Beautiful Sin

Beautiful Sin
Hah Papah


__ADS_3

Nadia keluar kamar mencari Raka, langkah nya terhenti ketika indra penciuman nya mencium bau yang membuat cacing yang ada di perut nya Nadia berdemo minta segera di isi, kaki nya melangkah kedapur, Nadia tersenyum melihat Raka sedang asik berperang dengan alat alat masak.


"Mmmmm wangi nya enak sekali" puji Nadia.


Raka tersenyum kepada kekasih hati nya itu, di tatap nya sebentar. "Hai sayang sudah selesai mandi nya?" Tanya Raka yang masih sibuk beperang dengan semua alat alat masak.


"Mmmmpphhh" Nadia menganggukkan kepala nya. "Wangi banget Ka, ternyata kamu bisa masak juga ya" Nadia menatap Raka dengan tatapan kagum dan mendamba.


"Jangam menatap aku seperti itu, nanti yang ada aku malah gak selesai masak, jadi memakan kamu disini" Goda Raka.


"Iisshh dasar mesum" Ledek Nadia. "Mau aku bantuin gak ?" Tanya Nadia.


"Gak usah ini sudah masak ko, tuan putri tunggu aja tu di meja makan, duduk dengan manis, bentar lagi sudah siap"


"Ok deh" Nadia menarik kursi , kemudian ia duduk manis menunggu makanan yang di masak Raka di bawa oleh Raka.


"Taraaaaa, nasi goreng cinta ala Raka sudah siap, tuan putri silahkan dinikmati hidangan nya" goda Raka, masakan yang di bawa nya di letakan nya di depan Nadia, kemudia di bongkokan nya badan nya setengah, Raka berperan seperti seorang pelayan bagi tuan putri.


Nadia ketawa melihat kelakuan Raka. "Terimakasih tuan Raka Ardian atas hidangan nya, apa kah tuan bersedia menemani saya makan siang ini?" Nadia membalas candaan Raka.


"Suatu kehormatan bagi saya makan dengan tuan Putri yang cantik ini, tidak ada alasan untuk menolak" Raka dan Nadia ketawa.


"Udah ah, sini makan, ntar keburu dingin" ajak Nadia.


"Iya bawel,kalo rasa nya kurang enak harap maklum ya" ujar Raka.


Nadia memulai acara makan nya, di masukan nya nasi goreng buatan Raka di mulut nya, mata nya terbelalak disuapan pertama, Raka yang melihat ekspresi Nadia seperti itu rada rada takut kalo masakan nya tidak enak.


"Mmmmm Raka kamu hebat sekali, ini enak banget, nanti lain kali aku mau dimasakin nasi goreng buatan kamu lagi, tapi aku nya pengen duduk manis sambil liatan kamu masak" Ucap Nadia.


"Boleh, apa sih yang tidak buat tuan putri" Raka menarik hidung Nadia. Nadia dan Raka ketawa bersama, makan siang kali ini penuh dengan rasa bahagia, ketawa bahagia.l


*****


Hari berganti hari ini, sang surya yang tadi nya bersinar dengan berani kini terlihat mulai menyembunyikan diri, berganti tugas dengan sang rembulan. Malam ini di SMK HARAPAN akan di adakan acara  prom night untuk siswa siswi yang lulus tahun ini.

__ADS_1


Mobil Raka sudah sampai di halaman rumah Nadia, Raka keluar dari mobil sport mewah nya itu, kemudian berjalan melangkahkann kaki nya kerumah Nadia.


Raka menekan bel yang ada di pintu rumah Nadia, terlihat mamah Ros dengan senyuman hangat nya membukakan pintu buat Raka.


"Asalamuallaikum" Raka mengucapkan salam dicium nya punggung tangan mamah Ros.


"Walaikumsallam, mari masuk!" Mamah Ros membukakan pintu nya agak lebih lebar, mempersilahkan Raka duduk diruang tamu. "Tunggu ya Raka sebentar lagi Nadia nya selesai"


"Iya mah"  Raka duduk santai diruang tamu sambil memainkan handphone nya. Ian keluar dari kamar nya hendak kedapur, melihat Raka ada di ruang tamu Ian menghentikan langkah nya.


"Eetttssss ada buaya rapi banget loe malam ini" seloroh Ian, kemudian duduk disamping Raka.


Raka tersenyum kaku. "Sembarangan, seenak jidat bilangin gua buaya, buaya teriak buaya" gumam Raka dalam hati.


