
(contoh pakaian yang di pakai Raka keacara prom night)
***
"Heh buaya lepasin tangan loe itu" Ian berbicara setengah berbisik menyadarkan Raka yang masih memeluk Nadia, Nadia dan Raka tersadar langsung memberi jarak antara mereka.
"Mmmmpp papah" Nadia tersenyum lebar menutupi gugupnya.
"Siapa dia?" Tanya papah Leman bertanya dengan Nadia namun tatapan nya tidak berpaling menatap Raka dengan sangat tajam.
"D-dia ..." Belum selesai Nadia bicara mengenalkan Raka.
"Malam om, perkenalkan saya Raka Ardian" dengan hormat Raka memperkenalkan diri nya sembari membungkukkan setengah badan nya.
"Wah buaya cap kadal ternyata nyali nya besar juga ya, sudah ketangkap basah tapi terlihat tidak kenapa kenapa dan sangat percaya diri ny memperkenalkan diri ke si Raja hutan ckckckck" dalam hati Ian ketawa.
"Raka Ardian ? " ulang papah Leman.
"Iya, saya teman sekolah nya Nadia, dan sekalian saya minta izin mengajak Nadia keacara prom night di sekolah" ucap Raka dengan sopan namun tegas.
__ADS_1
"Apa yakin kalian hanya teman?" Lidik papah Leman.
Nadia terlihat seperti takut, gerogi,kacau lah pokok nya😅. Beda dengan Raka terlihat santai, padahal sesungguh nya Raka merasa sanggat gugup dan takut, apa lagi ketangkap basah memeluk Nadia, takut dapat bogem mentah dan tidak di izinin pergi. Raka hendak berucap menjawab pertanyaan papah lemah namun tertahan karna.
"Raka itu pacar nya Nadia pah, Ian sudah tau, dan tenang saja Ian sudah cek kok pah Raka anak nya baik" Jelas Ian, ia tidak mau papah nya marah marah pada Raka karna penampakan tadi, Ian mencoba merayu dan meyakin kan papah nya.
Kemudian datang mamah Ros dari arah dapur. "Wah pada ngumpul semua"
"Lo kok belum berangkat ntar telat lagi keacara nya?" Tanya mamah Ros yang melihat Raka dan Nadia belum juga berangkat
"Lagi disidang sama bapak hakim" Ian menunjuk papah nya dengan dagu nya sembari memeluk manja mamah Ros, Mama Ros menaikan alis nya terlihat bingung sidang apa yang di maksud Ian dan berharap dapat penjelasan.
"kok masih ditempat, sudah sana berangkat! ntar telat lagi acaranya" ucap Ian lagi, kaka nya Ian memang pengertian banget ya.
"Wooy sama gua gak pamitan?" Teriak Ian.
"Hehehehe Nadia pamit ya kaka aku yang ganteng" Nadia memeluk Ian dengan rasa sayang dan gemas.
"Hati hati!" teriak Ian di teras rumah. Sekita mata Ian terbelalak sempurna melihat Raka membukaka pintu mobil mewah Raka buat Nadia, perlahan mobil Raka melaju menjauh dari rumah Nadia.
"Wah gi la , ternyata si buaya cap kodok itu banyak duit nya, liat aja mobil nya parah keren banget kaya gitu" kagum Ian.
__ADS_1
"Wah sekali kali boleh kali ya di pinjam buat modal si babang tampan ini tebar pesona" seloroh Ian dengan wajah tengil nya, orang tua Ian yang juga masih ada di situ hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan anak sulung nya itu.
"Tapi pah, kok Ian seperti nya pernah mendengar nama Raka Ardian si buaya kadal itu, seperti tidak asing gitu?" Ujar Ian.
"Ya kamu benar nama nya memang gak asing, Raka Ardian adalah anak tunggal pemilik perusahan Ardians company group, orang tua nya Raka pengusaha sukses dan menjabat sebagai CEO di Ardians Company, dan dengar dengar juga Raka sudah memeliki saham sendiri di perusahan Ardians company group dan di beberapa perusahan lain" jelas Papah dengan wajah serius nya, ada tersirat kekhawatiran di muka nya yang sudah tidak muda itu, memikirkan hubungan Nadia dan Raka.
"Waawwww amazing sekali pah, Nadia hebat ya punya pacar tajir, masih sekolah sudah memiliki saham." seloroh Ian.
"malah justru papah khawtir memikirkan itu, Nadia dan Raka sangat lah beda, Raka terlahir dari keluarga yang sangat kaya sedangkan adik kamu Nadia terlahir dari keluarga sedeharna dan memikir kan itu belum tentu orang tua Raka merestui hubungan yang tidak selevel dengan mereka, perusahan kita tidak ada apa apa nya dengan perusaha Ardians" tutur Papah Leman.
"Kok papah berpikir seperti itu sih, mending kita semesti orang tua kudu mendoa kan anak anak kita kelak hidup nya bahagia, ingat lo pah berpikir yang baik baik insya allah akan terjadi yang baik baik juga" mamah Ros berucap. "Kita masuk yuk, ntar masuk angin lagi" ajak mamah Ros, di usap nya tangan suami tercinta ny itu. Mamah Ros berdiri di ajak nya suami nya memasuki rumah.
Ian masih melamun memikirkan adik nya Nadia itu dan memikirkan kata kata sang papah. "ku pasti kan kaka akan selalu menjaga kamu dan tidak membiar kan siapa pun menyakitimu." gumam Ian berjanji didalam hati nya.
bersambung~
💗hari ini author kasih up dua episode buat para readers tercinta akooh😘💗
💖💖 KASIH LIKE,VOTE,KOMEN NYA YA💖💖
💖💖SEMAKIN BANYAK LIKE,VOTE,KOMEN SEMAKIN SEMANGAT AUTHOR NGEHALU NYA HHHEEE💖💖
__ADS_1
💗💗💖SALAM CINTA,SAYANG,DAMAI DARI AUTHOR💖💗💗