Beautiful Sin

Beautiful Sin
Tamat


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


~πŸ’™πŸ’™πŸ’™~


Tidak puas hanya dengan bermain jari, Raka meangkat Nadia membawa Nadia keranjang membaringkan Nadia telentang, membuka lebar lebar kaki Nadia kini wajah nya sudah berada di depan milik istri nya itu yang terlihat masih sama seperti dulu .


"aaaaaaggggghhhhhhhhhhhh.... sssstttttthhhh... aaaaaghhhh... Rakaaa.. oouuhhhhhhhhh" pekik Nadia karena Raka bukan hanya men ji lat tapi juga me ng is ap serta memasukan masukan li dah nya di lobang goa milik Nadia.


"honey kamu suka hhmmmm?" tanya Raka yang semakin menggila bermain li dah serta jari di lobang goa milik Nadia.


Nadia menjawab dengan anggukan. "Rakkkkaa... aagghhhh, akkkkuuuhhh maaaauuuuu...." de sah Nadia dengan nafas terengah engah.


"ya sayang keluarkan lah!" kata Raka semakin mempercepat gerakan jari kan semakin gila memainkan li dah nya.


"aaaaaaagggggggggghhhhhhhhhhhhh....." Nadia terpekik men de sah nik mat karena mencapai puncak


*sssssrruuuppp..ssrrupp* Raka meng is ap cairan yang keluar dari lobang goa Nadia hingga tak tersisa.


"sayang kamu sudah sangat basah., aku mulai sekarang!" kata Raka membuka lebar lebar pa ha Nadia.


Raka mengarahkan anaconda super nya kelobang goa Nadia. "aaaaghhhhh ,, oouugghh sayang benar benar nikmat, kamu sempit" erang Raka.


Raka mulai menggerakan piggul nya. "aagghhhh... aaggh..aaagghhhh..." de sa han demi de sa han saling bersahutan bergantian dari mulut Nadia dan Raka.


Nadia sudah beberapa kali keluar, dan kini saat nya Raka merasakan sudah di puncak,, di saat puncak nya ingin pelepasan pintu kamar hotel di ketuk dari luar.


"oogghhh shiit siapa sih mengganggu saja?" umpat Raka kesal.


"sayang buka dulu!" kata Nadia.


"bentar sayang nanggung... " kata Raka semakin me ng gen jot istri nya cepat.


"aaagghhhh,,,, aaagghhh,,,,aaagghhhh,,aaagghhh"


"AAAGGGHHHHHHHH" Raka mencapai puncak nya.


"terimakasih sayang" kata Raka tulus me nge cup kening istri nya,


*tok, tok, tok " pintu kamar di ketuk.


"biar aku saja yang buka, kamu mandi dulu!" kata Raka.


Nadia menurut melangkahkan kaki nya kekamar mandi sedangkan Raka mengambil handuk kimono nya setelah terpasang Raka berjalan menuju pintu kamar nya.


*ceklek* Pintu kamar terbuka.


"lama banget sih buka nya, kalian emang nya lagi ngapain sih?" cerocos Ani, ternyata yang mengetuk pintu adalah Ani, Dina Putri.


"ah ... kalian lagi lakuin yang enak enak ya, lo lihat tuh jam berapa, cepatan siap siap gih bentar lagi orang orang MUA datang kesini" kata Dina.


"wah benar benar ya, kalian lagi enak enak tadi ya" kata Putry heboh saat melihat Nadia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.


"apa sih bawel ah, kepoo, maka nya cepatan nikah! biar tau rasa nya enak enak gimana?" cibir Raka setelah itu masuk kekamar mandi.


Nadia tersenyum kikuk melihat teman teman sudah disana. "wah , wah , wah, lihat guys itu leher gatal gatal atau baru di hi sap sama darakula sih" ledek Ani, Dina Putry pun ikut ikutan menggoda Nadia.


"bilang aja kalian juga pengen kan, maka nya cepatan kalian cari pasangan! betah banget sendiri" cibir Nadia pada ketiga sahabat nya itu.


"bukan nya betah tapi belum dapat yang pas!" jawab Ani.


"bilang aja kalo belum laku" cibir Nadia.

