Beautiful Sin

Beautiful Sin
minuman dari mak Lampir


__ADS_3

"Gak kenapa kenapa sayang" jawab Raka dengan senyuman manisnya.


"Kamu jangan bohongin aku deh Ka, aku perhatiin kamu akhir akhir ini kaya ada pikiran gitu, memang ada masalah apa sih, siapa tau dengan kamu cerita keaku perasaan dan pikiran kamu jadi agak mendingan gitu"


"Ish bawel banget sih pacar aku ini, orang gak kenapa kenapa" Raka gemas mentoel toel hidung mancung Nadia.


"Mmmm ya sudah kalo gak mau cerita, awas aja kalo kamu sampai mikirin cewe lain atau si Meli itu" kesal Nadia.


"Ya udah sekarang sudah selesai pijat kaki nya, kita ke Dina, Putry, Ani, nanti pada gempar lagi nyariin kamu" Raka menggendong Nadia, Nadia pun refleks mengalungkan tangan nya ke lehernya Raka.


"Wah, wah, wah, ada drama apa lagi ini" pekik Ani ketika melihat Nadia di gendongan Raka.


"Mmmmpp pamer mulu si bambang sama markonah" timpa Dina.


"Kalian ini ada masalah apa sih, emang yah begini lah kalo kelamaan jomblo akut, sirik aja bisa nya" Nadia berucap.


"emang kenapa loe Nad jadi sampai di gendong?" Tanya Ani.


"kaki nya Nadia sakit, tadi pas jalan kepleset ya jadi nya sakit terus karna sakit ya di gendong" jelas Nadia dengan nada agak manja manja alay.


"Ah .. Lebay lo Nad, dasar bucin" ledek Ani tidak lupa dengan mengkasih jitakan di kepala Nadia.


"be go, sakit ba ng ke!" Nadia mengusap usap kepala nya.


"Ya sudah kita pulang yuk!" Ajak Putry.


"Ok, udah mau sore juga" timpa Dina.


"Ya udah ayo, elo bisa jalan kan Nad, jangan lebay deh, ntar di rumah siapa yang mau gendong loe" Ani

__ADS_1


"Iihh dasar mak lampir jomblo" ledek Nadia.


**


Setelah semua nya masuk ke dalam mobil, Raka perlahan melajukan mobil nya menuju kerumah nya Nadia. Bertepatan dengan mobil Raka yang keluar dari pintu pagar gerbang utama, tanpa di sengja Raka melihat dari kaca spion mobil nya ada 2 buah mobil mewah yang masuk ke mansion nya. Raka sempat bingung namun setelah itu ia mengangguk, karna merasa tau mobil siapa itu. Setelah menempuh waktu 25 menit sekarang mobil Raka sudah sampai di kediaman nya Nadia.


"Hati hati ya Ka"


"Iya , gua cabut dulu" pamit Raka kepada Ani, Dina, Putry.


"Sayang , sampai ketemu besok" Raka berucap kepada Nadia.


"Ok, sampai ketemu besok." Nadia melambaikan tangan nya.


******


Di mansion nya Raka, para security yang melihat mobil Raka langsung berlari membukakan pintu pagar mansion, mobil Raka melaju sampai di begasi mewah nya itu yang isi nya juga dengan koleksi koleksi mobil dan motor mewah. Setelah menempat kan mobil nya di bagasi Raka keluar dari mobil nya, berjalan melangkahkan kaki nya masuk ke mansion, sesampai masuk kemansion Raka yang mau kekamar nya terpaksa menghentikan langkah ketika ia berada di ruangan santai karna mendengar  seseorang memanggil nama nya, suara yang di kenali Raka, suara yang begitu sangat ingin Raka tenggelamkan di muka bumi ini ketika melihat orang nya.


"Loe, kenapa loe bisa berada disini?" Tanya Raka heran, namun tidak melupakan ekspresi dingin dan datar nya.


"Ya bisa lah Ka, kan bentar lagi juga gua akan jadi menantu disini"  jawab nya dengan suara manja, namun bagi Raka itu suara yang menjijikan.


"Hhhh mimpi loe" hardik Raka.


