
Kini Nadia, Ian, dan Dr Raisa sudah berada diruang dr kandungan, dr muda itu tersenyum ramah kepada Nadia dan Ian.
"Silahkan duduk" dr muda bernama Erika itu mempersilahkan Nadia dan Ian duduk.
"Dr Erika" Dr Erika mengulurkan tangan nya keNadia kemudian berganti ke Ian.
"Nadia" Nadia menyambut uluran tangan dr Erika.
"Ian" begitu juga dengan Ian.
"Ok sekarang kita langsung saja ya" ucap Dr Erika, ia menggiring Nadia untuk berbaring di ranjang, dr Erika menuangkan gel keperut Nadia.
"Santai saja, rileks" Dr Raisa mengusap lengan Nadia agar Nadia tidak gugup. Nadia tersenyum getir menatap dr Raisa.
Nadia hanya memperhatikan layar monitor yang ada, tidak bisa di pungkiri kini perasaan Nadia terasa hancur tak karuan, bola mata nya menatap janin yang masih berukuran seperti biji jagung itu di layar monitor, air mata nya pun jatuh membasahi di pipinya, sungguh saat ini Nadia bingung akan nasib nya, terutama memikirkan bagaimana nanti menghadap kepada kedua orang tuanya. Setelah selesai pemeriksaan Dr erika membersihkan gel yang ada di perut Nadia.
"Ok sekarang kita duduk lagi ya biar saya jelaskan" dr Erika menggiring Nadia untuk kembali.
"Bagaimana dok?" Tanya Ian kepada dr Erika.
"Usia kandungan nya sudah hampir memasuki 3 minggu, trimester pertama dimulai pada hari pertama haid terakhir dan berlangsung hingga akhir minggu 12. Pada trimester ini, kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness alias mual berulang" jelas dr Erika menatap ke Nadia.
"Saya merasakan mual kalo di pagi hari dok" ucap Nadia lirih, ia tidak sanggup menahan air mata yang terjatuh, di usap nya air mata yang membasahi pipi mulus nya.
"Anda harus menghindari makanan tertentu selama kehamilan trimester pertama, khususnya makanan yang tidak higienis, yang setengah matang, kurang matang, dan tidak matang, serta jeroan hewan. Jangan pula sampai berlebihan mengonsumsi karbohidrat seperti roti putih dan nasi putih yang dapat melonjakkan gula darah Anda selama hamil."
"Selain itu, pastikan Anda cukup minum cairan untuk menghindari bahaya dehidrasi saat hamil. Dehidrasi dapat menyebabkan sembelit, kelelahan, hingga bahkan persalinan prematur" jelas dr Erika panjang lebar.
"Untuk saat ini tidak ada yang perlu di khawatirkan kandungan nya sehat, lebih di perhatikan pola makan saja, istrahat yang cukup dan hindari yang nama nya stres karna bisa berdampak pada si bayi, ini saya kasih vitamin dan obat mengurangi rasa mual" dr Erika memberikan secarik kertas kepada Nadia.
"Terimakasih dok" Nadia menyambut dan mengambil kertas dari tangan dr Erika.
"Ok kalo gitu makasih sekali lagi dok" ucap Ian sebelum meninggalkan ruangan itu.
"Ca makasih ya sudah bantuin dan luangin waktu loe buat gua dan Nadia" kini Ian , Nadia dan dr Raisa berjalan di koridor rumah sakit hendak ketempat parkir mobil.
"Sama sama, santai aja kali Ian. Kalo perlu apa apa atau ada apa langsung aja hubungi gua" dr Raisa mengelus elus pundak nya Nadia. Ia nampak prihatin dengan keadaan Nadia, ia tau Nadia sebenar nya anak yang baik, ntah kenapa Nadia sampai seperti ini pikir dr Raisa.
__ADS_1
"Ok kalo begitu kita pamit dulu" ucap Ian.
"Ok, kalian hati hati di jalan, telpon gua kalo.misalkan terjadi sesuatu dengan Nadia" Dr Raisa menepuk nepuk pundak Ian.