__ADS_1


"eh Markonah benar benar lo ya mentang mentang udah laku suka berkata benar" kata Dina


"makanya kita bertiga berdandan cantik malam ini siapa tau ntar malam keteny jodoh" kata Putry.


Mereka pun terlibat obrolan yang bisa di bilang tidak berpaedah alias sama sekali tidak penting, tidak lama orang MUA datang, kini Nadia sedang di make up oleh MUA terkenal se Indonesia itu.


*****-----****


"sayang.." Raka memeluk Nadia dari belakang, menatap istri nya dari pantulan cermin berukuran besar di depan nya. "kamu sangat cantik, aku rasa nya gak kuat pengen makan kamu sekarang mengurung kamu di kamar, rasa nya gak rela kecantikan kamu ini di lihat orang banyak" Posesif nya Raka kumat, Raka men ci um leher dan bahu Nadia seakan akan hanya ada mereka berdua di kamar itu, padah orang orang MUA masih ada disana, melihat kemesraan sepasang pengantin itu membuat mereka jadi salah tingkah malu malu.


*plakk* Nadia memukul tangan Raka.


"aagghhh, kamu hobi banget ya mukul, kalo gak mukul nyubit" protes Raka.


"siapa suruh meluk meluk di depan orang banyak, malu iihh" kesal Nadia.


"halal juga ngapain malu" kata Raka tidak mau kalah, memang benar benar hobi Raka membuat istri nya kesal


"ayo sekarang kita keluar!" kata MUA yang baru saja menerima telpon dari orang tua Raka meminta Raka dan Nadia keluar menuju tempat acara di selenggarakan.


Raka dan Nadia berjalan memasuki ballroom hotel, semua mata tertuju pada sepasang pengantin yang terlihat sangat serasi. Nadia dan Raka sangat terlihat bahagia terbukti dengan bibir Nadia mau pun Raka selalu membembentuk sebuah senyuman, senyuman yang bahagia.


Nadia dan Raka sudah berada di pelaminan, Nadia dan Raka terus mengembangkan senyuman bahagia di bibir mereka, kini giliran tamu satu persatu memberi ucapan selamat untuk sepasang pengantin yang berbahagia itu.


Mamah Ros dan mommy melihat kebahagiaan anak anak mereka sempat meneteskan air mata nya, air mata bahagia tentu nya. Orang tua Nadia dan Raka terlihat sibuk menerima tamu tamu undangan mereka.


"Nadiaaaa.....!!!" Seru Ani, Dina, Putry heboh mereka memeluk Nadia berpelukan ala telutubis.Ani, Dina, Putry menangis begitu juga dengan Nadia mereka menangis karena bahagia, Raka mengusap usap bahu istri nya yang menangis bersama sahabat sahabat nya itu.


Bagaimana pun ketiga sahabat nya itu selalu ada juga untuk Nadia. Dina, Ani, Putry tau bagaimana menderita dan hancur nya sahabat nya dulu dan sekarang akhir nya bisa merasakan bahagia mereka benar benar terharu.


"hhiikkkss.. Selamat ya Nad, akhir nya kalian berdua bersatu dalam ikatan pernikahan, kami sangat bahagia dengan ini, semoga tidak ada lagi air mata kesedihan setelah ini yang ada hanya air mata kebahagiaan" doa Dina tulus, Dina berkata dengan menangis.


"Semoga keluarga kamu jadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah" Doa Ani.


"hhiikkss,... makasih ya kalian memang sahabat terbaik aku, makasih juga sudah selalu ada untuk aku selama ini" kata Nadia tulus mereka saling berpelukan.


"eheemmm.." terdengar suara deheman seseorang di saat empat sahabat itu asik berpelukan, Raka mengarahkan mata nya seketika mata Raka menatap tajam kearah orang yang itu.


Nadia dan ketiga sahabat nya mengurai pelukan nya,mereka sadar banyak orang lain juga yang mau memberi selamat dan doa pada pasangan pengantin itu,setelah Nadia dan tiga sahabat nya mengurai pelukan mereka melihat orang yang berdehem tadi seketika semua nya jadi tegang, Nadia, Dina, Putry, Dina tegang dengan jantung yang berdetak tidak karuan, berbeda dengan Raka yang menatap tajam kearah orang itu.


