
Di inggris
"No daddy, aku gak akan menikahi wanita itu" kata Raka tegas.
"bahkan aku yakin kalo anak yang di kandung nya bukan lah darah daging ku" tambah Raka lagi.
Raka, daddy Raka dan Meli sekarang ada di kamar apartemen nya Raka karena Meli minta pertanggung jawaban Raka dengan meminta tolong sama daddy nya Raka.
"Raka, kamu keterlaluan ,anak yang aku kandung ini anak kamu Ka". kata Meli dengan air mata nya, ntah air mata sungguhan atau air mata buayaπ
"Raka, daddy minta kamu bertanggung jawab dengan perbuatan mu!" titah daddy Raka.
"Ck... kalian pikir aku bodoh... ok kita laku kan tes DNA, kalo memang itu anak aku maka aku akan bertanggung jawab".
"tapi anak ini.belum lahir Ka" kata Meli lirih.
"kita bisa lakukan tes Dna meski anak ini belum lahir" kta Raka.
"tapi itu terlalu berbahaya" kata Meli.
"ok kita tunggu sampai anak ini lahir , dan kita lakukan tes DNA setelah anak itu lahir, keputusan daddy sudah bulat dan tidak ada bantahan!" kata daddy Raka tegas dan tidak ingin ada bantahan atau penolakan, Raka yang tau kalo daddy nya sudah seperti itu tidak bisa di bantah maka mau tidak mau terpaksa Raka menunggu sampai anak nya Meli lahiran. Meli bersorak senang di dalam hati nya.
__ADS_1
πππππππ
Hari berganti hari, bulan berganti bulan , perut Nadia pun sudah semakin membesar dengan usia.kandungan sembilan bulan,dokter Firman tidak menyerah begitu saja mencoba untuk mengambil hati Nadia dan membuat Nadia menerima cinta nya. Namun sampai sekarang Nadia tidak menerima cinta dokter Firman, Nadia trauma akan yang nama nya cinta, meski Nadia akui ia merasa nyaman, tenang dan aman bila bersama dokter Firman.
Semakin hari Nadia semakin dekat dengan dokter Firman, Nadia senang ia bukan hanya memiliki kaka nya Ian dan dr Raisa yang menyayangi nya, namun juga ada dokter Firman yang menyayangi nya bahkan sudah seperti suami siaga saja, Ian dan dokter Raisa pun merasa bahagia melihat Nadia yang sudah bisa senyum dan ketawa bila bersama dokter Firman.
"Nadia jalan nya hati hati dong sayang!" kata dokter Firman yang melihat Nadia jalan nya tidak fokus kedepan namun mata nya kemana kemana melihat pernak pernik bayi karna begitu semangatnya, Nadia dan dokter Firman sekarang ada di sebuah mall mereka membeli perlengkapan bayi. Sungguh dokter Firman udah seperti suami siaga ye π
"maaf ka Nadia terlalu semangat" Nadia nyengir kuda menampkaan gigi nya yang putih. Dokter Firman melihat seperti itu merasa gemes, ia mengacak ngacak rambut Nadia, kemudian merangkul Nadia berjalan.
"ok sekarang kita mulai dari mana dulu belanja nya ? " tanya dokter Firman.
"gak apa apa beli aja, kan bisa di taro di kamar kamu, biar kamar kamu sama anak kamu jadi satu aja" kata dokter Firman.
"bisa aja kalo Nadia mau pindah keapartemen aku" goda dokter Firman.
Nadia dan dr Firman belanja beberapa keperluan untuk bayi Nadia, yang aneh nya malah dr Firman yamg belanja nya malah lebih rempong.
Bahkan Nadia dan dr Firman sesekali berdebat masalah warna, namun akhir nya di beli dokter Firman semua warna biar tidak bingung dan tidak ada perdebatanπ
Nadia merasa lelah karena belanja berjam jam, dokter Firman yang melihat keringat Nadia di dahi segera ia sapu dengan sapu tangan nya. Nadia yang di perlaku kan seperti itu tentu saja hati nya merasa hangat namun sayang Nadia masih trauma dengan cinta.
__ADS_1
"capek .. hhmm?" tanya dokter Firman yang melihat Nadia sudah mulai ngos ngosan. Nadia hanya mengangguk.
"makan dulu ya, sekalian istrahat bentar, baru kita pulang" ajak dokter Firman ia menarik tangan Nadia membawa Nadia ketempat makan yang ada di mall itu.
Nadia dan dr Firman sudah duduk didalam restoran, Nadia dan dr Firman mengobrol ringan semabri menunggu pesanan mereka datang.
"Nadia!" panggil seseorang.
Nadia yang merasa nama nya dipanggil pun menoleh dan betapa kaget nya Nadia sekarang ia bertemu mommy nya Raka lagi, Nadia merasa gugup, takut, kecewa. Dr Firman menggenggam tamgan Nadia memberi kekuatan.
"ha-hallo mommy" sapa Nadia ramah.
"hai Nad, mommy kangen banget sama kamu dan teman teman kamu, kalian udah gak pernah main lagi sama mommy" basa basi mommy nya Raka, padahal mommy Raka tau betul kenapa Nadia dan yang lain nya tidak pernah main kemansion nya lagi karena Raka sudah tidak ada di Indonesi, mommy Raka menghampiri Nadia mencium pipi Nadia dan memeluk nya, setetes air mata jatuh kepipi mommy nya Raka segera di hapus nya karna tidak ingin Nadia tau, sebenar nya mommy Raka merasa sedih dan bersalah karna tidak bisa berbuat apa apa dengan Raka mau pun Nadia.
~bersambung~
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
π I LOVE YOU ALL π
__ADS_1