
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπ₯°π₯°π
****ππππ****
"gua juga udah mikirin itu Ni, gua harus secepatnya selesaikan masalah gua sama Meli, gua uda pernah minta Meli tes DNA , Meli cerita ke orang tua nya dan orang tua nya marah sama gua malah mereka juga ngancam gua, tapi itu dulu waktu gua kuliah di inggris sekarang gua gak takut lagi dengan ancaman mereka karena gua akan tetap disini untuk kuliah dan juga kerja di perusahaan daddy" kata Raka.
"gimana sih lo Ka , CEO kok b*go" cibir Ani.
"maksud lo ?" tanya Raka heran pada Ani.
"lo kan bisa ambil rambut wanita ular itu dan juga anak nya buat tes Dna, kalo udah dapat tinggal lo kasih lah tu rambut nya Wanita ular, anak nya dan juga rambut lo!" jelas Ani
"oh god, makasih Ni makasih , kenapa gua gak kepikiran sih beg* banget gua" Raka langsung menarik narik pipi Ani gemas.
"sakit beg*, nah syukur lo udah nyadar kalo lo itu beg*" kata Ani kesal pipi nya yang di tarik tarik.
"hhhhe maaf sengaja" kata Raka pada Ani.
"Dina Putry mana Ni?" tanya Raka.
"lagi makan mereka" jawab Ani.
Raka memicingkan mata nya dengan tajam saat menangkap seseorang yang tak kalah gagah nya dengan nya, hp Raka berbunyi bersamaan dengan datang nya dr Firman.
Raka yang tadi ingin mematikan hp nya diurungkan nya saat melihat nama pemanggil di layar hp nya.
"hallo, Raka sayang kamu dimana ini mommy di apartemen kamu?" tanya mommy Raka di telpon.
"Raka lagi dirumah sakit mom, ada apa momm? kok gak kabarin Raka dulu?"
"kamu sakit nak ? biar mommy susul kerumah sakit ya?" tanya mommy Raka.
"gak usah mom, Raka gak sakit, ntar Raka jelasin, mommy tunggu Raka bentar lagi pulang, kunci pasword nya Raka kirim lewat pesan" jawab Raka.
"ya udah kalo gitu mommy akan tunggu kamu!" kata mommy Raka.
"ok momm, ya udah Raka tutup dulu ya momm telpon nya"
__ADS_1
"iya" jawab mommy, setelah itu sambungan telpon mereka terputus.
Raka berjalan kembali ketempat nya yang sekarang sudah ada dr Firman, Dina dan Putry yang selesai dari kantin.
"hai Raka !" sapa Dina.
"hai Din, Put!" sapa Raka balik.
"Ni gua cabut dulu ada urusan bentar, seperti yang lo tadi kebetulan tu mommy lagi ada di apartemen" kata Raka pada Ani sebenar nya Raka enggan pergi dari sana karena ada dr Firnan tapi Raka ingin segera selesai urusan masalah bersama Meli.
Dina, Putry yang ada samping Ani jiwa kepo nya muncul. "kalian ngebahas apa sih?" tanya Putry penasaran.
"kepo lo markonah" jawab Raka mebuat Putry kesal.
"gua mau pamit dulu keNadia, dan kalo bisa lo gak usah dekat dekat dengan Nadia" kata Raka menunjuk dr Firman, dr Firman hanya mebalas Raka dengn tatapan malas nya.
"ck kalo aja gak penting banget mana rela gua ninggalin Nadia apa lagi ada orang ini" Raka pergi dari situ, Raka terpaksa meninggalkan Nadia dan dr Firman yang berada disana, dan sekarang Raka sudsh berada di dalam kamar rawat sang putra.
"Raka ngapain , kamu taukan yang di perbolehkan masuk maksimal nya dua orang?" omel Nadia tapi itu Nadia lakukan hanya karena ia mencoba menutupi rasa terkejut dan gugup saat melihar Raka tiba tiba masuk.
"mmm, biar mamah yang keluar dulu" kata mamah Ros pada Nadia dan Raka, ia sedikit paham mungkin saja Raka juga ingin melihat kondisi Nanda terlebih Raka adalah ayah kandung bioligis nya Nanda.
"iya sama sama, ya udah mamah keluar dulu" kata mama Ros yang dari tadi tidak bisa jauh dari cucuk nya
"ngapain sih Ka ?" tanya Nadia lagi.
"idih gemes nya ngomel mulu yang udah jadi emak" gemas Raka dengan Nadia , Raka mencubit gemas kedua pipi Nadia.
