Beautiful Sin

Beautiful Sin
sikap manis dr Firman


__ADS_3

Sudah tiga hari Nadia di rawat di rumah sakit, dokter Firman selalu menemani Nadia saat jam kerja nya dirumah sakit sudah selasai maupun saat jam istrahat, tentu saja dokter Firman tidak mau menyia-nyia kan kesempatan untuk dekat dengan Nadia.


"pagi Nadia" sapa dokter Firman dengan senyuman manis nya ketika memasuki kamar perawatan Nadia.


"pagi dok" Nadia senyum.


"wah sudah terlihat cerah ya Nad, tidak terlalu pucat lagi, jadi makin cantik aja" dr Firman mengucek rambut Nadia


"kok belum sarapan?" dokter Firman melihat makanan yang ada dinakas ruang kamar rawat Nadia.


"belum dok" Nadia menggeleng.


" nanti saja, Nadia belum lapar"


" gimana mau cepat sembuh, gak bosan apa di rumah sakit terus, atau sengaja ya biar bisa ketemu aku tiap hari" seloroh dr Firman sengaja menggoda Nadia, perawat yang ada di ruangan Nadia hanya menggelengkan kepala.


"ya udah aku periksa dulu, habis itu sarapan aku yang suapin , ok". dr Firman mengerlingkan mata nya.


Mau tidak mau Nadia pun akhir nya pasrah untuk makan di suapin sama dr Firman, karna dr Firma tipekal orang yang tidak suka di bantah. Tapi bagi Nadia tidak begitu masalah, malahan Nadia merasa perasaan nya lebih hangat, di saat lagi kondisi hamil masih ada seseorang yang memperhatikan dan menjaga selain kaka nya Ian dan dr Raisa.


"ok , periksa periksaan nya sudah, alhamdulillah sore nanti sudah bisa pulang kalo memang nanti tidak ada yang sakit lagi, jadi kita tunggu dulu sampai sore" jelas dr Firman, Nadia hanya meangguk.


"oh ya Nad, dan nanti kalo pulang biar sama saya aja" tambah nya lagi. Kini dokter Firman hanya berdua dengan Nadia, perawat yang menemani dr Firman tadi sudah izin keluar, karna memang sudah tidak ada jadwal untuk mencek keadaan pasien.


"gak usah dok! Terimakasih, biar Nadia nanti di jemput sama ka Ian" tolak Nadia secara halus karna ia merasa tidak enak hati terlalu sering merepotkan dr Firma, bahkan kaka nya Ian juga memaanfaat kan dokter Firman untuk membantu menjaga Nadia, dengan senang hati dr Firman menolong.

__ADS_1


"udah ya , ntar sore pulang nya sama saya, kan Ian juga masih sibuk di kantor, ntar biar saya yang kabarin sama Ian kalo kamu sudah boleh pulang sore nanti". kata dokter Firman lembut.


"mmm dr Raisa, sekalian Nadia sama ka Raisa aja deh dok, gak enak repotin dokter terus". kata Nadia lirih.


"dokter Raisa masih kerja sayang , dia kan nanti masuk nya siangan hari ini" dokter Firman menggoda Nadia lagi, berhasil membuat Nadia jadi sedikit salting alias salah tingkah dengan sikap sekaligus panggilan sayang dari dokter Firman.


"ya udah sekarang makan lagi, kalo gak habis gak jadi pulang, kasian kan baby yang ada di dlam perut kamu kalo kamu nya gak makan dengan baik"


"buka mulut nya Aaaa" dokter Firman menyuapi Nadia makan dengan sabar dan itu membuat hati Nadia makin merasa kehangatan, kehadiran dr Firman bisa membuat sedikit warna di hidup nya Nadia yang tadi hanya hitam putih.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"ok silah kan masuk tuan putri!" dokter Firman membuka kan pintu mobil nya buat Nadia.


"sama sama, oh ya kalo lagi di luar rumah sakit jangan panggil aku dokter ya, gak usah terlalu formal banget". kata dokter Firman, ia sudah masuk kemobil, ia mengantar Nadia keapartemen nya dr Raisa karna sudah di izinkan pulang.


"terus Nadia nya manggil nya apa ?"


"mmmmmm terserah, bisa sayang, bisa honey, cinta, atau apa deh". seloroh dr Firman ia mengerlingkan mata nya sebelah.


"isshh". Nadia ketawa, ini pertama kali Nadia ketawa lepas yang dokter Firman lihat, dan di mata dokter Firman, Nadia terlihat sangat cantik dan manis dengan tawa nya yang lepas, Nadia memukul pelan lengan dr Firman tanpa sengaja.


"mmmm Nadia panggil nya kaka aja deh ya". Nadia tersenyum, akhir akhir ini Nadia lebih sering tersenyum karna oleh dr Firman, Nadia sudah tidak terlihat sering melamun lagi.


"iya deh, terserah Nadia aja" dokter Firman mengacak ngacak rambut Nadia.

__ADS_1


"oh ya kita makan dulu ya , temenin makan dulu ya, aku lapar dari tadi siang belum sempat makan" kata dokter Firman, ia memberhentikan mobil nya di sebuah restoran.


"iya ka, eh tapi ka Ian udah di kabarin kalo Nadia udah pulang dari rumah sakit?"


"udah, tenang aja" kata dokter Firman, "ayo turun!" dokter Firman membuka kan pintu buat Nadia dan mengulurkan tangan nya yang di sambut manis Nadia juga di tambah dengan senyuman Nadia yang manis di mata dokter Firman.


Nadia dan dokter Firman berjalan menuju keresto, tangan Nadia di genggam dokter Firman. Tanpa Nadia sadari ada sepasang mata yang melihat mereka dengan tatapan yang sulit di artikan. Orang itu langsung berlari kecil menuju Nadia.


"Nadia !" panggil orang itu sedikit berteriak ketika sudah agak dekat dengan Nadia.


Nadia yang merasa nama nya di panggil, dan Nadia seperti mengenal suara orang yang memanggil nya itu, Nadia menghentikan langkah nya ia menoleh kebelakang untuk melihat lebih tepat nya memastikan siapa orang yang memanggil nya.


*DEG


Nadia kaget ketika ia tau siapa yang memanggil nya dan benar saja ia seperti agak mengenal suara yang memanggil nya itu.


bersambung


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“sekalian kasih hadiah nya biar double semangat nya hhheπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2