Beautiful Sin

Beautiful Sin
dr Firman dan orang tua nya kerumah Nadia.


__ADS_3

Hari ini dr Firman serta kedua orang tua nya akan kerumah orang tua Nadia nanti malam untuk melamar Nadia, dirumah Nadia, dr Raisa dan mamah Ros sedang sibuk didapur dengan acara masak masak nya malam ini.


Orang tua dr Firman sudah tau Nadia mempunyai seorang putra, dr Firman sudah menceritakan dan menjelaskan tentang masa lalu Nadia, mereka tidak mempersalahkan masa lalu Nadi, setiap orang mempunyai masa lalu mau itu kisah baik atau buruk, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan tidak ada yang nama nya manusia suci bersih dari rasa salah dan dosa.


Bagi mereka  kebahagian anak semata wayang nya itu lebih penting, untuk masa lalu Nadia mereka tak ambil pusing yang penting sekarang dan kedepan nya Nadia mencintai tulus anak nya, baik hati nya, orang tua dr Firman yakin dan percaya anak nya bisa jadi suami yang baik, ayah yang baik untuk Nanda dan anak anak nya nanti.


Malam pun tiba, Nadia, Ani, Dina, Putry sibuk membantu Nadia bersiap merias dari make up serta rambut, mamah dan dr Raisa di dapur menata makanan di meja makan dan kue untuk di bawa keruang tamu, Ian tugas menidurkan Nanda, dan papah lagi diruang kerja sembari menunggu kedatangan dr Firman dan orang tua nya.


"Perfect!" kata Putry, Dina dan Ani setelah selesai merias wajah serta rambut Nadia.


"wah ternyata kita ada bakat guys buat jadi MUA" seloroh Ani setelah melihat penampilan Nadia hasil karya mereka bertiga.


"iya, bagaimana kalo.kita buka jasa make up, cantik banget guys maha karya tangan kita" kata Dina.


"ck, emang dasar nya gua itu cantik jadi mau bagaimana pun ya hasil nya pasti cantik" kata Nadia percaya diri ia sengaja membuat kesal sahabat sabahat nya itu, sebenar nya ia juga memuji hasil.make up sahabat sahabat nya itu.


"cih bukan bilang terimakasih kek atau apa gitu sudah di make up ini, malah tidak mengakui kalo memang tangan kita ini tangan ajaib" kata Putry kemudian mereka berempat ketawa. Begitulah Nadia dan sahabat sahabat nya itu kalo berkumpul saling mengejek namun mereka juga saling menyayang dan melindungi.


Firman dan orang tua nya telah sampai di kediaman Nadia, Firman, orang tua Firman serta orang tua Nadia kini sudah berada di ruang tamu.


"Ian tolong panggil Nadia nak! Bilang nak Firman dan orang tua nya sudah datang" kata mamah Ros meminta Ian memanggil Nadia.


Ian berjalan kekamar Nadia, di depan pintu kamar Ian tidak langsung masuk Ian berdiri melihat adik nya yang terlihat bahagia, lama sekali Ian tidak melihat senyum seperti itu di wajah Nadia.


"Cie yang bentar lagi mau kawin, ah kok rasa nya baru kemarin adik kaka ini masih kecil suka di gendong dan nangis minta beliin es cream, sekarang udah mau nikah aja" kata Ian setelah masuk kekamar Nadia berjalan mendekat Nadia, Ian terharu bahagia melihat adik nya  akhir nya bisa tersenyum bahagia, mengingat Nadia dulu yang sempat despresi.


"ah kaka, Nadia mewek kan jadi nya, Nadia sayang kaka"  Nadia memeluk sayang kaka nya Ian, Nadia terisak di pelukan kaka nya.

__ADS_1


"makasih ya ka udah selalu disamping Nadia, maafin gua ya ka jadi adik hanya bikin kaka susah gak bisa banggain kaka" kata Nadia yang  semakin mengeratkan pelukan nya.


Ian menghapus segera ujung mata nya yang tanpa permisi mengeluarkan air mata, ia mengusap punggung adik kesayangan nya itu.


Dina, Ani, Putry yang melihat drama adik kaka itu juga ikutan terharu, terlihat mereka juga ikutan menangis.


Nadia mengurai pelukannya dengan kaka nya. "untuk kalian thanks banget ya kalian memang sahabat terbaik gua, makasih juga selama ini kalian selalu ada buat gua" mereka semua berpelukan termasuk Ian.


