
Ke esokan hari nya kini Raka,Nadia,Ani,Putri dan Dina sedang berada kelas, asik bersundau gurau di dalam kelas karna memang sudah tidak ada lagi jadwal pelajaran, mereka hanya tinggal menunggu hari pengumuman hasil kelulusan mereka
"pulang nanti main kemansion loe lagi dong Ka, enak di sana Bi Inem masak banyak, enak pula masakan Bi Inem serba bisa lagi mau makan apa pun Bi Inem bisa" usul Ani yang memang doyan makan.
"di otak loe itu isi nya makan sama yang gratisan mulu ya" ujar Nadia, ia merasa tidak enak dengan Raka kalo tiap hari kemansion nya Raka dan ngerepotin Bi Inem.
"kan lumayan, dari pada kita nongki di cafe, mending ketempat Raka kan lumayan gratis" jelas Ani dengan senyum yang lebar.
"emmmm betul itu kata Ani" Dina dan Putry mengangguk.
Nadia menepuk jidat nya sendiri, " ampun dah gua punya sepupu sama sahabat muka nya pada tebal semua " gerutu Nadia.
"ya gak apa apa juga yang, memang mau ngajak ke rumah, aku mau kenalin kamu sama orang tua aku" ujar Raka menangkup kedua pipi Nadia, seketika pipi Nadia memerah merasa gugup, malu dan berbunga bunga karna Raka mau mengenalkan nya sama orang tua nya Raka.
" Widiih ... ada yang mau kenalan sama camer nih " goda Putry.
"camer apain sih ?" tanya Ani.
"idih kenebo kering gak tau artinya camer?" tanya Putry, Ani mengangguk.
"Calon mertua!" jawab mereka serempak.
"maka nya jangan kelamaan jomblo udah kaya kenebo kering" ledek Putry.
"si alan lo, elo aja pakai bahasa yang gak jelas , meski nya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus berbahasa yang baku dan jelas" Ani
"ngeles aja loe pintar udah kaya bajai"
"anjai ya kalian , tadi gua di bilang kenebo, sekarang bajai" kesal Ani, yang lain ketawa melihat Ani kesal.
*****
__ADS_1
Raka, Nadia, Ani, Dina, Putry sekarang sudah ada di mansion Raka. Mereka pun di sambut oleh Bi Inem yang memang saat itu kebetulan lagi membersihkan di bagian halaman di depan mansion nya Raka.
"tuan muda, Non Nadia, Putri, Dina, Ani silahkan masuk" Bi Inem menyambut dengan senyuman tulusnya.
"mommy ada bi?" tanya Raka
"ada di dalam lagi santai nonton tv"
"mmmpptt, loe tadi manggil apa Ka ?" ledek Ani.
"MOMMY !" seru Nadia, Dina dan Putry ketawa geli.
"ughh, ughh, ugghh, lucu nya teman kita ini ternyata anak mommy" Ani menarik narik pipi nya Raka gemes.
"apa an sih, ayo masuk!" titah Raka, belum Raka masuk ternyata mommy nya sudah kedepan karna mendengar suara ribut dan ketawa.
"Raka sayang sudah datang" mommy Raka menghampiri Raka dan memeluk Raka.
"Iya mom" Raka mencium pipi mommy nya kiri kanan setelah itu mencium punggung tangan mommy nya. Ani,Dina,Putry yang melihat itu terkekeh geli.
" Oh iya, kenalin ini mom Nadia, Ani, Dina, Putry " yang di sebut nama nya pun menundukan badan separo tanda nya hormat.
"hai, saya mommy nya Raka kalian bisa panggil mommy" ujar mommy Raka tersenyum manis, namun pandangan matanya dari tadi tak lepas ke Nadia, Nadia pun merasa gerogi, 'elihat sang kekasih yang nampak berkeringat dan terlihat gugup Raka pun menggenggam tangan Nadia menautkan jari jemarinya dengan jari jemari Nadia dan tak luput dari penglihatan mommy Raka.
