Beautiful Sin

Beautiful Sin
Donor darah


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


****πŸ’™πŸ’™πŸ’™***


"bayi ibu membutuhkan transfusi darah tapi maaf untuk persediaan darah untuk golongan darah O+ dirumah sakit saat ini kosong, bayi ibu harus segera secepatnya mendapatkan donor darah agar bisa melewati masa kritis nya." jelas dokter.


*deg*


Jantung Raka berdetak kencang bahkan sempat membolakan mata nya setelah mendengar penjelasan dokter itu, Raka mengarahkan pandangan nya ke Nadia yang menangis di dekapan Ani seolah olah ingin meminta penjelasan pada Nadia.


Semua yang ada disana merasakan senam jantung setelah mendengar penjelasan dokter, Nadia menggelengkan kepala nya lemah, ia tidak bisa mendonorkan darah nya karena golongan darah nya tidak sama dengan anak nya, begitu juga Ian, dr Raisa, dr Friman, Dina, Ani dan Putry golongan darah mereka tidak sama dengan Nanda, namun lain lagi dengan Raka raut wajah nya tidak bisa di baca.


"apa sudah di cek dengan benar persedian dirumah sakit ini, coba cek sekali lagi, kalo perlu tanya kan dirumah sakit lain" tanya dr Firman sedikit membentak, ia juga ikut frustasi, sebelum nya dr Firman tidak pernah membentak dan bersikap arogan seperti ini apa lagi dirumah sakit ia di kenal sebagai dokter yang ramah tamah, namun kali ini dokter Firman juga ikut merasakan kekhawatiran terhadap Nanda karena ia sudah sangat menyayangi Nanda.


"ma-maaf dok" hanya kata itu yang di ucapkan dokter itu.

__ADS_1


Setelah itu dokter itu meminta salah satu perawat menanyakan stok darah dirumah sakit itu, perawat itu langsung melaksana kan perintah dokter itu ia segera berjalan menuju tempat untuk mencek persediaan darah.


Nadia sudah merasa dunia nya hancur,ia takut Nanda putra nya meninggalakan nya, Mama Ros dan papah Leman yang baru saja datang langsung memeluk Nadia memberi kekuatan untuk Nadia.


"mama yakin Nanda akan baik baik aja sayang" kata mamah Ros memeluk Nadia.


Papah Leman melihat Raka ada disana, menatap Raka dengan tatapan tajam, sebenar nya ia tidak suka dengan kehadiran Raka ada disana tapi ia merasa sekarang tidak lah tepat untuk memikirkan kekesalan nya dengan Raka jadi papah Leman mencoba mengabaikan rasa amarah dan juga mengabaikan kehadiran Raka disana ia bersikap acuh seolah ia tidam melihat Raka.


Papah Leman, Ian dan dr Firman saat ini sedang berbicara serius, Ian mencerita kondisi Nanda sekarang dan membutuhkan segera transfusi donor darah, dokter Firman sesekali mengarahkan tatapan nya ke arah Raka yang dari tadi hanya menatap Nadia yang menangis, melihat Raka menatap Nadia sedari tadi dr Firman menghembuskan nafas pelan, ntah apa yang di pikir kn dr Firman saat ini (hanya dr Firman dan author yang tauπŸ˜…)


Tidak lama salah satu perawat tadi kembali, ia berbicara pada dokter itu, melihat perawat itu kembali dr Firman dan yang lain nya segera berjalan menghampiri perawat dan dokter itu.


"tolong selamatkan cucu saya dok!" kata mamah Ros sambil menangis.


"sebenar nya apa bisa kita bisa cek golongan darah ayah ibu kandung si bayi, salah satu nya pasti ada yang sama dan kita bisa segera mengambil darah orang tua si bayi untuk segera di donorkan ke bayi" kata dokter itu.

__ADS_1


Terjadilah ketegangan dengan mereka semua kecuali dr Firman yang memang berencana akan meminta pada Raka bila tidak mendapatkan donor darah, dan itu lah yang dr Firman bicarakan pada Ian dan juga papah Leman.


Nadia menggelengkan kepala nya lemah. "Nad, lo jangan egois jangan sampai loe nantinya menyesal seumur hidup lo karena ke egoisan loe hal buruk terjadi pada Nanda, urusan Raka dan loe bisa belakangan nanti yang penting saat ini keselamatan Nanda yang utama" Ani pelan pada Nadia.


"apa yang di bilang Ani benar sayang, saat ini bukan untuk ego memikirkan masalah antara kamu dan Raka, yang penting saat ini keselamatan Nanda, golongan darah kita semua tidak ada yang cocok dengan golongan darah Nanda kecuali Raka yang sudah pasti sama" dr Raisa membenarkan apa yang di katakan Ani, ia berbicara pelan, Nadia sudah pasrah untuk masalah Raka yang akan tau siapa Nanda itu urusan belakang yang penting putra nya Nanda selamat.


Saat itu juga terlihat dr Firman mendekati Raka yang dari tadi hanya diam mendengar penjelasan dokter, dr Firman meminta Raka untuk bicara dengan dirinya, Ian dan juga papah Leman.


Ani, Dina, Putry, dr Raisa dan mama Ros yang saat itu menenangkan Nadia tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan antara Dokter yang menangani Nanda karena jarak, namun bisa di lihat seperti nya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius hingga mereka bisa melihat mata Raka berkaca kaca hingga menetes kan air mata namun langsung Raka hapus dengan telapak tangan nya.


"what Raka menangis kah itu, apa gua salah lihat?" gumam.Putry namun masih bisa didengar Dina, Ani, Nadia,dr Raisa dan mamah Ros, mendengar itu Nadia langsung melihat kearah Raka, dan terlihat Raka, dokter Firman dan dokter yang menangani Nanda beranjak pergi meninggalkan tempat dimana Nadia dan lain nya sekarang berada.


bersambung


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“

__ADS_1


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“.


__ADS_2