Beautiful Sin

Beautiful Sin
bertemu sahabat


__ADS_3

Nadia dan dr Raisa kini sedang sibuk di dapur memasak untuk nanti makan bersama sama dengan Ian, Ani, Dina dan Putry.


"Akhir nya selesai juga" ucap dr Raisa senang, ia terlihat sedikit berkeringat di dahi nya.


"Iya ka alhamdulillah semua masakan kita akhir nya sudah selesai. Nadia bawa kemeja makan sekarang ya ka, sebentar lagi ka Ian dan yang lain nya pasti datang, bentar lagi sudah masuk jam makan siang" Nadia berlalu membawa hidangan yang di masak kemeja makan.


"Ok, kaka mau bersihin badan bentar ya, gak enak rasa nya lengket. Gak pa -pa kan kaka tinggal bentar ya?"


"Iya ka santai aja, cuman tinggal bawa semua nya ini kemeja makan doang kok" ucap Nadia dengan senyuman.


Dr Raisa berlalu, berjalan kekamar nya kemudian masuk kekamar mandi nya untuk membersih kan badan nya yang terasa lengket. Setelah 25 menit membersihkan badan dr Raisa keluar dengan bersamaan bunyi bel.


Ting Tong..


"Kaya nya udah pada datang " dr Raisa hendak menuju pintu.


"Biar Nadia saja ka" Nadia berjalan membuka kan pintu.


"Nadia!" seru Ani, Dina, Putri bersamaan. Mereka langsung berpelukan, mereka sama sama merasa begitu rindu kebersamaan, lama tidak bertemu dan tidak ada kabar nya bahkan Ani sepupu Nadia saja tidak mengetaui.kabar nya Nadia. Mereka sudah pernah mencari Nadia kerumah nya, namun tidak ada satu orang pun yang berhasil mereka temui, dan tiba tiba Ian kaka Nadia menghubungi mereka dan bilang Nadia ada di apartemen dr Raisa, meski mereka menerka nerka ada yang di sembunyikan Nadia tapi mereka tidak ingin terlalu menyinggung masalah ini sebelum Nadia nanti yang cerita sendiri.


"Nadia kami begitu kangen dan khawtir sama loe, loe kenapa gak bisa di hubungin  sih? trus juga gak ada hubungin kita kita" Ani langsung protes dengan Nadia.


"Iya, tega banget sih loe. Si Raka juga sama gak ada kabar dan gak bisa di kabarin" celetuk Dina, di angguki Ani dan Putry.


Mendengar nama Raka wajah Nadia langsung berubah menjadi sendu, ia merasa rindu dengan Raka,  rindu juga waktu ngumpul dengan Raka, Ani, Dina,Putry. Nadia mengusap perut nya yang rata. "Sayang kita harus kuat" batin Nadia.


"Masuk dulu dong, masa ngobrol nya di depan pintu sih!" ucap Ian ketika melihat wajah adik nya yang berubah sendu ketika teman teman nya menyebut nama Raka.


Mereka semua pun masuk kedalam, kini semua sudah berkumpul di meja makan.


"Ayo silahkan dimakan!" ucap dr Raisa lembut sembari tersenyum.

__ADS_1


Mata Ian pun tidak lepas menatap dr cantik nya itu. Ian merasa benar benar sudah terjatuh dalam cinta nya dr Raisa.


"Makasih Ca sudah bikin ini semua" ucap Ian tulus.


"Sama sama, ayo.di makan !" titah dr Raisa lagi.


"Ehem ehem kaya nya ada lagi yang lagi kasmaran niye" ledek Ani dengan Ian.


"Ya kali ka Ian pandangin ka Caca begitu banget " ledek Ani lagi, dr Raisa memang teman Ian dari dulu dan sudah kenal lama dan baik dengan Nadia dan Ani , karna Ani juga sering main kerumah Nadia dan jalan juga dengan Ian,Nadia dan dr Raisa.


"Apa sih loe Ani? Rese deh"  seketika Ian dan dr Raisa jadi salah tingkah.


Ani dan yang lain nya melihat dr Raisa dan Ian salah tingkah kaya anak abg yang lagi jatuh cinta jadi ketawa cekikikan.


"Eemmm enak banget masakan nya" celetuk Dina.


