
"Hhhuueeekk" Nadia berlari kekamar mandi, perut nya terasa mual lagi kepala nya juga teraaa pusing.
"Loe kenapa Nad?" Ian datang berlari kecil menghampiri Nadia, tadi nya mau ngebangunin Nadia, tapi Ian mendengar suara Nadia seperti muntah ia langsung masuk kekamar dan menghampiri Nadia di kamar mandi.
"Nadia gak kenapa napa kok ka." ucap Nadai, Nadia terlihat pucat.
"Sini gua bantu" Ian memapah Nadia berjalan keranjang nya.
"Mamah mana ka, loe gak kerja?"
"Mamah lagi di dapur, gua mau nemanin loe ketempat Raka hari ini"
"Loe mandi gih siap siap, sehabis sarapan kita ketempat Raka!" Ucap Ian lagi.
"Ok, gua mandi dulu" Nadia berjalan kekamar mandi, Ian keluar dari kamar Nadia, menunggu Nadia di meja makan.
"Adik kamu sudah bangun Ian?" Papah Leman bertanya.
"Lagi mandi pah" ucap Ian.
"Kamu cepatan sarapan nya, papah udah selesai!" Papah leman melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya.
"Papah berangkat aja dulu, Ian kemarin janji sama Nadia mau nemanin Nadia ke mall, beli.kado buat dr Raisa" ucap Ian berbohong.
Papah Leman menaikan alisnya sebelah. "Hhhmm tumben kalian akur ya" seloroh papah Leman.
"Kamu pacaran sama dr Raisa?" Mamah Ros bertanya, tadi ia mendengar anak nya mau membeli kado buat dr Raisa.
"Hhhhee doa in saja lah ma, ini lagi usaha" Ian tersenyum lebar, senyum pepsodent.
"Ya udah papah berangkat duluan kekantor" papah Leman beranjak dari duduk nya, di cium nya lembut kening wanita pujaan hati nya itu.
"Huhhh sudah tua juga masih aja alay" ledek Ian.
"Sirik aja, makanya cepatan nikah" ledek papah Leman balik pada Ian.
__ADS_1
"pagi mah!" Nadia memeluk mamah nya.
"pagi sayang, ayo sarapan!" ajak mamah Ros penuh dengan kelembutan.
"papah mana mah?" Nadia bertanya, ia tidak melihat papah nya pagi ini.
"papah kamu sudah berangkat kekantor, kamu gimana sakit nya?" tanya mamah Ros.
"Nadia udah sehat kok mah, ini aja mau jalan sama babang tampan" Nadia menunjuk Ian dengan lirikan.
"idih baru sadar ini bocah kalo kaka nya ini lelaki tampan, banyak wanita yang mau daftar dan antri buat wanita gua" sombong Ian.
"tapi sampai sekarang loe gak kawin kawin alias gak laku laku" seloroh Nadia, Nadia ketewa sejenak lupa dengan masalah nya, lebih tepat nya menutupi masalah nya dari mamah nya.
Selesai makan Nadia dan Ian berpamitan dengan mamah Ros, tidak lupa Nadia dan Ian mencium punggung tangan mamah Ros.
"apa loe sudah menghubungi Raka?" Tanya Ian dengan Nadia, tatap nya tetap fokus kedepan, ia tetap fokus menyetir.
"sudah, tapi tetap aja hp Raka gak aktif" ada guratan khawtir di muka Nadia.
"ya udah kalo gitu kita langsung aja kerumah Raka" ucap Ian tegas.
"gila ini rumah atau lapangan sepak bola Nad?" Ian kaget melihat kediaman Raka.
"Raka benar benar anak orang kaya ternyata, tapi penampilan nya sangat santai ya" ucap Ian lagi.
"ya udah ka, ayo kita tanyain Raka" Nadia menunjuk scurity yang lagi berjaga di pos.
"hhmmm" Ian mengangguk, mobil nya berhenti tepat di depan pintu gerbang, di turunkan nya kaca mobil nya, scurity yang mengenali Nadia ia tersenyum kepada Nadia berjalan menghampiri Nadia dan Ian yang ada di mobil.
"Raka nya ada pak?" tanya Nadia sopan.
Scurity yang di tanyain Nadia tidak langsung menjawab, ia diam sejenak menarik nafas di hembuskannnya pelan.
"tuan muda nya tidak ada di dalam non" jawab scurity sopan tersenyum.
__ADS_1
Nadia bingung, ia menaikan alis nya sebelah. "emang Raka nya kemana pak, hp nya juga gak aktif?" Nadia kembali bertanya.
"tuan muda kan keluar negri non, kalo gak salah pergi ke Inggris kemarin pagi" jawab scurity menjelaskan.
Nadia kaget dan kecewa, hati nya seketika hancur berkeping keping. Nadia menggelengkan kepala nya ia berharap hanya salah dengar, ia memastikan kembali dengan bertanya kepada scurity.
"tadi bapak bilang apa Raka kemana?" ucap Nadia, suara nya bergetar begitu juga badan nya. Ian melihat adik nya syok di genggam nya tangan adik nya berharap ia bisa menyalurkan kekuatan buat adik nya.
"tuan muda Raka pergi ke Inggris, iya benar keinggris kalo gak salah, pokok nya keluar negri gitu non" jelas scurity lagi.
"kalo begitu makasih pak atas info nya" ucap Ian, kemudian ia melajukan mobil nya menjauhi mansion Raka.
Nadia menangis , sungguh hati Nadia hancur begitu juga Dunia nya terasa hancur, Nadia saat ini bingung. Nadia menangis pilu, terlihat Nadia prustasi. Ian mengelus elus kepala Nadia memberi kesabaran buat Nadia.
"sssttt... sudah loe jangan nangis kaya gini, percuma loe nangis gak bisa balikin keadaan, sekarang kita periksa dulu kedokter kandungan habis itu kita pikirin gimana langkah selanjutnya" ucap Ian tenang sembari mengusap usap kepala Nadia.
"kita masih bisa omongin ini dengan orang tua Raka kan?" tambh Ian lagi.
Mobil yang di kendarai Ian kini sudah memasuki area parkir Rumah sakit. Ian mengeluarkan ponsel nya, ia mehubungi dr Raisa.
"Ian, Nadia!" Dr Raisa melambaikan tangan kearah Nadia dan Ian.
Ian mengajak Nadia menghampiri dr Raisa.
"hai Nad, bagaimana keadaan kamu?" tanya Dr Raisa ramah dengan senyumannya.
"baik ka" ucap Nadia lesu, ia merasa gugup , tangan nya berkeringat, ia gugup di periksa.
"ya udah kita langsung aja, teman aku sudah nunggu, aku sudah bikin janji terlebih dulu, kebetulan dr kandungan nya adalah sahabat aku" jelas Dr Raisa.
bersambung
💖 KASIH LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA YA BIAR AUTHOR NYA MAKIN TAMBAH SEMANGAT💖
💓💓YANG SUDAH KASIH LIKE,VOTE SAMA KOMEN NYA AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIB BANYAK💓💓
__ADS_1
I.LOVE YOU FULL BUAT KALIAN SEMUA🥰🥰🥰😘😘
💗💗SALAM CINTA,SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR💗💗