"Mau jalan sama Nadia ya? " tanya Ian.


"hhhhmmm." Raka mengangguk. "ya iyalah jalan sama Nadia, emang nya sama siapa lagi,masa sama loe si buaya buntung" ucap Raka dalam hati.


"Ooowwhh,, ingat  ntar pulang nya jangan terlalu malam, terus jagain adek kesayangan gua jangan sampai dia kenapa bahkan sampai sedikit aja lecet awas aja!" ancam Ian dengan gaya seperti menggorok leher dia sendiri dengan tangan nya.


"siap ka, saya pasti akan jagain Nadia" ucap Raka yakin dan tegas.


"heh ngomong nya jangan terlalu formal, biasa aja keless, kalo loe ngomong kaya gitu gua berasa sangat tua" protes Ian.


Raka terkekeh. "kan emang sudah tua" lirih Raka. Namun masih bisa didengar Ian samar samar.


"apa loe tadi bilang ? coba ulang gua kurang jelas dengan nya! loe bilang gua tua hah?" Ian tidak trima di bilang tua, padahal kan memang sudah berumur, teman seumuran Ian kebanyakan nya sudah berumah tangga.


"gak bilang apa apa, mungkin perasa loe aja" elak Raka.


Ian tersenyum licik kepada Raka, Raka yang melihat senyuman Ian seperti melihat senyuman dari dewa kematian. "apa loe sudah minta izin sama nyokap bokap gua ?" tanya Ian.


"Sudah ka sama mamah Ros, trus di suruh nungguin Nadia disini, mamah ros lagi kedapur" jelas Raka.


"Jadi loe belum izin sama papah gua dong?" Ian tersenyum licik.

__ADS_1


Raka menaikan alis nya sebelah, kemudian menggelengkan kepala nya pelan sembari berucap. "mmmpphh belum"


"Nadia kalo jalan harus izin dulu, bentar tunggu disini" Ian berlari kecil menaiki anak tangga.


Raka masih dengan posisi duduk santai menunggu Nadia, kemudia terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, tatapan Raka pun beralih dari handphone nya ke arah suara langkah kaki menuruni anak tangga. Seketika Raka membeo, mata nya tidak berkedip sedikit pun, Raka sungguh kagum dengan kecantikan Nadia malam ini, sampai sampai Raka tidak menyadari kehadiran papah Leman dan Ian tidak jauh jarak nya di belakang Nadia.


Ian menahan tawa nya melihat ekspresi Raka menatap Nadia, seperti "dasar buaya, ekpresi lo itu sudah kaya buaya bego" ucap Ian dalam hati, Ian masih menahan tawa.


"Raka!" Nadia semakin dekat dengan Raka. " ada apa, apa gaun nya kurang cocok dengan aku?" tanya Nadia, karna



. (kira kira seperti ini lah tampilan Nadia malam itu😅)


Nadia merasa bingung melihat ekpresi Raka yang membeo.


"Kaa!" panggil Nadia lagi dengam melambai lambai kan tangan nya ke wajah nya Raka.


"mmmm kamu malam ini sangat cantik, aku sampai kagum dengan kecantikan kamu malam ini" Raka yang tersadar langsung memuji kecantikan Nadia, di rangkul nya pinggul Nadia agar lebih mendekat, tapi sayang nya Raka sebenarnya belum benar benar sadar, nyata nya Raka tidak sadar akan kehadiran Papah Leman dan Ian.


"HAH.." Ian kaget melihat Raka merangkul Nadia begitu erat. "mampus itu ubun ubun papah kaya nya sudah keluar kukus" dalam hati Ian.


"eeeehhheemm" papah Leman berdehem, menyadarkan dua insan yang di mabuk cinta itu, mata papah Leman menatap tajam kearah Nadia dan Raka.


Raka yang masih merangkul pinggang nya Nadia langsung tersadar kalo ada orang, Nadia dan Raka mengarahkan pandangan nya keasal suara. "HAH PAPAH" Nadia kaget melihat papah nya ada di sana, begitu juga dengan Raka tidak kalah kaget nya.


"mampus lah gua , bisa gagal ajak Nadia keacara prom night" gumam Raka dalam hati




💗💗💗 TERUS KASIH LIKE,VOTE, KOMEN NYA YA GUYS💗💗


__ADS_1


💖💖SALAM CINTA,SAYANG, DAMAI DARI AUTHOR TECINTA💖💖


__ADS_2