Beautiful Sin

Beautiful Sin
bertemu dr Firman


__ADS_3

"Nad kami pulang dulu ya, ntar kita ngumpul lagi ok!" pamit Ani dan lain nya kepada Nadia. Karna waktu sudah sore dan Ian sudah pulang dari kantor sekalian menjemput Ani dan lain nya pulang.


"Ok, makasih semua nya" ucap Nadia, dan mereka pun berpelukan.


"Jaga diri loe dan calon keponakan gua!" ucap Ani lagi, mereka masih berpelukan saling menguatkan.


"Ets jangan nangis dong, kita selalu ada buat elo!" ucap Dina.


"Kita sahabat selamanya, dan selalu ada dan bersama selama lama nya" ucap Putry.


"Nad, kaka cabut dulu ya, baik baik jangan bikin repot ka Caca ok!" ucap Ian.


"Iya ka, hati hati di jalan!" seru Nadia.


******


Kini usia kandungan Nadia sudah lima bulan, perut nya pun sudah mulai membuncit.


Kini Nadia ada di sebuah taxi, Nadia sudah janjian sama Ani,Dina dan Putry untuk bertemu di sebuah cafe.


"pak stop disini saja biar nanti saya nyebrang!". ucap Nadia meminta supir taxi itu untuk berhenti, karna untuk memutar kedepan cefe itu lumayan jauh, jadi Nadia memutuskan untuk menyebrang jalan.


"non yakin ? tapi jalan ini lumayan ramai non!" ucap supir itu meyakinkan Nadia.


"iya pak gak pa-pa, ini uang nya, makasih ya pak" ucap Nadia ramah.


"sama sama, non hati hati!" ucap supir itu, setelah itu Nadia turun dari taxi dan taxi yang di tumpangi Nadia berlalu pergi.


Nadia yang hendak menyebrang jalan karna kurang hati hati Nadia hampir saja ditabrak sepeda motor, tiba tiba tangan nya di tarik seseorang.


"aaaahhhh!" pekik Nadia.


"kamu gak pa-pa?" tanya orang itu.


"ah iya makasih" ucap Nadia lalu pandangan nya menatap wajah pria tampan itu.


"kamu ?". ucap dokter Firman.


"Dokter, makasih dok sekali lagi dokter menolong saya" ucap Nadia sopan.


"lain.kali hati hati !" ucap dokter Firman.


"kamu nya mau kemana?" tanya dokter Firman.

__ADS_1


"mau kecafe disebrang sana dok" tunjuk Nadia kecafe sebrang.


"mari saya antar!"


"eh....." belum juga Nadia menjawab, tangan Nadia sudah di raih dokter Firman dan membawa Nadia menyebrang untuk ke cafe.


"makasih dokter, sekali lagi makasih!" ucap Nadia.


"dari tadi makasih mulu, kamu bisa ngomong yang lain gak selain makasih, misalkan menawarkan saya untuk duduk disini dengan kamu" seloroh dokter Firman.


"Nadia....!" seru Ani, Dina, Putry, kemudian berlari kearah Nadia.


"wah.. siapa dia Nad, ganteng banget" bisik Ani dengan mata berbinar binar melihat dr Firman.


"ish loe ini !" Nadia menyenggol Ani


"oh iya, kenalin dokter Firman teman nya dokter ka Raisa dan ini sahabat sahabat Nadia dok!" Nadia mengenalkan dokter Firman dan sahabat sahabat nya.


"Ani!" sembari mengulurkan tangannnya kemudian berjabat tangan dengan dr Firman.


"Firman" ucap Firman


"dan ini Dina, Putry!". Ani memberitahu nama dua sahabat nya itu.


"dokter mau bergabung dengan kita santai santai gitu, ngopi?" tawar Ani.


"mmmmm boleh juga, kebetulan juga lagi santai gak ada kerjaan untuk hari ini" ucap dokter Firman.


"kalo gitu kuyyy, cap cus kita kesitu" tunjuk Dina kesebuah meja di pojokan cafe itu.


Setelah santai ngobrol bareng, makan dan minum kini Nadia, Ani, Dina, Putry dan dokter Firman menyudahi dan berpamitan pulang.


"Nadia loe pulang sama siapa?" tanya Putri.


"gua naik taxi" ucap Nadia.


"biar saya yang anterin kamu pulang" ucap dr Firman.


"makasih dok, biar saya pulang pakai taxi aja"


" iya mending loe sama dr ganteng aja lebih aman" celutuk Ani yang dapat pelototan dari Nadia, yang di pelototi hanya cengengesan nyengir kuda.


"ya udah ayo!" dr Firman menarik tangan Nadia.

__ADS_1


"cie cie cie! Dok jagain sahabat kita ya" teriak Ani, Dina , dan Putry bersamaan.


Dr Firman hanya menjawab dengan jari tangan membentuk hurup O yang arti nya Ok.


****


Di perjalanan Nadia hanya diam, Nadia hanya menunduk. Dokter Firman memperhatikan Nadia, dan ia baru sadar kalo ada yang lain dari penampilan Nadia.


"Mmmm udah berapa bulan Nad?" tanya dokter Firman memecahkan keheningan.


"Hah i-iya ka , kenapa?" tanya Nadia, Nadia kurang fokus karna pikiran nya kemana mana.


Dokter Firman tersenyum. " usia kandungan kamu udah berapa bulan?"


"Oh udah 5 bulan dok"


"kamu tinggal di apartemen dr Raisa?"


"iya dok!" jawab Nadia.


"sama suami kamu tinggal disana ?" dokter Firman mulai kepo.


Nadia tidak menjawab, dia hanya diam dan menunduk. Dokter Firman merasa Nadia tidak mau menjawab dan ia tidak ingin memaksa kan Nadia, ia takut nanti Nadia menjadi tidak nyaman.


"ok udah sampai!" mobil yang di kemudikan dokter Firman sudah sampai di depan apartemen nya dr Raisa.


"ok, makasih ya dok, sekali lagi makasih udah nolongin dan mau antarin saya pulang" ucap Nadia sopan. Nadia mau keluar namun tangan nya di tarik dokter Firman akhirnya Nadia mengurungkan untuk membuka pintu mobil.


"eitss... tunggu dulu, sebagai ucapan terimakasih kamu bagaimana kalo aku save no kamu,Β  kamu save no aku" dokter Firman memberikan ponsel nya kepada Nadia. Nadia nampak berpikir sejenak, ia merasa tidak enak kepada dr Firman kalo dia menolak kemudian Nadia mengambil hp di tangan dr Firman.


"itu udah dok, makasih!" Nadia tersenyum.


"ok , thanks juga" ucap dr Firman dengan senyuman manis nya.


Nadia turun dari mobil dan berjalan melangkahkannkaki nya memasuki apartrmen nya dr Raisa.


"gua kaya nya harus cari informasi dengan dr Raisa" gumam dr Firman dalam hati nya ketika melihat Nadia sudah menjauh dari mobil nya.


bersambung


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“

__ADS_1


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“


__ADS_2