Beautiful Sin

Beautiful Sin
kemarahan dan murka nya papah Leman


__ADS_3

Di lain tempat namun masih di atap yang sama tepat nya di kamar Nadia di lantai dua. Kini Nadia dan mamah Ros di hampiri perasa cemas, takut tak karuan.


"mah maafin Nadia mah" ucap Nadia pelan dengan pipi yang sudah basah.


"ssst...! sudah jangan menangis lagi! Semua nya sudah terjadi, menangis sampai air mata kamu kering pun juga percuma tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula kan?" ucap mamah Ros lembut , merangkul dan mengelus elus punggung Nadia dengan kasih sayang. Nadia menangis di pelukan sang mamah.


*****


"kenapa Ian? kamu mau bicara tentang apa dengan papah?" ucap papah Leman.


Ian menarik nafas sejenak mehembuskan nya dengan pelan. "bismillah" gumam Ian dalam hati.


"pah ini tentang Nadia" ujar Ian.


"kenapa dengan adik kamu apa sakit parah?" kini wajah papah Leman berubah yang tadi masih dengan ekspresi santai kini menjadi serius dan tatapan nya menatap ke Ian.


"b-begini pah, tapi papah janji ya emosi nya nanti di jaga dan jangan mengambil tindakan di saat kepala panas!" Ucap Ian, karna Ian tau betul watak papah nya yang tegas dan juga displin kepada anak anak nya, selain tegas dan disiplin keseharian sang papah penuh dengan kehangatan kasih sayang kepada keluarga nya.


Tapi kalo sudah marah atau anak anak nya melakukan kesalahan, papah Leman tidak segan segan akan memberi sanksi yang sesuai dengan kesalahan anak anak nya. Kalo papah Leman sudah emosi muncul lah dua tanduk di kepala papah Leman. Begitulah kira nya Ian menggambarkan ngeri nya papah nya kalo sudah marah. (ah dasar ya si Ian, kualat baru tau rasa) #canda ya guys😊


"kamu ini bicara apa sih? bicara yang jelas jangan buat papah bingung!" ucap papah Leman dengan tegas.

__ADS_1


"Nadia sebenar nya kemarin jatuh dari tangga bukan karena sakit dan dokter bilang Nadia saat ini hamil , tapi syukur nya kandungan nya tidak kenapa kenapa begitu juga dengan Nadia." jelas Ian, kemudian Ian menghela nafas nya.


"t-tapi papah jangan emosi dulu, semua nya bisa di bicarakan baik baik dengan Nadia!" tambah Ian lagi.


Papah leman berdiri dari kursi nya, mencengkaram kerah baju anak nya Ian, mata nya menatap tajam Ian setajam silet. "KATAKAN SEKALI LAGI YANG JELAS IAN!" dengan suara yang lebih keras.


"p-p-pah sa-sabar pah!" ucap Ian gugup, Ian mencoba melepaskan cengkraman papah nya namun gagal.


"KATAKAN SEKALI LAGI YANG KAMU KATA KAN TADI!" kini suara papah Leman lebih rendah namun terdengar sangat dingin, sedingin hati author malam ini yang lagi galau berat guys, sedih dengan perasaan, keadaan dan kebimbangan yang tidak harus berbuat apa🥺 Doa in author ya guys agar bisa kuat dengan semua masalah yang author hadapi🥺(kok author nya jadi curhat sih?) hhhee maaf ya para readers karna benar benar lagi galau dan ingin curhat sedikit😊.


"Nadia h-hamil pah" ucap Ian pelan.


Papah Leman melepaskan cengkraman nya dari kerah baju Ian. Wajah nya begitu merah, tangan nya mengepal sampai berubah menjadi putih, rahang nya mengeras dengan gigi nya menggeretak. Papah Leman begitu emosi, sangking marah dan emosi nya di mata Ian dikepala papah nya mengeluarkan kepulan asap dan dua tanduk di kepala. (ah Ian memang songong ya). Papah Leman melangkah lebar menuju keatas kamar nya Nadia.


"sudah ada mama disini, kamu jangan larut dengan kesedihan kamu, ingat kamu harus pikirin juga anak kamu yang ada di perut kamu" mamah Ros melerai pelukan nya dari anak nya, di tangkup nya wajah anak nya yang sembab karna sudah menangis terlalu lama dengan kedua tangan nya.


#BRAAAAKKKKKK


Pintu kamar Nadia terbuka kasar, papah Leman berjalan dengan langkah nya yang lebar ke Nadia dan mamah Ros yang saat itu tangan nya masih menangkup kedua pipi nya Nadia.


"N-a-d-i-a!" ucap papah Leman dengan suara yang begitu dingin namun tegas, menatap Nadia dengan sorotan yang begitu ngeri tatapan penuh dengan amarah dan kemurkaan.

__ADS_1


"p-papah!" ucap Nadia gagap membeku di tempat.


"sayang sabar!" mamah Ros bediri meraih lengan suami nya mengelus elus berharap bisa meredakan emosi suami nya.


"DIAM KAMU!" sentak Papah Leman ke mamah Ros dengan menatap tajam.


"Ini semua gara gara kamu yang terlalu memanjakan dia , membolehkan dia berpacaran serta keluyuran" hardik papah Leman kepada istri nya. Ian berada di ambang pintu kamar Nadia hanya menatap, ia masih bingung harus berbuat apa.


"p-pah jangan marahin dan salahin mamah, ini semua salah Nadia" ucap Nadia dengan pelan di iringi tangis.


Papah Ian mengalihkan pandangan dari istri nya ke anak nya Nadia, mata nya menatap tajam anak tatapan murka. Tangan nya mengepal.


#PLAKKKK


"aaaahhhhhhhhhh" jerit Nadia.


Pipi Nadia langsung memerah dengan sempurna akibat tamparan keras dari tangan papah Leman. Nadia merasa pipi nya begitu panas dan perih.


~bersambung~~


💗 JANGAN LUPA KASIH LIKE, VOTE, KOMEN NYA YA GUYS💗

__ADS_1


💗💗YANG SUDAH LIKE, VOTE,KOMEN NYA MAKASIH BANYAK 😘💗💗


💗💗SALAM CINTA, SAYANG , DAMAI DARI AUTHOR💗💗


__ADS_2