
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca dengan LIKE, VOTE , HADIAH dan KOMEN kalian ya guysπ
πππππππ
Raka keluar dari ruang Ian dengan perasaan kecewa, kalo NadiavIan dan juga keluarga marah Raka memaklumi itu karena salah Raka yang pergi tanpa kabar.
"jadi kemarin Nadia dan kaka nya kekantor daddy mencari aku, apa daddy sudah bicara yang tidak tidak sama Nadia dan Ian maka nya Ian marah seperti itu?" gumam Raka sendiri ia tau seperti apa daddy nya yang tidak menyukai hubungan nya dengan Nadia dan Raka gak menyangka kalo saat itu Nadia sampai mencari nya kekantor daddy nya.
"aaaaggghhhhh....kenapa sih harus seperti ini?" kata Raka berteriak di dalam mobil dan membenturkan kepla nya kestir mobil.
Raka mengambil ponsel nya menelpon orang suruhan nya untuk mengawasi Ian dan mengikuti Ian pulang sampai kerumah dengan seperti itu Raka akan tau di mana Nadia tinggal sekarang.
Ian melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya yang menunjukan sudah saat nya Ian pulang, sebelum pulang Ian terlebih dulu menjemput istri nya di rumah sakit rencana nya Ian akan tidur diapartemen istri nya bersama istri nya dr Raisa untum sementara waktu.
Dr Raisa yang menunggu suami nya tersenyum ketika melihat mobil suami nya memasuki halaman rumah sakit.
"sayang, kamu hutang penjelasan dengan aku, sekarang jelasin kenapa tiba tiba ngajak tinggal di apartemen?" kata dr Raisa bertanya dengan Ian, mereka saat ini di mobil dalam perjalanan pulang menuju apartemen dr Raisa.
Dr Raisa heran dengan suami nya yang ingin sementara ini mereka tinggal di apartemen, ia tau suami nya itu tidak bisa lama lama jauh dari Nanda keponakan nya itu, karena itu juga Ian tidak akan meninggal rumah orang tua nya dan dr Raisa tidak keberatan dan tidak mempermasalahkan itu karena dr Raisa juga sangat menyayangi Nanda dan senang juga tinggal dirumah mertua nya itu karena ia tidak lagi kesepian seperti saat dia tinggal sendiri di apartemen dulu.
__ADS_1
Ian yang sedang fokus menyetir melirik sang istri kemudian tersenyum dengan menggengam tangan istri nya.
"pertama karena aku ingin lebih leluasa berduaan dengan kamu, disana kita hanya berduaan tanpa ada siapa pun dan kita bisa bebas melakukan apapun dan dimana pun misalkan di dapur atau di meja makan, dan kamu bisa mendes*h tanpa tertahan, aku ingin mendengar kamu menjerit enak ntar kalo kita berdua disana!" kata Ian panjang lebar membuat pipi dr Raisa jadi merah merona ia sengaja menggoda istri nya ia suka melihat wajah istri nya seperti itu.
"aaawwwww sayang sakit" kata Ian perut nya di cubit dr Raisa kemudian tertawa melihat istri nya salah tingkah dan malu malu kucing.
"dasar me sum, sayang aku tu serius pasti ada apa apa kan? " tanya dr Raisa yang kesal dengan suami nya yang sangat mes*m itu.
"ok,ok, tadi siang sebelum aku telpon kamu tadi ada Raka datang kekantor....." belum selesai Ian bicara omongan nya sudah terpotong.
"apa Raka kekantor kamu? arti nya Raka sudah kembali ke Indonesia?" tanya dr Raisa dengan suara yang memekik kan telinga hampir berteriak karena kaget.
Dr Raisa nyengir kuda menampak barisan gigi putih nya. "maaf sayang aku reflek, jadi tadi beneran Raka kekantor? " tanya dr Raisa kembali ke topik pembahasan dengan nada suara yang sudah santai.
"seperti nya dia mencari Nadia dan kemungkinan dia sudah kerumah kami yang dulu dan dia udah tau kalo kami tidak lagi tinggal disana makanya dia samperin aku kekantor" jelas Ian.
"terus kamu bilang kalo kalian tinggal dimana sekarang?" tanya dr Raisa.
"ya enggak lah sayang, aku juga gak bilang kalo Nadia mau tunangan kalo Raka tau yang ada ntar takut nya dia malah bikin kacau kalo dia berhasil menemui Nadia aku takut itu akan meungkit luka lama di hati Nadia dan aku tidak mau dan tidak akan membiarkan Nadia meingat rasa sakit hati nya dulu"
__ADS_1
"aku cuman bilang ke Raka untuk jangan ganggu Nadia lagi, aku tau Raka itu tidak bodoh pasti dia akan mencari informasi tentang Nadia dan tentu saja suami kamu yang ganteng dan baik hati ini juga tidak bodoh, liat saja dibelakang mobil kita dari tadi ada mobil yang ikutin kita di belakang mungkin itu orang suruhan Raka yang di suruh Raka mencari informasi tentang Nadia" jelas Ian panjang lebar dengan istri nya.
"ck ganteng baik hati percaya diri sekali anda" cibir dr Raisa dengan Ian.
"terus apa hubungan nya sama ikutin kamu dan kita tinggal di apartemen?" tanya dr Raisa lagi ke Ian, ntah kenapa otak encer nya itu tiba tiba jadi tulalit.
"ya ampun sayang ya jelas ada lah,Raka kan gak tau tentang masalah Nadia kemarin yang hamil di usir dan ia juga gak tau kalo aku udah nikah, pasti Raka menyuruh orang memata matai gerak gerik ku termasuk meikuti ku pulang dari kantor karena Raka pasti pikir dimana aku tinggal disitu ada Nadia, kalo aku pulang kerumah pasti orang suruhan Raka itu akan mengirim informasi alamat rumah kita, maka nya aku ajak kamu tinggal di apartemen untuk mengecoh Raka, setidak nya sampai acara nikahan Nadia" Ian jadi gemes sendiri dengan istri nya yang tumben jadi tulalit, kemudian Ian meliat kebelakang dari kaca spion mobil, Ian tersenyum miring melihat mobil itu masih membuntuti nya di belakang.
"tapi sayang sebenar Raka juga kasian karna gak tau sebenarnya apa yang terjadi, semua ini karena orang tua nya yang jahat" kata dr Raisa, Ian menganggukan kepala, memang benar bukan sepenuh nya salah Raka tapi Ian kecewa dengan Raka yang terlalu lemah dan tidak memeprjuangkan cinta nya ke Nadia.
Ian melirik kekaca spion terlihat mobil itu masih meikuti mereka. "ck, lo pikir gua bego Raka" kata Ian.
bersambung
ππ hai terimakasih sudah membacaΒ dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
π I LOVE YOU ALL π
__ADS_1