
kini tangan Raka sudah menjelajahi lekuk tu buh Meli, Raka mengira diri nya sedang ber cin ta dengan Nadia wanita yang ia cintai. Tangan Raka berhenti di gunung kembar nya Meli, me re mas kuat gunung kembar nya itu, mempelintir choco chip yang ada di gunung kembar nya Meli.
"Aagghhhh.." Meli men de sah nikmat ketika merasakan tangan yang begitu lihai me re mas dan memplintir gunung kembar serta choco chip yang ada di puncak gunung kembar nya itu.
"Agghh Raka saaa...yyyaaang, kamu pintar, sungguh ini sangat nikmat" Meli berucap sambil men de sah.
Kemudian tangan Raka suda berpindah kebawah, menuju goa nya Meli, Raka melepaskan pakaian Meli, setelah berhasil melepaskan semua pakaian yang ada ditubuh Meli, kini ia mensejajarkan wajah ny di depan lobang goa nya Meli, dimasukan nya dua jari nya kelobang goa Meli.
"Agggghhhh... Raka" pekik Meli enak ketika jari jari Raka keluar masuk lobang goa nya, Raka menambahkan jari nya lagi, 3 jari Raka keluar masuk lobang goa nya Meli.
"Aaagghhh yeesss... Raa..kkk...aa, ohhh.. Lebih cepat sayang" rucau Meli. Raka semakin mempercepat gerakan tangan nya beserta tarian li dah nya.
"Aagghh.. Agghhh. Aaagghh.." Meli men de sah sembari menjambak lembut Rambut nya Raka. Kemudian Raka mearahkan anaconda nya kelobang goa nya Meli.
"Agghh Nadiaa, aku mencintai mu" ucap Raka tanpa sadar kalo wanita di depan nya adalah Meli.
"Bre ng sek, sempat sempat nya nama wanita itu yang loe sebut, tapi terserahlah, loe sudah masuk kepermainan gua" umpat Meli dalam hati yang masih tetap me nik ma ti permainan dari Raka meski merasa kesal, pkali ini Raka bermain agak kasar efek obat yang di berikan Meli, sesekali Meli memekik sakit karna permainan kasar nya Raka.
Setelah melakukan penyatuan dengan waktu berjam jam akhir nya Raka sampai di puncak nya . Meli terkulai lemah begitu juga dengan Raka.
_____*****_____
Dirumah Nadia nampak gusar memikir kan Raka , ntah kenapa perasaan nya tiba tiba tidak tenang memikirkan Raka."Kemana sih Raka tumben gak ada nelpon atau chat?" gumam Nadia sembari melihat layar hp nya, namun tidak ada notifasi dari Raka.
"Semoga saja tidak terjadi jadi apa apa" Doa Nadia, hati kecil nya sangat kuatir dan takut terjadi sesuatu dengan Raka.
__ADS_1
Tidak terasa sang surya pun sudah mulai tenggalam dan di ganti kan sang rembulan, namun malam ini tidak seperti malam sebelum nya, malam ini seperti menggambarkan perasaan Nadia, malam ini sinar rembulan nampak redup dan tidak ada bintang bintang yang menghiasi langit,malam ini terlihat mendung sama seperti perasaan Nadia.
Di lain tempat, di kediaman Raka tepat nya di kamar nya Raka terlihat dua orang anak manusia sedang tertidur dengan lelap tanpa menggunakan sehelai benang pun di tu buh mereka, tidur dengan posisi berpelukan seperti orang yang saling kasih tapi nyata nya Raka mengira ia masih bersama Nadia.
"Mmmmppphhh" Raka terbangun dengan kesedaran belum sepenuh nya pulih Raka merasa bingung melihat keadaan nya yang tidur tanpa sehelai benang dan ada seseorang perempuan yang tidur di ranjang nya memeluk dirinya,seketika Raka sadar dengan apa yang terjadi, emosi nya pun memuncak tanpa lembut lembut nya ia membangun kan Meli yang sedang tidur.
"Heeiii, bangun!" Raka menggoyangkan badan Meli dengan kasar.
"ba ng sat, loe sengaja ngejebak gua dengan kasih obat perasangsang di minuman yang loe kasih ha ?" Bentak Raka.