"Loe mah semua makan juga di bilang enak terus, semua juga bisa loe makan apa sih yang gak bisa di makan sama loe dan.gak di bilang enak" ucap Putry


"Emang gua kanibal atau buaya gitu, buaya kan.gak ada lidah nya jadi gak tau sama rasa " ucap Ani.


"Udah udah makan dulu baru nanti debat nya" ucap dr Raisa menyudahi perdebatan unfaedah itu.


"Maaf ya ka mereka emang begitu kalo sudah ngumpul apa lagi kalo makan makan gratis ya.begini" seloroh Nadia tersenyum. Ian yang melihat adik nya tersenyum.ikut senang, sudah lama Ian tidak melihat senyum dari bibir adik nya itu 


Setelah selesai acara makan makan kini Nadia, Ani, Dina dan Putry duduk santai di karpet bulu di ruang tv apartemen nya dr Raisa, sedangkan dr Raisa dan Ian kembali bekerja. Ian kembali kekantor dan dr Raisa ada panggilan mendadak dirumah sakit.


"Nad, loe kenapa sih jadi menghilang, loe ada masalah ya jadi sampai loe tidur disini?" tanya Ani.


"iya ada apa sih Nad, please cerita dong, kita kah sahabatan! Raka juga sama gak bisa di hubungin juga sama gak ada kabarnya" gerutu Putry.


Mendengar nama Raka tanpa izin air mata Nadia jatuh membasahi pipinya.

__ADS_1


"Nad loe kenapa, loe nangis?" tanya Dina prihatin sekaligus heran. Dina, Ani, Putry mendekat dan memeluk Nadia.


"cerita dong Nad, siapa tau dengan loe berbagi cerita dengan kami itu akan meringankan loe, tapi kalo loe belum siap cerita kita gak maksa juga!" ucap Ani. "tapi please jangan nangis ya!" Ani mengurai pelukan nya.


"g-gua sebenar nya di usir sama papah" ucap Nadia lirih terbata bata.


"what?" ucap Ani, Dina, Putry serempak merasa kaget.


"kenapa jadi  loe di usir sama bokap loe? Emang kesalah apa yang sudah loe buat Nadia?" tanya Putry


"g-gua sebenar nya sekarang lagi..." Nadia menggantung kata nya , rasa nya ia sangar malu mengakui nya namun ia juga ingin bercerita kepada sahabat nya agar sesak di dalam.dada nya berkurang.


"kenapa Nad jangan bikin kita khawatir gini dong !" ucap Ani.


"g-gua hamil, hamil anak Raka, dan sekarang gua gak tau Raka ada dimana, kemarin gua dan kak Ian kekantor orang tua Raka, tapi daddy nya bilang Raka sudah tidak ada di Indonesia"  Nadia menjelaskan keadaan nya dan menceritakan semua yang telah terjadi, air mata nya pun keluar deras membasahi pipi mulus nya, tangis nya pilu menyayat hati. Sahabat sahabat nya langsung memeluk Nadia memberi kekuatan terhadap Nadia.


"loe yang sabar ya Nad, kita disini akan selalu ada buat lo dan anak loe untuk selamanya" ucap Ani yang ikut menangis, bagaimana pun Nadia adalah sepupu sekaligus sahabat nya sejak dari sekolah dasar sampai smk mereka selalu satu kelas.


"iya Nad, kita kita semua janji akan selalu ada buat loe dan anak loe" ucap Putru di angguki Dina dan Ani, mereke berempat berpelukan.


Ani mengurai pelukan nya begitu juga Dina dan Putry, Ani menangkup pipi Nadia kiri kanan. "ssst udah jangan nangis lagi ya, loe kuat Nad, loe mesti kuat karna loe sekarang hidup tidak sendirian, jangan nangis lagi dong nanti kami jadi tambah sedih !" ucap Ani dengan senyum hangat nya.


"jangan nangis lagi ya, air mata loe itu terlalu berharga, kami semua selalu ada bersama loe" tambah Ani lagi.


Nadia pun menyapu air mata nya dan menyunggingkan senyum tipis dibibir nya, merekapun saling berpelukan.


bersambung


💓💓 hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya💓💓


💓💓SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR💓💓

__ADS_1


💓 I LOVE YOU ALL 💓


__ADS_2