Beautiful Sin

Beautiful Sin
takut gak kuat


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya🥰🥰😘


💙💙💙


Bersamaan dengan sampai nya mobil mewah yang di kemudikan Raka dr chika mengeluarkan isi perut nya di mobil suport mewah Raka yang bernilai fantastis itu.


"wwwuuuuuueekkk, wwwuuuueeekkkk" dr Chika mengeluarkan isi perut nya di dalam mobil Raka, bukan hanya mobil Raka yang kotor baju yang di kenakan Raka juga kotor kena muntahan dr Chika.


"OH NOOOO !! Teriak Raka.


"damn! menjijikan loe pikir gua tong sampah, bukan hanya gila, sinting, jelek tapi juga menjijikan bisa bisa nya muntah di dalam mobil gua kena badan gua lagi" omel Raka.


Mau gak mau Raka harus menggendong dr Chika, setelah berhasil membuka pintu apartemen dr Chika langsung di bawa Raka kedalam kamar, meski apartemen dr Chika mempunyai dua kamar tapi Raka yakin yang ia masuki adalah kamar dr Chika karena didepan pintu kamar nya bertulisan Chika dan juga saat masuk meletakan dr Chika, Raka melihat isi kamar yang banyak foto foto  dr Chika, menurut Raka kamar dr Chika adalah kamar cewek banget yang bewarna pink dengan pernak pernik hello kitty.


"eeenngghhhh" dr Chika seperti ingin mengeluarkan isi perut nya lagi. Raka dengan cepat mengambil tong sampah yang ada di dekat nya, membantu mengarahkan dr Chika untuk memuntah kan ketempat sampah itu.


"wwooooeekkk, wwoooeekkk" dr Chika sudah tidak berdaya lagi sakit hati yang ia rasa kan mebuat ia meminum banyak minuman beralkohol tinggi.


"nyusahin banget sih lo" gerutu Raka, ia mebaringkan dr Chika.


Raka melihat baju dr Chika serta wajah dan badannnya yang begitu kotor akibat kena muntahan. "damn dasar cewek sinting bikin repot" Raka terpaksa membantu membersihkan dr Chika yang kena muntahan, ia tidak tega membiarkan dr Chika tertidur dengan kotor seperti itu meski kesal jiwa kemanusiaan Raka tetap tidak tega.


"gua harus buka baju lo nih?" Raka bertanya dengam dr Chika yang jelas gak akan di jawab dr yang sedang tertidur akibat mabok.


Raka membuka dres dr Chika dengan hati hati. "maka nya kalo gak kuat gak usah sok sokan minum banyak bikin repot, untung ketemu orang kaya gua coba kalo ketemu orang la........iiiinnn" gerutu Raka seketika menelan saliva nya saat ia berhasil melepas dres dr chika, mata nya disuguhkan dengan pandangan  gunung kembar yang sintal nan montok membuat laki laki normal seperti Raka bisa khilaf.

__ADS_1


*glekk*  Raka menelan air ludah nya sendiri.


Raka melepaskan satu persatu pakaian yang di pakai dr Chika termasuk kain yang menutupi dua gunung kembar dan lobang goa itu. Raka tidak ada niatan macam macam ke drChika ia memang real.ingin membersihkan badan dr Chika karena kasihan.


"s*** , cewek.sinting ini ternyata punya tu buh yang se xy juga,  gua jadi panas dingin kaya gini, kalo di hadapan gua sekarang Nadia udah pasti gua gak bisa kuat menahan nya" ucap Raka tiba tiba hati nya melow lagi ingat Nadia setelah dibuat kesal dari tadi dengan dr Chika.


Raka membersihkan dr Chika dengan handuk basah setelah itu Raka memasangkan dr Chika baju tidur, setelah selesai membersihkan dr Chika, Raka pergi dari apartemen dr Chika.