"hay sudah jangan nangis make up nya nanti luntur" Ian mengusap pipi adik nya.


"iya , kita kita udah penuh perjuangan makeup in lo dan buat lo jadi sangat cantik malam ini" kata Dina.


"astaga , gua kan tadi kesini buat manggil lo kebawah tu calon suami sama camer lo udah datang, ayo kebawah " kata Ian.


"kalian juga ayo kebawah!" ajak Nadia.


"kami disini aja, nanti kalo kita kebawa yang ada risuh nanti" kata Ani terkekeh.


Dr Firman tidak mengedipkan mata nya melihat Nadia berjalan dengan Ian untuk menemui nya dan orang tua nya, Nadia terlihat cantik dan anggun dengan pakaian nya malam ini dengan rambut di curly dan di hias dengan jepitan rambut yang menambah kesan elegan.


"malam om, tante" sapa Nadia kepada orang tua Firman sopan.


"Nadia kamu cantik sayang, pantas ada yang pengen banget cepat cepat nikah, wong cantik nya kebangetan gini" kata mamah nya dr Firman memuji kecantikan Nadia, Nadia tersenyum hangat ke mamah Firman.


"kan lebih cepat itu lebih bagus mah, kalo ntar ntar takut nya banyak godaan nya."  seloroh dr Firman, membuat mereka disana yang mendengar jadi ketawa.


"Nanda mana?" tanya dr Firman.

__ADS_1


"itu lagi tidur!" jawab Nadia.


Lamaran malam itu berjalan lancar , mereka semua menikmati makan malam yang hidangkan di meja makan, makan malam yang hangat di selingi dengan obrolan obrolan ringan, Nadia, Firman dan juga orang tua mereka sepakat pertunangan Nadia dan Firman akan di adakan dua minggu lagi, untuk acara Nikah serta resepsi akan diselenggarakan 3 bulan lagi.


Dr Firman dan orang tua nya pamit pulang, malam ini hati dr Firman serasa berbunga bunga , dr Firman juga tidak lupa untuk bersyukur dalam hati nya karena malam ini berjalam lancar dan sebentar lagi ia akan menikah dengan Nadia, dr Firman senyum senyum sendiri memabayangkan ia dan Nadia berumah tangga nanti.


Setelah Fiman dan orang tua nya pulang Nadia izin masuk kekamar duluan karena masih ada sahabat sahabat nya itu, Nanda malam ini tidur sama oma dan opa nya. Di kamar Nadia mencerita kan saat ia tadi di bawah bertemu dengan camer karena sahabat sahabat nya itu sangat kepo meminta Nadia mencerita kan.


"selamat ya Nad, bentar lagi lo akan jadi istri orang, semoga keputusan ini dan dr ganteng itu adalah kebahagiaan lo, kita ikutan senang sekaligus sedih karenga kita belum laku" kata Ani yang mendapat tiga geplakan di dahi ny.


"sakit anj*ng!" kata Ani kesal, yang lain hanya ketawa.


"akhir nya sahabat kita udah satu guys yang sold out, habis ini ntar siapa lagi ya? semoga aja kita secepat nya ketemu ama jodoh masing masing ya guys" kata Putry.


"aminn, semoga aja ntar jodoh gua mirip sama Lee Min Ho atau Leonardo Decaprio" kata Dina dengan mata berbinar membayangkan suami masa depan nya, Dina juga ikut dapat tiga geplakan di dahi.


"cih jangan terlalu tinggi ntar lo gila, kalo jatuh sakit"' kata Nadia.


"woy sadar diri muka lo kaya panta* panci gak pantas dan gak usah lo menghayal dapat laki ntar yang mirip artis!" cibir Ani ke Dina.


"ish kalian ini kenapa sih jahat banget bukan nya di aminin, lagian masalah dengan kalian apa serah gua lah menghayal apa juga lagian menghayal gak ada larangan dan gak bayar juga kan" kata Dina kesal, yang lain ketawa.


Dina, Ani, Putry malam ini menginap di rumah Nadia. Nadia, Dina, Ani, Putry lanjut mengobrol membahas mulai dari yang penting sampai yang gak penting dan ujung ujung nya mereka berdebat.


~bersambung~


💓💓 hai terimakasih sudah membaca  dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya💓💓

__ADS_1


💓💓SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR💓💓


💓 I LOVE YOU ALL 💓


__ADS_2