"hey kenapa kalian menangis, apa kalian tidak memberi selamat dan mendoa kan pada sepasang pengantin yang berbahagia ini" kata orang itu yang tidak lain adalah dr Firman, ia masih bisa tersenyum padahal hati dan perasaan nya begitu sakit, hancur lebur melihat wanita yang teramat dicintai bersanding dengan laki laki lain.


"aahh... i-iya ka dok, ma-maaf kita tadi terlalu terbawa suasana" kata Ani terbata bata.


Dr Firman melemperkan senyuman maut nya yang bisa membuat wanita jadi klepek klpek melihat senyuman nya, dr Firman melangkah mendekat keRaka dan Nadia bersama seorang wanita di samping nya menggenggam tangan wanita itu.


Dr Firman melepaskan genggaman tangan nya pada wanita di samping nya itu untuk bisa memberi selamat pada Raka dan Nadia. "selamat ya untuk kalian Nadia, Raka, aku ikut bahagia dengan kebahagiaan kalian terutama kamu Nad, semoga kamu dan keluarga kecil kamu selalu dalam kebahagiaan"ucap dr Firman mendoakan tulus, ia masih bisa berusaha untuk tersenyum dalam hancur nya hati nya.


Setelah mengucapkan selamat Dr Firman sengaja ingin membuat Raka sedikit kesal karena ia tau Raka laki kaki yang sangat posesif, Dr Firman sengaja memeluk Nadia men ci um pipi kiri kanan Nadia kembali mengucapkan dan mendoakan atas pernikahan nya dengan Raka, Raka melihat itu menatap tajam sembari mendengus kesal, tangan nya memeluk pinggan Nadia begitu posesif. "makasih ka doa nya, maafin Nadia ya ka" lirih Nadia, mata nya berkaca kaca.


"kenapa kamu harus minta maaf, kamu gak ada salah. Tapi setelah ini masih boleh menemui Nanda, karena aku sudah sangat menyayangi Nanda" kata dr Firman.


"tentu ka, kaka juga kan yang bantu aku kemarin ngerawat Nadia" kata Nadia polos.


"tapi jangan sering sering juga, siapa tau hanya modus kamu untuk bisa bertemu dengan istri saya" sahut Raka ketus, wajah nya sangat tidak bersahabat, Nadia menatap tajam suami nya mendengar ucapan pedas suami nya itu.


Dr Firman terkekeh mendengar itu. "dasar suami posesif" ejek dr Firman.


"ah iya kenalkan ini Kirana " kata dr Firman menggenggam tangan Kirana mengenalkan pada Raka, Nadia, Dina, Putry, Ani.


"hai kirana salam kenal dari kami" kata Ani dengan senyum mengembang , Kirana, Ani, Dina, Putry, Nadia dan Raka berkenalan bersalaman menyebutkan nama masing masing.

__ADS_1


"wah ini siapa ka dok ? cantik banget kaya boneka barbie." tanya Putri kepo.


dr Firman terkekeh mendengar itu sedangkan Kirana tersenyum manis mendengar pujian dari Putri. Dr Firman merangkul pinggang Kirana mesra. "isnya allah dia calon istri aku, memang hubungan kami belum terlalu lama tapi aku dan Kirana sudah saling mengenal sejak lama, doakan saja aku secepat nya segera menyusul Nadia dan Raka" kata dr Firman santai.


"HAH?" Semua dibikin kaget dengan kabar berita dadakan ini bahkan tidak hanya Nadia, Raka,Dina, Putry dan Ani yang di buat kaget, Kirana sendiri pun di buat kaget terkecuali Raka yanf meng amin kan doa dr Firman agar cepat menikah sehingga dia tidak terlalu khawatir kalo dr Firman nanti jadi pebinor.


****----****


Dan sekarang adalah waktu nya acara untuk sepasang pengantin melemperkan bunga nya, Nadia dan Raka bersiap siap untuk melemparkan bunga nya, dr Firman sebenar nya meles ikut ikutan berdiri disitu tapi dari tadi Kirana memaksa nya untuk ikutan ikutan berada disana.