"Hhhmmm, makasih Ca" Ian tersenyum, di acak acak nya rambut dr cantik itu.
"Issshh Ian, rambut gua brantakan" sungut dr Raisa. Ian hanya ketawa , ia berjalan menuju mobil nya bersama Nadia.
**
Tidak ada pembicaraan apa pun yang keluar dari mulut Nadia mau pun Ian, mereka larut dalam pikiran nya masing masing, air mata tidak henti henti nya jatuh membasahi pipi nya Nadia.
"loe jangan nangis mulu dong Nad, bagaimana kalo sekarang kita keperusahaan orang tua Raka, biar gua yang bertemu sama orang tua nya Raka"Β Ian meminta persetejuan dengan Nadia.
Nadia bingung harus berbuat apa ia memilih tidak menjawab omongan Raka, ia masih larut dengan tangis nya, hati nya sangat sakit, di saat seperti ini ia membutuh kan sosok Raka, namun Raka begitu tega nya pergi tanpa berpamitan.
Tidak terasa mobil Ian sudah kini sudah terparkir di basment kantor Ardians Company Group, bangunan perkantoran yang tinggi dan desain yang terkesan elegan, sudah bisa di tebak perusahan Ardians Company Group bukan perusahaan biasa.
"ayo kita sudah sampai!" Ian menggenggam tangan dingin adik nya itu memberi kekuatan.
"yakin 1000%, masalah loe ini tidak bisa didiamkan,makin hari makin nambah usia kandungan loe itu perut loe itu makin tambah besar Nad" ucap Ian memberi pengertian kepada Nadia.
"ayo kita masuk!" Ian menarik tangan Nadia berjalan menuju resevsionis.
"Selamat siang ada yang bisa saya bantu" ucap wanita cantik itu ramah lemah lembut.
"Siang, saya kesini mau bertemu dengan Tuan Ardian" balas Ian ramah dan memberitahu kalo ia ingin bertemu dengan sang big bos.
"maaf apa sebelum nya sudah membuat janji?" tanya Wanita itu lagi.
"belum, tapi ini sangat penting" jelas Ian.
"sebentar saya info kan dulu keseketaris tuan Ardians"
"ya, tolong bilang kalo saya Ian kaka nya Nadia" ucap Ian.
Wanita cantik itu kemudian menekan angka menguhubungkan telpon langsung kepada seketaris nya tuan Ardian.
__ADS_1
"baik, kalian di persilahkan masuk , mari saya antar"
Ian dan Nadia berjalan mengekor mengikuti wanita cantik sebagai resevsionis di perusahaan Ardians Company Group.
Nadia terasa nafas nya begitu sesak, ia tidak tau harus seperti apa. Malu ya Nadia sebenar nya malu, namun apa boleh buat karna kebodohan nya sekarang ia harus menanggung semua hasil dari kebodohan nya.
Ting..
Pintu lip terbuka, Nadia dan Ian masih setia berjalan mengekor mengikuti langkah kaki wanita cantik itu.
Tok .. Tok..
Wanita cantik itu mengetuk pintu ruang kerja tuan Ardian. Terdengar suara perintah untuk mempersilahkan masuk, Nadia dan Ian langsung masuk keruang kerja tuan Ardian.
"mari silahkan duduk" ucap tuan Ardian yang mempersilahkan Nadia dan Ian untuk duduk.
"Ya terimakasih" ucap Ian sopan kemudia Ian dan Nadia duduk di sofa yang ada di ruang kerja.
"ok, sekarang ada keperluan apa kalian datang kesini?" tuan Ardian alias daddy nya Raka bertanya dengan suara tegas sembari menatap dengan tatapan yang sulit di artikan , tatapan itu ia berikan kepada Nadia kemuadian bergantian ke Ian.
πSedikit curhat, author nulisnya sambil mata nya meram melek menahan ngantuk π π
ππ KASIH LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA ππ
Terimakasih banyak yang sudah kasih like dan komen yang positif buat semangat authorπ₯°π
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORππππ
__ADS_1