Meli menatap Raka dengan santai sembari menyunggingkan sebuah senyuman. "santai aja sih lo Ka , dulu juga kita sering ngelakuin beginian waktu pacaran, sering banget malah" kata Meli dengan santai nya dengan wajah tanpa dosa.
"lo juga keenakan, sangat me nik ma ti tubuh gue saat gue menggoyang lo di atas, malam tadi lo sangat ganas dan panas bikin gue jadi nya merasa sangat puas, ternyata lo sama seperti dulu sangat pintar dalam memuskan" tambah Meli lagi.
"Ciihh" Raka berludah kesamping.
"Sekarang beresin pakaian loe, KELUAR DARI KAMAR GUA SEKARANG JUGA!" Teriak Raka dengan emosi.
Meli tersenyum dengan santai nya ia beranjak dari tempat tidur Raka, memakai pakaian nya. "Santai aja kali sayang, orang kamu juga keenakan kok, oh ya kalo lo gak percaya gue ada kok rekaman kita ber cin ta kalo lo mau liat itu sudah gue kirim ke hp lo, tadi nya gue hampr saja salah kirim ke Nadia, coba aja kalo tadi gue salah kirim bisa bisa..... ntah lah lo pikir dan bayanfkan sendiri! " ucap Meli sebelum meninggalkan kamar Raka, ia berjalan menuju pintu kamar Raka, namun langkah nya tertahan sebelum ia melangkah lagi ia membisiki Raka.
Raka mengepalkan jari jemari nya. Ia tau sekarang ia sedang masuk keperangkap Meli. Setelah Meli pergi meninggalkan kamar Raka, Raka langsung berteriak dan menjambak jambak rambut nya.
Setelah tenang Raka menelopon Nadia, ingin rasa nya ia mencerita kan apa yang terjadi dengan nya, namun ia tidak tega melihat Nadia bersedih.
📲 : "Hallo sayang" sapa Raka.
__ADS_1
📲 : "Raka, ya ampun kamu kemana aja, seharian gak hubungin aku, kamu gak tau seperti apa aku disini mikirin kamu?" Nadia berucap dengan nada yang sangat khawatir.
📲 : " maaf sayang aku gak ngabarin kamu, hari ini tadi orang tua ku datang, dan aku menemani mereka seharian, setelah selesai nemani ortu ku, aku langsung hubungin kamu deh " jelas Raka, di hati kecil Raka ia nampak merasa sangat bersalah sudah membohongi Nadia, ia tau Meli pasti akan melakukan sesuatu kedepan nya nanti, namun masalah itu nanti Raka pikirkan lagi yang jelas saat ini ia tidak mau Nadia sedih atau pun curiga tidak percaya dengan Raka.
📲 : "syukur lah kalo kamu gak kenapa kenapa, aku takut aja kamu di culik mak lampir Meli itu" canda Nadia namun bagi Raka itu seperti hantaman kedirinya.
📲 : "apa sih sayang aku, emang kamu rela apa kalo aku sampai di culik mak Lampir hhmm?"
📲: "kalo kamu di culik mak Lampir Meli pasti lah aku tolongin, tapi kalo kamu suka diculik sama itu mak Lampir jangan harap bakalan ketemu aku lagi, aku pasti in aku juga di culik pangeran tampan yang lain"
📲: "heeey berani kamu , awas aja kalo sampai kamu berani berani jalan dengan yang lain!" Ancam Raka.
📲: "udah malam, kita tidur yuk!"
📲: "ok cinta, sampai ketemu besok di sekolah ya"
📲 : "iya Raka ku sayang"
📲: "Nadia, aku cinta kamu, berjanjilah apa pun masalah yang nanti kita hadapi, kamu janji tidak akan meninggalkanku dan janji kamu percaya dengan penjelaskan ku tidak perduli bagaimana pun keadaan suatu saat nanti"lirih Raka.
📲: "kamu kenapa sih Ka, memang nya terjadi sesuatu ?" Lidik Nadia.
📲: "tidak ada, aku hanya takut nanti kedepan nya terjadi hal hal yang tidak kita inginkan, nama nya juga hidup, ya jelas kan sayang lika liku hidup itu pasti ada, namun aku inggin kamu berjanji seperti yang aku mimta tadi" jelas Raka.
📲: "iya Raka aku janji, ya udah tidur yuk, I love you Raka"
__ADS_1
📲: "I love you to Nadia".