Beautiful Sin

Beautiful Sin
mamah Ros pingsan


__ADS_3

"Dok tolongin adik saya!" Ucap Ian.


"Untuk keluarga pasien silah kan menunggu di luar ya" ucap salah satu suster.


Ian dan mamah Ros kini menunggu di kursi yang tersedia untuk keluarga pasien yang menunggu. Ian begitu gelisah, cemas dan takut akan kondisi sang adik dan takut kenyataan bagaimana kalo mamah dan papah nya tau,sejenak Ian berpikir cepat atau lambat pasti semua nya akan ketauan.


"Keluarga pasien Nadia!" seru sang dokter.


"Ya dok saya ibu nya" mamah Ros langsung menghampiri dokter yang menangani Nadia.


"Gimana keadaan adik saya dok?"


"Pasien sudah di tangani dengan baik dan tidak ada mengalami sesuatu yang serius, beruntung nya pasien sangat kuat jadi janin yang ada di kandungan nya alhamdullillah masih bisa di selamatkan, namun kondisi nya masih sangat lemah, jadi pasien di sarankan di rawat dulu beberapa hari disini untuk memulihkan si pasien dan janin yang ada di kandungan nya" jelas dokter itu panjang leber.


*DEG


Jantung mamah Ros saat itu rasa nya seketika berhenti berdetak, bernapas pun rasa nya sungguh sangat sulit,mata mamah Ros membulat sempurna, air mata nya pun jatuh deras membasahi pipi nya saat mendengar penjelasaan dokter kalo Nadia anak kesayangan nya yang manja dan selalu patuh dengan orang tua saat ini sedang mengandung. " b-bentar dok, maksud dokter anak saya sedang h-hamil dok?" tanya mamah Ros memastikan, tubuh nya bergetar, Ian yang melihat tubuh sang mamah bergetar langsung merangkul pundak mamah nya dan mengelus elusnya memberi kekuatan.


"pasien saat ini hamil dan usia kehamilan nya sudah memasuki 3 minggu, syukur nya kandungan pasien kuat jadi tidak mengakibatkan keguguran"


"Kedepan nya mohon lebih di perhatikan dan di jaga terutama pola makan sang calon ibu ,dan jangan sampai calon ibu mengalami stres karna itu mempengaruhi janin yang ada di kandungan!" imbuh dokter.


"Ok makasih dok"

__ADS_1


"Sama sama,Kalo begitu saya permisi dulu" Dokter itu melangkah menjauh meninggalkan Ian dan mamah Ros.


"T-t-tidak mungkin, yang di kata kan dokter tadi pasti salah" mamah Ros berkata lirih dengan air mata yang jatuh deras dipipi, ia merasa kecewa dengan putri kesayangan nya itu, seketika mamah Ros pingsan karna syok dengan berita kehamilan Nadia.


"Mah, mamah, mamah, bangun mah!" Ian menggoncang pelan tubuh sang mamah.


"Suster , dokter,, !" Teriak Ian.


Suster dan dokter menghampiri Ian.


"Tolong mamah saya pingsan"


Setelah di periksa dokter mamah Ros mengalami darah tinggi. Tubuh mama Ros masih terlihat lemas, muka pucat itu masih belum membukakan mata nya.


**


Ian duduk di kursi tepat di samping mamah Ros yang saat ini terbaring lemah di ranjang pasien, tangan nya menggenggam tangan mamah Ros.


Perasaan Ian saat ini sangat kacau, marah, sedih, bingung, takut jadi satu. Ia marah kepada Raka dengan berani nya menyentuh adik kesayangan nya, marah kepada Nadia karna terlalu bodoh dengan nama nya cinta. Sedih ya Ian sedih melihat dan mendengar tangis sang adik dan mamah nya, ia bingung karna saat ini tidak tau harus berbuat apa karna keberadaan Raka tidak di ketaui dan takut akan kemarahan papah nya saat mengetahui kehamilan Nadia.


"aagghhhh....! gua harus apa saat ini? ya allah gua sebagai kaka harus berbuat apa?" ucap Ian frustasi dengan suara yang tertahan. Di pandang nya wajah pucat mamah nya. "maafkan Ian mah, Ian sudah gagal menjaga Nadia, Ian sudah gagal menjadi kaka!" ucap Ian lirih, setetes cairan bening pun berhasil mengalir kepipi nya. Ian sungguh merasa gagal jadi seorang kaka.


Tidak lama mamah Ros sadar dari pingsan nya, mata nya mulai terbuka. Ian yang melihat mamah nya membuka mata akhirnya merasa lega.

__ADS_1


"mamah istrahat dulu ya mah!" ucap Ian melihat mamah nya yang baru sadar dari pingsan sudah mau bangun untuk duduk.


"tidak Ian, mamah mau tau keadaan adik kamu!" ucap mamah Ros dengan cairan bening yang membasahi pipi yang sudah mulai keriput.


"tapi mamah baru siuman" ucap Ian.


"antarkan mamah keadik mu!" mamah Ros tetap kekeh ingin melihat keadaan putri kesayangan nya itu.


"ok bentar Ian ambil kursi roda dulu!" ucap Ian.


"tidak usah, mamah masih kuat untuk berjalan" mamah Ros langsung bangun dari tempat nya berjalan lemah bergandengan dengan Ian menuju ruang inap Nadia.




πŸ’—πŸ’—JANGAN LUPA KASIH LIKE,VOTE,KOMEN NYA YA PARA READERS TERCINTA, BIAR AUTHOR NYA TAMBAH SEMANGAT LAGIπŸ’—πŸ’—



πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜YANG SUDAH KASIH LIKE,VOTE,KOMEN NYA TERIMAKASIH BANYAK😘😘πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_1


πŸ’–πŸ’–πŸ˜˜πŸ˜˜SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–


__ADS_2