasti ingin yang terbaik untuk nya, saat ini Nadia benar benar tidak tau harus apa.


Setelah bicara dengan kaka, kaka ipar dan tiga sahabat nya serta mendapatkan masukan akhir nya Nadia merasa lebih tenang, dada nya yang tadi sesak lebih longgar, kini Nadia sudah siap dengan keputusan.


"tapi lo sudah benar benar yakin Nad dengan keputusan lo ini, gua hanya mastiin aja apa lo sudah bemar benar yakin?" kata Ani pada Nadia.


"ya Ani gua sudah yakin dengan keputusan gua" kata Nadia mantap.


~bersambung~


๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membacaย  dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“

__ADS_1


๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“


__ADS_2