"oh ya mom kenalin ini Nadia, pacar Raka wanita yang Raka cinta dengan setulus hati Raka" Raka mengenalkan Nadia ke mommy nya berharap mommy nya tidak akan menjodohkan nya dengan mak lampir Meli.
Nadia tersenyum tulus, mommy Raka pun membalas dengan senyuman manis di bibir nya.
"ya ampun romantis banget sih, kapan yah gua di kenalin kaya gini" seloroh Ani dengan mata berbinar binar tangan nya di tangkupkan kepipinya sembari menggoyang goyangkan badan nya.
"jangan kebanyakan menghayal deh markonah, mau di kenalkan dengan camer punya pacar aja belum" Dina menggeplak lengan nya Ani. Mommy Raka pun ketawa melihat kelakuan teman nya Raka itu.
__ADS_1
"ayo masuk!gak capek apa berdiri?" lanjut mommy Raka.
"iya tante makasih" ujar Dina.
"jangan panggil.tante, panggil mommy aja!"
"iya mommy"
"jadi kamu pacar nya Raka ?" tanya mommy Raka duduk di samping Nadia, mereka sekarang ada di ruangan santai keluarga Raka.
"Iya mommy" jawab Nadia gugup.
" cantik, pintar juga ya kamu Raka " ujar mommy Raka, mommy Raka sebenarnya orang yang ramah, dia tidak mempermasalahkan Raka mau dengan siapa untuk pasangan hidup nya, yang penting wanita yang kelak akan di pilih Raka sebagai pasangan hidupnya adalah wanita yang berhati tulus, sayang keluarga, setia dan bisa menjaga nama baik keluarga.
"Nadia bukan hanya cantik aja momm, Nadia juga pintar masak, di sekolah juga pintar, Nadia lah yang ngebantuin Raka belajar, maka nya Raka dengan mudah menjawab soal ujian, dan Raka yakin Raka akan lulus dengan hasil yang tidak bikin mommy aku ini kecewa." kata Raka memuji kekasih hati nya itu dengan duduk di sisi mommy nya manja, sisi lain dari Raka yang belum empat wanita itu ketahu ternyata juga bisa manja dengan mommy nya dan itu tak luput dari pandangan Ani, Dina, Putry yang dari tadi asik memakan cake buatan Bi Inem.
"oh ya benarkah kamu pintar masak Nad?" tanya mommy Raka antusias.
"mmmmm.. gak juga mom, cuman Nadia bisa memasak ala kadar nya aja, karna sering membantu mamah dirumah masak" jelas Nadia, ia merasa sungkan dengan mommy Raka karna pujian Raka.
"kalo gitu boleh dong mommy siang ini mau ngerasain masakan Nadia?" mommy Raka sebenarnya mau ngetes Nadia apa kah benar yang di bilang anak kesayangan nya itu. Kalo Nadia pintar masak otomatis ia juga akan pintar mengurus suami nya kelak pikir mommy Raka.
Nadia pun bingung dan gerogi. "gimana mau masak kan ? " tanya mommy Raka sekali lagi.
"i- iyaa mom" jawab Nadia, karna tidak ada pilihan jawaban lain lagi.
"asik, masakan Nadia memang enak mommy, sama enak nya dengan Bi Inem, Ani aja kalo Nadia yang masak bisa berkali kali nambah momm"
"alah elo kan memang doyan makan markonah, apa pun elo makan" seloroh Dina. Ani cuek bebek, ia tetap memasukan cake buatan Bi Inem kemulut nya.
"tuh mom.liat dari tadi mulut nya mana berhenti makan" ujar Raka menunjuk Ani, mommy Raka pun geleng geleng melihat kelakuan para wanita wanita itu.
__ADS_1
"ya udah Nadia kedapur dulu ya mom" pamit Nadia.
"aku temanin ya yang" ujar Raka beranjak mengekori Nadia.