
"Ka ini kan kamar?" Belum selesai Nadia bicara, bi bir nya sudah di bungkam Raka duluan. "Mmmmmpppphhhhh...!" Nadia mencoba melepas ci um an Raka, namun percuma karna Raka lebih kuat tenaga nya dari pada Nadia. Raka langsung membuka pintu kamar dan menarik Nadia kedalam kamar.
Nadia memukul da da Raka karna merasa oksigen sudah mulai berkurang. "kamu mau bunuh aku apa Ka?" tanya Nadia kesal. Raka ketawa terkekeh, tangan nya membelai lembut rambut Nadia.
"ngapain sih Ka kita kekamar kamu ?" tanya Nadia lagi kepada Raka.
"Pengen berduaan sama kamu, disana brisik udah kaya pasar malam aja." Raka ketawa, Nadia mendelik sinis kepada Raka.
Raka memeluk Nadia yang menghadap ke balkon kamar dari belakang. Di ci um nya sesekali menggigit kecil telinga dan leher nya Nadia. Membuat bulu tubuh Nadia seketika merinding.
"I love You Nyonya Nadia Ardian"
"I love you to Raka Ardian" Nadia memutar tubuh nya menghadap ke Raka.
Raka mendekatkan wajah nya ke Nadia, tangan nya merangkul pinggang Nadia, perlahan bi bir Raka dan Nadia bertemu, semakin lama ci um an itu semakin dalam dan menuntut.
Nadia melingkar kan tangan nya keleher Raka yang sudah di kuasai naf su lepas kontrol, tangan nya sudah berpetualang menjelajah setiap inci tubuh nya Nadia, Nadia pun sama hal nya dengan Raka, Nadia sudah di kuasai naf su ia juga ikut terbuai.
Raka menggiring Nadia ketempat tidur nya, dici um nya , di ke cup nya leher nya Nadia sehingga meninggal jejak merah keunguan. "Mmmmpphhh.... Sssssttt ..." de sah an keluar dari mulut Nadia
__ADS_1
Tangan Raka yang sudah sampai di gunung kembar ny Nadia sembari me lum at bibir nya Nadia, Raka me rem as re mas gunung kembar nya Nadia, membuat Nadia merasa kan sensasi yang tidak pernah Nadia rasakan sebelum nya.
"Aaaagghhhh..... Sayang.... Sssssttt.." Nadia men de sah enak karna oleh tangan Raka yang sudah sampai di permukaan goa nya Nadia.
Mendengar Nadia menyebut nya sayang Raka sejenak berhenti dari aktifitas nya dan menatap mata nya Nadia tersenyum manis, Raka yang sudah di kuasa naf su semakin ber gai rah mendengar de sah an Nadia yang terdengar se xy bagi Raka.
"Aaggghhh.... Aggghhh.....Mmmmppphh...... Raka sayaaaaannnngggg..ssssstttttt" Nadia merucau tak karuan, tangan nya me re mas rambut Raka.
Kini jari Raka nya sudah bermain keluar masuk lobang goa nya Nadia, Raka me lum at bi bir Nadia lagi, jari tangan nya masih bermain keluar masuk di lobang goa nya Nadia.
" Nadia, aku sayang kamu, sampai kapan pun aku akan selalu mencintai kamu, kamu yang terakhir untuk ku, I Love YOu sayang "
Nadia benar benar sudah kehilangan kewarasannya karena sudah di kuasai hawa naf su, Nadia merucau tidak karuan.
"Aaahhhh ... Ssssaaaayyyyaaannnggg.... Mmmmmppppphhh... Ennnnaaaakkk.... Aaaggghhhh "
"suka hhmmm? men de sah lah sayang jangan di tahan! tidak ada yang dengar kamar ini kedap suara!" Raka perlehan melepaskan segitiga pengaman Nadia, wajah Raka sudah di.depan goa nya Nadia .
Raka memainkan lidah nya di goa nya Nadia, Raka terus memberi ke nik ma tan bagi Nadia dengan terus memainkan lidah nya di lobang goa Nadia, tangan kiri nya memain kan gunung nya Nadia, tangan kanan lebih tepatnya jari tangan kanan nya bermain keluar masuk lobang goa nya Nadia sambil memain kan li dah di daging kecil yang ada di lubang goa Nadia.
__ADS_1
"Aaggghhhh.... Sssssstttt.... Mmmmppp.... " Nadia men de sah nik mar, Raka melepaskan celana nya saat merasa goa Nadia sudah basah Raka mengarah kan senjata nya kelobang goa Nadia.
"Pelan-pelan Ka! " lirih Nadia, tangan nya mencengkram lengan nya Raka.
"Ya sayang, tahan sedikit ya sayang." Raka me lum at bibir Nadia agar Nadia tidak tegang, perlahan Raka menghentakan senjata hendak menerobos pertahanan goa nya Nadia saat itu Nadia terpekik merasakan rasa sakit saat seniata nya Raka ingin masuk kelubang hoa nya.
Raka terus me lum at bi bir Nadia agar Nadia rileks tidak tegang, tangan Raka masih bermain di gunung kembar nya Nadia, setelah beberapa kali hentakan akhir nya senjata Raka berhasil menerobos pertahanan lobang goa nya Nadia.
"Aaaagggghhhhh....." Nadia dan Raka men de sah bersama merasakan nik mat dan hangat nya persatuan mereka.
Raka berhenti sejenak dengan senjata nya yang masih menetap di lobang goa nya Nadia, Raka merasakan senjata nya yang di dalam goa Nadia berdenyut sangat nikmat di jepit lubang goa Nadia,Raka mengatur nafas, ini pertama kali bagi Raka melakukan penyatuan dengan seseorang wanita yang ia cintai, perawan pula,Raka lah orang pertama yang memasuki lobang goa wanita yang ia cintai, karna terbukti dengan ada cairan merah di goa nya Nadia di saat senjata Raka masuk.
Raka tatap mata Nadia, Raka menge cup sembari menggigit kecil telinga, pipi, leher dan bi bir Nadia. "Makasih sayang, aku cinta kamu Nyonya Nadia Ardian" Raka tersenyum begitu juga dengan Nadia.
Raka kembali menghentakan tubuh nya, Nadia mencengkram sprai dengan kuat karna masih merasakan perih.
"Aaggghhhh.... Ssstttttt.."
bersambung~
__ADS_1
Jangan.lupa kasih LIKE,VOTE,KOMEN nya ya guys,, biar tambah semangat author nya.