Beautiful Sin

Beautiful Sin
telpon dari mommy Raka


__ADS_3

πŸ“šπŸ“ (_____)πŸ“πŸ“š


Sesampai dimansion nya, Raka memarkin kan kuda besi nya itu di bagasi mansion nya, di sana tersusun rapi beberap mobil dan motor sport. Setelah itu Raka masuk membuka pintu mansion di sambut bi Inem.


"Tuan muda, bagaimana hari ini uan nya ?" Bi inem menyambut nya dengan senyuman yang hangat, selama ini hanya bi Inem lah yang merawat Raka dari kecil, karna orang tua nya sibuk bekerja. Dari keperluan sehari hari Raka, sampai Raka sakit hanya Bi Inem lah yang selalu ada buat Raka dari bayi dan sampai sekarang. Raka pun sudah meanggap Bi Inem seperti orang tua nya sendiri, karna hanya dari Bi Inem lah dia bisa merasakan belaian hangat kasih sayang seorang ibu. Karna orang tua nya yang selalu sibuk bolak balik pergi keluar kota maupun keluar negri, meski kadang orang tua nya ada di mansion namun tetap mereka sibuk dengan dunia masing masing, kadang Raka di situ merasa diri nya teramat menyedihkan meski di penuhi dengan kemewahan namun minus kasih sayang orang tua.


"Alhamdulillah lancar bi" jawab Raka dan tersenyum ramah.


"Kalo gitu bibi siapin makan dulu ya"


"Iya bi, Raka kekamar dulu"


Setelah masuk kamar Raka membersihkan dirinya, mengganti pakaian nya kemudian turun menuruni anak tanggaa menuju keruang makan.


"Silahkan dimakan tuan muda"


"Makasih bi" Raka tersenyum, sesengguh nya Raka tidak begitu nafsu makan, ia sering kali merasakan kesepian, merindukan hangatnya kasih sayang dan belaian orang tua nya. Di mansion yang besar, di meja makan yang besar hanya ia sendirian makan, tiba tiba Raka merasa dada nya serasa sesak kalo sudah merenungkan masalah seperti ini. Kemudian Raka menarik nafasnya menghembuskan nafas ny dengan kasar, setelah itu ia menikmati makan siang nya yang di masak oleh bi Inem dengan suasana hati yang tidak begitu baik.


************


Hari silih berganti, dan hari ini terakhir siswa siswi mengahadapi uan. Begitu pun dengan Nadia, Raka, Dina, Putry dan Ani, hari ini terakhir mereka mengahadapi uan di SMK HARAPAN.


Setelah selesai mengerjakan ujian akhir sekolah mereka berkumpul di kantin.


"Hallo guys... !!" Sapa Dina dan Ani kepada Nadia, Raka, dan Putry yang duluan di kantin karna mereka selesai terlebih dulu mengerjakan tugas ujian sekolah nya.


"Kok lama sih ?" Tanya Nadia.

__ADS_1


"Capek tau gak, rasa nya otak ini mau meleleh aja, gila hari terakhir ujian tapi otak gua lemot banget, smoga aja nilai ujian gua gak memalukan" keluh Dina, Ani mengangguk membenarkan apa yang di ucap Dina , begitu lah kurang lebih yang di rasa Ani.


"Ya udak makan dulu, pesan dulu sana"


"Mang bakso dan minum nya 2 seperti biasa ya mang!" Teriak Ani.


"Siap neng" kata mang Ujang.


"Ya allah Ni santai aja dong, telinga gua ini kasian, kaya tarzan di hutan aja teriak-teriak loe" ketus Raka.


"Si Ani itu kemakan pengeras suara mesjid yang, maka nya ni bocah ngomong satu kampung bisa dengar" seloroh Nadia, Ani mencebikan bibir nya sewot, dan yang lain nya terkekeh.


Setelah itu tidak lama mang Ujang membawaΒ  napan yang berisi makanan dan minuman pesanan Nadia dan yang lain nya. Nadia, Raka, Putry, Dina dan Ani menyatap lahap bakso mereka karna lumayan lelah menguras tenaga berpikir untuk menjawab soal ujian akhir sekolah. Sedang asik makan dibarengi canda tawa dan celetukan Ani, Dina , Putry yang dominan menggoda Nadia dan Raka, tiba tiba hp ny Raka bergertar, di lirik nya layar hp nya.


πŸ“² "Hallo ..! Ya Dad"


πŸ“² "oh iya, ada apa?"jawab Raka dingin sembari menatik nafas, sekita raut wajah muka Raka berubah, terlihat Raka nampak kurang suka ketika menerima telpon itu, Nadia dan yamg lain nampak bingung melihat wajah Raka yang berubah, itu pun juga bisa di lihat dari sudut pandang Ani, Dina dan Putry.