Kemudian ia mau melangkahkan kaki nya menuju kamar nya, sesampai nya di kamar Raka langsung ingin  membersihkan badan nya, melepaskan pakaian nya, melangkan kaki nya menuju kamar mandi nya namun langkah kaki nya lagi lagi tertahan ketika Raka melihat penampakan seseorang membawa napan berisi minuman dingin dengan duduk di sisi ranjang nya.


"Loe kenapa disini hah, siapa yang ijinin loe masuk kamar gua?" Bentak Raka kesal.


"Momy yang ijinin dan mommy juga yang meminta Meli membawakan minuman dingin kekamar kamu" potong mommy Raka.

__ADS_1


"Mommy apa apain sih, Raka gak suka kaya gini, ini tempat privasi Raka momm" protes Raka.


"Bentar lagi juga akan jadi kamar Meli , ya kan mommy" dengan suara di buat buat manja. Mommy nya Raka tersenyum sembari menganggukan kepala nya.


"Apa apain sih loe, jangan mimpi loe, gua gak suka sama loe, mending loe keluar gua mau mandi" usir Raka.


"Raka yang sopan dong sayang" tegur mommy Raka.


"Ngapain sopan sama orang kaya dia, terus masuk kamar orang tanpa mengetuk atau izin itu sopan? Mending mommy ajak wanita jadi jadian ini keluar" Bentak Raka.karena kesal.


"Drama apa lagi sih ini" gumam Raka dalam hati.


"Ayo Mel kita kebawah! si Raka lagi datang bulan kali jadi agak sensi" Mommy mengajak Meli keluar dari kamar Raka.


"Iya Mom, oh ya Ka minuman nya di minum ya" sebelum meninggalkan kamar Raka, Meli berucap dengan senyuman menyeringai yang pasti nya senyuman nya itu tidak di lihat Raka.


Raka kesal menarik dan membuang kasar nafas nya, kemudian ia melangkahkan kaki nya kamar mandi, Setelah 20 menit melakukan ritual mandi nya Raka masuk ke walk in closet, setelah memakai pakaian nya dengan lengkap Raka merasakan haus.


"gara gara mak lampir nih bikin emosi, keberadaan nya bikin panas aja padahal udah mandi juga" gerutu Raka bicara sendiri.


Melihat minuman dingin di atas nakas Raka mengambil dan meminumnya sampai habis, Raka mengambil hp nya untuk menghubungi Nadia, namun ia urungkan ketika ia dirinya ada yang aneh, rasa panas yang menjalar. 


"Sial, ini minuman yang di kasih mak lampir, ba ng sat pasti ini minuman di masukin mak lampir itu sesuatu" Umpat Raka, Raka bukan orang bo doh, ia tau minuman yang di kasih Meli tadi sudah di campur dengan obat pe ra ng sa ng.


Keringat di tubuh Raka sudah mulai bercucuran, Raka dengan sumpah serapah nya mengumpat ke Meli, sudah mencoba mandi dengan air dingin namun tetap saja tidak berkurang, meminta Nadia kemansion nya tidak mungkin,apa lagi Raka keluar menuju rumah Nadia dengan keadaan nya seperti ini sama sekali tidak mungkin yang ada nanti nya Raka bisa kecelakaan di jalan, pikir Raka masih belum hilang kesadaran sepenuhnya.


Ketika Raka berjuang melawan gai rah naf su yang semakin bertambah memuncak namun tidak tau melampiaskan nya dengan siapa tiba tiba pintu kamar Raka terbuka dan muncul lah Meli dibalik pintu kamar Raka, Raka menoleh melihat yang masuk kemar nya adalah Meli, ia melangkahkann kaki nya ke Meli, mencengkram wajah Meli.


"Dasar ja la ng, se tan. berani nya memasukin obat pe ra ng sang ke minuman yang loe kasih buat gua, loe udah bosan hidup hah?"  hardik Raka dengan emosi tingkat dewa sebelum kesadarannnya hilang.

__ADS_1


Meli sempat meringis sakit wajah nya di cekram Raka demgan kuat, namun setelah itu ia tersenyum di belai nya lembut pergelangan Raka yang sudah kesadaran nya hilang karna pengaruh obat terbuai dengan sentuhan tangan Meli, detik itu juga Raka langsung menyambar me lu mat bi bir Meli dengan ganas penuh dengan naf su, Meli yang sudah berpanglaman tidak mau tinggal diam, ia pun tak kalah panas dan ganas nya membalas lu ma tan bi bir Raka.


__ADS_2