"dalam hitungan ketiga lemparkan bunga nya ya!" kata seorang mc.


Semua yang ada disana ikut menghitung. "satu, dua, tiggg...aaaaa" Nadia dan Raka melemparkan bunga nya kebelakang.


Siapa sangka yang mendapatkan nya adalah Kirana dan Dr Firman, semua yang ada disana berterika heboh berbeda dengan orang yang mendapatkan bunga, mereka berdua saling diam, sama sama menggenggam bunga itu, pandangan mereka berdua pun sempat beberapa detik saling bertemu, dr Firman mengalihkan tatapan nya memberikan bunga nya untuk Kirana.


"ini untuk kamu!" dr Firman memberikan bunga nya pada Kirana.


"makasih, aku sangat senang" kata Kirana tersenyum senang.


"ya udah ayo kita pulang!" dr Firman menarik tangan Kirana.


Setelah acara pelemparan bungan kini semua pasangan di minta untuk berdansa termasuk pasangan pengantin. Nadia dan Raka berdansa mengikuti alunan musik. "sayang aku bahagia terimakasih sudah mau kembali lagi bersama ku dan maaf aku pernah memberi luka hati kamu" kata Raka tulus pada Nadia.


"bukankan semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua? dan aku juga tidak bisa membohongi perasaan ku yang masih mencintai kamu, itu membuat aku tersiksa" kata Nadia, mereka bicara sambil berdansa, tangan Nadia melingkar di lehernya Raka sedangkan tangan Raka melingkar di pinggul Nadia.


"makasih sayang, aku janji tidak akan membuat kamu terluka lagi" kata Raka.


"jangan pernah berjanji takutnya nanti kamu tidak bisa menepati janji itu, aku tidak butuh janji aku hanya perlu bukti dari cara kamu bagaimana menyayangi aku" kata Nadia tersenyum manis.


"I Love you my wife, I love you so much" kata Raka.


"I love you to" balas Nadia, Raka mendekatkan wajah nya, me lu mat bi bir istri nya lembut di depan tamu tamu undangan bersamaan dengan berhenti nya musik saat itu, para tamu undangan bertepuk tangan melihat adegan romantis itu.


Raka melepaskan tautan bi bir nya. "I love you Nadia, I love you Nadia Ardian" kata Raka lagi dengan alis yang masih bersatu dengan Nadia..


Nadia tersenyum bahagia. "I love you to Raka Ardian" balas Nadia, karena sangat bahagia Raka kembali menautkan bi bir mereka.


*prookkk...prrookk...prookkm* tamu undangan bertepuk tangan ikut merasakan kebahagiaan sang pengantin, begitu juga dengan keluarga dan sahabat sahabat nya yang ikut bahagia.


Nadia, Raka bahagia telah bersatu kembali dalam ikatan rumah tangga dan akan mulai membangun rumah tangga bahagia dengan keluarga kecil nya bersama buah hati mereka Nanda.



.


...(gambaran pernikahan Raka dan Nadia)...


.


TAMAT


⚠️ ⚠️⚠️ Sampai disini dulu ya guysπŸ™ karena author pribadi tidak terlalu menyukai cerita yang panjang episode nya dan terlalu banyak konfik, kadang malah bikin pusing si pembaca nya kalo kebanyakan konflik 😁 mungkin insya allah kalo author sempat akan author kasih extra part.


πŸ™πŸ™ mohon maaf kalo banyak kurang nya cerita novel yang author tulis karena ini novel pertama author 😁😁


πŸ₯°πŸ₯°Yang sudah setia membaca sampai selesai, kasih Like, Hadiah, Vote dan komen nya author ucapkan terimakasih banyak. Untuk Komen komen kalian meski tidak author balas tapi selalu author baca untuk author jadikan semangat author menghalu 😁😁


⚠️⚠️ Cerita dr Firman dan Kirana akan author buat di judul yang baru😘


πŸ₯° mampir juga ya di karya author yang berjudul *SECRET OF STARLIGHT* sekali lagi author ucapkan terimakasih banyak untuk kalian semua πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“


__ADS_2