💙💙💙💙


Hari ini Nadia memasak makanan buat dr Firman makan siang, Nadia yang akan mengantar makanan yang ia masak sendiri kerumah sakit tempat dr Firman bekerja, walau hari pernikahan mereka hanya hitungan hari dr Firman tetap kerja, dr Firman tidak bisa mengambil cuti begitu saja mengingat pekerjaan nya sebagai dokter tanggung jawab nya terhadap pasien dan juga tanggal pernikahan yang di majukan membuat dr Firmann tidak bisa mengatur jadwal cuti nya untuk saat ini, meski orang tua dr Firman pemilik rumah sakit itu ia tidak ingin bersikap semau nya dan hanya beberapa orang saja yang tau dr Firman anak pemilik rumah sakit


Setelah selesai memasak dan memasukan makanan yang ia masak kedalam wadah bekal yang ia siapkan, sambil menunggu jam makan siang Nadia mengurus Nanda serta  bermain main sebentar dengan anak nya, Nadia juga sama ia tidak mengambil cuti kuliah Nadia ingin kuliah nya lancar pernikahan bukan alasan menghambat kuliah nya nanti, meski Nadia sibuk mengurus pernikahan serta kuliah tapi Nadia selalu menyempatkan waktu nya buat anak nya meski sudah ada baby sister buat Nanda membantu nya.


Nadia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. "Bentar lagi jam makan siang" Nadia bergumam.


"Duh... duh.. tambah ganteng  banget sih kalo senyum senyum gitu , anak siapa sih ini" kata Nadia.


"Hhm ganteng banget kaya papah ya nak" lirih Nadia dalam hati, tidak ingin larut dalam kegundahan hati nya Nadia memanggil mbok Ati babby sister Nanda


"Mbok Ati aku nitip Nanda , bentar lagi jam makan siang aku mau kerumah sakit dulu" kata Nadia ke mbok Ati, Nadia membawa Nanda ke box bayi.


"Siap 86, nyonya  hati hati di jalan, ini bekalnya udah Ati masukin ke paperbag " kata Ati menyerahkam paperbag ke Nadia.


"Ok makasih mbok, aku pamit dulu bilangin mamah ya mbok, asallamualaiikum" pamit Nadia.

__ADS_1


"Walaikumsallam" sahut mbok Ati.


💙💙💙


Nadia sampai sebelum waktu jam makan siang, Nadia menunggu calon suami nya di ruangan khusus pribadi dr Firman, sambil menunggu Nadia tiduran di kasur empuk tidak lama dr Firman datang melihat wanita yang ia cinta sudah sampai ia tersenyum lembut.


"sayang udah lama kamu disini?" tanya dr Firman


"gak kok kak baru aja" jawab Nadia.


Dr Firman berjalan kearah Nadia yang duduk di ranjang. "kamu semalam gak kenapa kenapa kan ?" tanya dr Firman, ia khawatir dengan kejadian semalam ingin rasa menemani Nadia namun Nadia menolak dan memilih ditemani sahabat sahabat nya.


"gak kenapa kenapa kak, malah Nadia minta maaf gara gara insiden kemarin muka kaka jadi gini" kata Nadia dengan nada bersalah, ia membelai wajah dr ganteng itu yang masih keliatan luka lebam, Nadia merasa bersalah jadi nya memutuskan untuk kerumah sakit membawakan makanan calon suami nya itu.


"kenapa minta maaf kamu gak salah sayang!" kata dr Firman menatap intens wajah Nadia , tangan nya menangkap tangan Nadia yang saat itu membelai wajah nya, menarik Nadia agar lebih dekat.


Dr Firman mendekatkan wajah nya, perlahan namun pasti bi bir nya menyentuh bibir Nadia ntah kenapa dr Firman merasa iman nya lemah kalo sedang bersama Nadia.


Nadia membuka sedikit mulut nya seolah itu adalah lampu hijau buat dr Firman, dr Firman semakin memperdalam ci uman bibir nya Nadia pun membalas ci um an dr Firman.


"mmmmhhh" de sa han Nadia tertahan dalam ci um an.


Dr Fiman menyudahi ci um an mereka karena takut tidak bisa menahan diri, dr Firman membersihkan bib*r Nadia dengan ibu jari nya.


"aku takut gak kuat ya udah ayo kita makan" kata dr Firman.

__ADS_1


Nadia tersenyum dr Firman begitu menyayangi nya dia tidak akan menyentuh Nadia sebelum Nadia dan dr Firman sudah halal.


"ayo, Nadia udah masakin masakan kesukaan kaka" kata Nadia.


__ADS_2