"Raka.sakit ih" kesal Nadia wajah nya memerah antara rasa malu dan kesal.
"ya mau gimana lagi aku gak kuat liat nya kamu gemasin soal nya" kata Raka yang berdiri di samping ranjang Nanda
"aku kesini ya karena aku juga ingin liat kondisi Nanda anak kita dan juga mamah nya Nanda" kata Raka yang sudsh duduk disamping ranjang Nanda namun mata nya melirik keNadia ia ingin melihat seperti apa reaksi wajah Nadia saat di goda ny apa sama seperti dulu.
Nadia hanya diam saja tak membalas ucapan Raka, ia berdiri disamping Raka. "hai jagoan daddy, maafkan daddy ya sayang yang gak ada bersma kamu dan mommy kamu saat masih dalam perut sampai kamu terlahir didunia ini, daddy menyesal sayang daddy janji daddy akan selalu ada buat kamu dan mommy kali ini" Raka bicara pada bayi yang masih memejam kan mata nya itu.
"sayang cepat sembuh ya nak, daddy udah gak sabar lagi ingin bawa Nanda dalam gendongan daddy dan bermain sama Nanda" Raka bicara dengan suara parau mata merah menahan agar air mata nya tak jatuh, melihat kondisu anak nya seperti Raka merasa hancur.
__ADS_1
"Nadia" kata Raka yang beralih menatap Nadia tangan nya menggenggam tangan Nadia.
"''maaf kan aku karena aku pergi gak kabarin kamu, aku pergi disaat kamu mengandung anak ku, aku benar benar tidak tau itu pasti saat itu kamu bingung, takut, hancur dan aku tidak ada bersama kamu, maaf ya sayang" Raka menarik Nadia membawa Nadia masuk kedalam pelukan nya.
Nadia tidak mengatakan satu kata pun selain hanya menangis, Nadia menangis dalam pelukan menumpahkan semua perasan yang ia rasa lewat tangis nya, Raka mengusap sayang punggung Nadia.
"maaf," kata Raka lirih.
"aku akan menebus kesalahan ku dulu aku gak akan biarkan kamu dan Nanda menangis lagi, beri ku kesempatan Nad sekali , aku akan menjadi daddy terbaik buat Nanda anak kita dan suami terbaik buat kamu" Raka berkata pada Nadia, ia mengurai kan pelukan nya dan mensejajarkan mukanya dengan muka Nadia agar bisa menatap bola mata indah milik Nadia.
"its ok kamu gak perlu menjawab sekarang, tapi aku akan buktikan kekamu sampai kamu nerima aku lagi" kata Raka pada Nadia.
"dan sekarang aku mau keapartemen dulu ada mommy disana aku ingin mengurus masalah ku sama Meli agar segera selesai, aku pamit pergi dulu hhhmmm,, kamu jangan dekat dekat dr itu aku cemburu" kata Raka.
"kenapa gitu dia kan tun...." tiba tiba Raka menge cup sekilas dengan cepat bibir Nadia dan kedua pipi Nadia.
*cup*cup*cup*
"Rakkaaaaa" geram Nadia wajah nya sudah merah karena malu dan marah.
"aku gak suka dengar itu dari mulut kamu honey, aku pergi dulu" Raka mengacak acak rambut Nadia.
'jagoan daddy pergi bentar kamu jangan biarin mommy dekat dekat sama orang itu, kalo orang itu dekat dekat sama mommy kamu bangun ya nak nangis yang kencang" kata Raka pada anak nya.
"kamu ini ngomong apa sih, ngomong yang enggak enggak sama Nanda, sudah sana pergi mommy nungguin " kata Nadia kesal.
"ok sayang, jangan nakal ya" kata Raka mencuri satu kali lagi ci uman di pipi kanan Nadia.
"Rraakkkkaaaaa" teriak Nadia marah dengan pelan.
Raka melambai kan tangan nya dengan senyum pepsodent nya sebelum ia menutup pintu ruangan itu.
Dan semua adegan antara Nadia dan Raka tadi di lihat jelas oleh dr Firman,Ani, Dina, Putry, melihat itu dr Firman tangan nya mengepal ia memejamkan mata nya untuk meredam emosi dan cemburu nya, mau gimana pun dr Firman tetap merasa cemburu melihat wanita yang ia cintai di ci*m laki laki terlebih orang itu Raka.
~bersambung~
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
__ADS_1
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
π I LOVE YOU ALL π