
Setelah membeli obat buat Nadia, Ian langsung berjalan melangkahkan kaki nya kekamar Nadia.
"Apa Nadia sudah sadar?" Tanya Ian pada mamah Ros.
"Belum" mamah Ros terlihat cemas.
"Mamah istrahat gih, biar Ian yang jaga, papah dimana ?"
"Papah di ruang kerja"
"Ya udah mamah istrahat, biar Ian yang jaga Nadia!"
"Biar mamah aja disini, kamu besok kan kerja"
"Udah gak apa apa kok mah, mamah istrahat ya" ucap Ian lembut , sebenar nya Ian menunggu Nadia sadar dan membicarakan masalah kehamilan nya tanpa sepengetauan mamah dan papah nya.
"Ya udah mamah kekamar dulu, nanti kalo Nadia sudah sadar panggil mamah!"
"Siap komandan" Ian berucap tegas dan memberi hormat seperti saat upacara.
"Issh dasar anak ini" mamah Ros mencubit perut anak sulung nya itu.
Ian menutup pintu kamar Nadia, di pandangnya wajah adik kecil nya itu, Ian menjambak rambut nya sendiri.
"Aaagghh kamu kenapa sampai bodoh seperti ini sih Nad" Ian berbica sendiri sembari ******* ***** rambut nya prustasi.
Ian duduk di sofa yang ada di kamar Nadia, di pandang nya wajah adik nya itu, tidak lama mata yang tadi terpejam kini mulai mengerjap ngerjap kan mata nya, Nadia membuka mata nya, Ian melihat sang adik sudah sadar ia pun menghampiri adik nya Nadia.
__ADS_1
"kaka!" lirih Nadia, kepala nya masih terasa agak pusing.
Ian diam sejenak meredam emosi nya, ia tarik nafas dalam dan ia hembuskan nafasnya dengan kasar. Nadia yang melihat kaka nya seperti itu bingung dan juga takut kaka nya Ian sudah mengetahui kehamilan nya.
"masih pusing?" tanya Ian kepada Nadia.
"hhmm" Nadia mengangguk, ia ******* ***** jari jemari nya sendiri karna merasa gugup.
"minum dulu obat nya!" Ian memberikan obat dan segelas air putih, Nadia langsung meminum obat dan meletakan gelas nya di nakas.
"Nad, gua mau bicara serius sama loe" ucap Ian tegas.
"b-bicara a-apa ka?" Nadia nampak gugup.
"loe tadi pingsan , gua panggil dokter Raisa, dan dia bilang ke gua kalo loe sudah hamil" ucap Ian suara nya tertahan karna merasa kan kecewa,marah,sedih kepada adik semata wayang nya itu.
"kecewa gua kecewa kenapa loe sampai bodoh kaya gini" ucap Ian , Nadia masih menangis terisak.
"kalo sampai mamah&papah tau gimana coba" Ian menjambak rambut nya menahan emosi nya.
"apa loe sudah bilang sama Raka?" tanya Ian kepada Nadia.
Nadia menggeleng. "hp Raka gak bisa di hubungin ka" ucap Nadia di sela sela tangis nya.
"ya udah besok kita samperin ke rumah Raka, loe omongin sama Raka, masalah mamah sama papah ntar gua pikirin gimana cara ngomong nya" ucap Ian.
"sekarang loe istrahat jangan sampai loe kecapean dan kenapa kenapa, gua balik kekamar gua dulu" Ian beranjak dari duduk nya.
__ADS_1
Kini hanya Nadia sendiri di kamar nya, Nadia menangis, kini perasaan nya campur aduk ia takut, sedih, kecewa dan marah terhadap diri nya sendiri. Nadia ambil hp nya yang ada di nakas, ia mencoba menghubungi Raka namun tetap hp Raka tidak bisa di hubungi.
"aahhhhhh.... Raka kemana sih?" ucap Nadia prustasi memukul mukul bantal, ia menangis terisak. Lama Nadia menangis akhirnya mata itu pun mulai lelah dan akhir nya tertidur.
*********
Kini Raka sudah tiba di London Heathrow Airpot, merupakan bandara tersibuk dan terbesar di inggirs. Raka langsung di sambut oleh orang orang dari daddy nya.
"silahkan tuan muda!" orang suruhaan daddy nya Raka membungkuk kan badan setengah sembari membukakan pintu mobil buat Raka. Raka langsung masuk kedalam mobil.
Di perjalanan Raka teringat Nadia, di cari cari nya hp nya namun tidak ada.
"si al , kemana hp gua" Raka terlihat prustasi.
"perasaan tadi sudah gua masukin di tas, bre ng sek pasti ini kerjaan daddy." geram Raka.
Raka kesal hendak menghubungi Nadia namun tidak bisa karna hp nya tidak tau kemana, mungkin saja ini kerjaan daddy nya pikir Raka.
"maafin aku ya sayang aku pergi tidak sempat pamitan" ucap Raka lirih sambil mengusap ngusap foto ukuran kecil yang ada di dompet nya, foto diri nya dan Nadia tersenyum. Senyuman yang membuat hati Raka selalu merasa hangat,tenang dan damai. Raka terisak diam diam, air mata nya lolos keluar, di usap nya air mata yang sudah lancang keluar membasahi pipinya. Kini hati Raka hancur.
Raka berpikir ia tidak bisa terpuruk dengan kesedihan saat ini, ia harus semangat menghadapi semua, ia harus semangat belajar agar bisa lulus dan pulang ke Indonesia.
"tunggu aku pulang, sayang ku" Raka mencium foto ukuran kecil itu, di sandarkan nya punggung nya di pejamkan mata nya, Raka merasa lelah, ia memilih istrahat sejenak di perjalanan menuju ke apartemen nya.
ππ KASIH LIKE, LIKE, LIKE, LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA YA SAYANG SAYANGNYA AUTHORππ
ππSALAM CINTA,SAYANG,DAMAI DARI AUTHORππππ
__ADS_1