πŸ“² "iissh... Kamu ini gak kangen apa sama mommy, ujian kamu gimana, lancar gak jawab soal ujian nya?" Tanya mommy nya Raka


πŸ“² "ya lancar, ada apa nelpon Raka?" Raka masih dengan mood dingin nya, padahal jauh di lubuk hati Raka yang terdalam, ia sangat merindukan orang tua nya sekaligus kesal dengan orang tua yang tidak mengerti perasaan anak nya hanya tau nya bisnis dan bisnis, kalo bisa memilih Raka memilih terlahir dari keluarga yang sederhana dengan kasih sayang dan perhatian yang berlimpah yang ia dapat dari orang tua nya, dari pada hidup mewah namun nihil dengan.kasih sayang orang tua.


πŸ“² "oh iya, mommy mau kabarin kamu dua minggu lagi mommy sama daddy kamu balik ke Indo" jelas mommy, Raka diam tidak merespon. "Raka sayang hallo, apa kamu masih ada disana, kok diam sih ?" Tanya mommy Raka, sebenarnnya ia begitu merindukan Raka, namun karna tanggung jawab nya sebagai pemimpin perusahaan yang di wariskan oleh orang tua nya, mau tidak mau membuat mommy nya Raka jauh dari anak semata wayang nya itu, dan sebagai wanita yang melahirkan Raka ia tau kalo Raka kaya nya sudah salah paham dengan orang tua. Biar lah nanti waktu yang akan memperbaiki nya, setelah Raka selesai kuliah ia berharap anak semata wayang nya itu mau meurus perusahaan yang di bangun oleh keluarga nya, dan ia.pun bisa menikmati masa tua nya dengan cucu nya. Membayang itu mommy nya Raka tersenyum.


πŸ“² "oh.. Iya , apa ada lagi yang mau di bahas?" Tanya Raka.


πŸ“² "ih kamu ini udah kaya orang super sibuk aja, telponan sama anak berasa telponan sama ceo yang super sibuk, ya udah mama tutup telpon nya, kamu jaga diri baik baik, jangan rusakin anak orang ya" kata mommy sambil terkekeh. Sebenar nya mommy Raka sudah tau Raka berhubungan dengan Nadia, dan itu tidak masalah bagi nya selagi wanita yang dekat dengan anak semata wayang nya itu membawa hal.yang positif bagi seorang Raka, status sosial bagi nya urusan yang tidak begitu penting, yang penting hati dan ahlak nya, namun berbeda dengan daddy nya yang begitu menyanjung masalah status sosial. Daj jangan heran mommy nya Raka tau dari mana soal Raka dan Nadia, tanpa sepengetauan Raka selama ini Bi Inem selalu memberi kabar berita tentang tuan muda nya kepaea nyonya besar nya itu, itu sudah tugas wajib Bi Inem yang memberi info dengan nyona besar nya, anggap saja tugas tambahan, oh ya jangan lupa juga mommy Raka dapat berita nya dari ulat keket si Meli yang mengadu di telpon. Kemudian telpon di tutup, Raka diam pandangan nya lurus kedepan, melamun dengan raut muka yang sulik di artikan.

__ADS_1


"Siapa.Ka yang nelpon? " Tanya Putri membuyarkan lamunan Raka.


"Nyokap gua" jawab Raka singkat. Ia merasakan firasat buruk, Raka takut nanti orang tua nya mengganggu hubungan nya dengan Nadia.


"Oh gua kira telpon dari pinjol alias pinjaman online soal nya muka.loe kaya model orang lagi di tagih hutang" seloroh Putri dan yang lain ikutan ketawa, alhasil Putry dapat jitakan di kepala nya oleh Raka. Melihat putri kesakitan Raka ketawa puas.


"Ada apa Ka? Kalo ada masalah itu di bagi sama kita kita, kita kan nanti bisa cari sama sama jalan keluar nya" tutur Nadia menggenggam tangan nya Raka dengan mood berganti serius.


Raka membalas genggaman tangan Nadia kemudian tersenyum "gak ada masalah apa apa sayang, cuman tadi membahas yang gak penting aja" jelas Raka sembari mengelus elus punggung tangan Nadia.


Nadia merasa ada sesuatu yang di tutup tutupi Raka, tapi ia enggan memaksa Raka untuk terbuka, mungkin itu privasi Raka atau masalah keluarga Raka pikir Nadia. Begitu juga dengan Ani, Dina, Dan Putry mereka merasa Raka sedang menutupi suatu masalah dari mereka.




\#kira kira apa yang akan terjadi nanti setelah orang tua Raka kembali ke Indonesia ?



\#akan kah terjadi sesuatu yang di takutkan Raka tentang hubungan nya dengan Nadia?



πŸ’“πŸ’“hallo guys jangan lupa kasih LIKE,VOTE dan komen nya ya, biar author nya semangat lanjut nulis cerita myaπŸ’“πŸ’“


__ADS_1


πŸ₯°πŸ’“ salam sayang dan damai dari authorπŸ’“πŸ₯°


__ADS_2