
Tiba dimana hari yang sangat di nanti dan di impikan Ian dan juga dr Raisa, hari di mana Ian akan mengucapkan ijab kabul di depan penghulu, setelah sebelum nya melewati berbagai macam proses mulai dari acara lamaran sampai di titik dimana hari ini Ian mengucap ijab kabul.
"saya terima nikah nya Raisa Indri binti Hendra Gunawan dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Ian dengan lantang namun sesungguhnya Ian sangat georgi.
"sah, sah" kata saksi pernikahan Ian dan dr Raisa.
"alhamdulillah" Ian berucap syukur atas kelancaran ucap ijab kabul yang di ucapkan, sungguh Ian tidak pernah merasakan segugup saat ia tadi akan ijab kabul, namun setelah mendengar kata SAH dari para saksi kegugupan yang di rasa pun hilang seketika terganti dengan rasa yang sangat teramat bahagia.
Setelah Ian mengucapkan ijab kabul kini giliran mempelai wanita nya memasuki ruangan di mana tadi Ian mengucapkan ijab kabul bersama penghulu untuk menanda tangani berkas berkas serta buku nikah mereka.
Ian sangat terpukau dengan penampilan istri nya hari ini yang di balut dengan gaun kebaya yang sederhana namun elegan, make up yang natural membuat dr Raisa yang memang dasar nya cantik jadi teramat cantik di hari pernikahan nya, para tamu yang merupakan keluarga inti juga terpukau melihat penampilan dr Raisa.
(kira kira seperti ini lah baju yang di pakai dr Raisa di saat acara ijab kabul pernikahan nyaπ)
ππππππ
Setelah acara proses akad nikah, malam hari nya Ian dan dr Raisa mengadakan acara resepsi pernikahan di sebuah hotel berbintang.
Ian dan dr Raisa berjalan bersamaan dengan mesra memasuki ruangan tempat acara diselenggarakan nya resepsi pernikahan mereka berdua malam ini, semua mata tamu undangan tertuju kepada kedua mempelai yang terlihat serasi tampan dan cantik.
Terlihat jelas sekali wajah bahagia Ian maupun dr Raisa malam ini, Ian dan dr Raisa menyabut para tamu undangan yang datang untuk mengucapkan selamat serta doa untuk mereka dengan senyuman yang selalu mengembang di bibir mereka.
"cantik nya, istri siapa sih?" goda Ian disela kegiatan mereka menyambut para tamu undangan.
__ADS_1
"emang cantik, baru tau hhmm" jawab dr Raisa dengan ketus namun bercanda.
"capek ya yank ?" Ian yang melihat sang istri memijat kaki nya saat duduk di pelaminan pun bertanya karena khawatir.
"hhhmmm sedikit, kapan sih tamu undangan nya habis ya, capek banget" ucap dr Raisa sambil terkekeh.
"meski capek namun kita harus bersyukur karena dengan banyak nya tamu undangan yang datang banyak juga yang mendoa kan pernikahan kita" kata Ian bijak
"hhmmm" di jawab anggukan oleh dr Raisa.
"kalo capek banget aku antar kekamar ya , biar nanti aku sendiri aja gak papa menyambut para tamu undangan" kata Ian merasa tidak tega melihat sang istri kecapean yang dari tadi banyak berdiri dengan memakai sepatu yang lumayan tinggi itu .
"gak ah, ngapain juga di kamar sendirian kalo gak ada kamu" kata Dr Raisa.
"hhhmm jadi pengen nya di kamar sama aku, aduh istri ku yang cantik ini kaya nya udah gak sabar lagi pengen berduaan di kamar sama suami, udah berani goda goda aku hhmm" kata Ian gemes dengan memencet mencet hidung istri nya itu.
CUP... Ian mecuri dan mengambil kesempatan me nge cup sekilas bi bir sexy istri nya itu, dr Raisa yang mendapat serangan tiba tiba dari suami hanya berdecak sebal namun di dalam hati nya ia merasa bahagia.
ππππ
Nadia terlihat kerepotan di acara resepsi pernikaha sang kaka karena Nanda putra semata wayang nya itu dari tadi agak rewel.
"cup, cup, cup ganteng nya kenapa sih hari ini agak rewel hhhmmm?" Nadia berbicara kepada sang anak.
"ada apa Nad?" tanya dr Firman mendatangi Nadia karena dari tadi dr Firman melihat Nadia seperti kerepotan, karena oma sama opa nya lagi sibuk juga dengan tamu undangan. Dr Firman mah emang juara nya lelaki yang begitu pekaπ
__ADS_1
"ini ka Nanda rewel banget" kata Nadia yang masih berusaha menenangkan putra semata wayang nya itu.
"mungkin Nanda kepanasan karena disini begitu banyak tamu undangan juga bukan tempat yang terbuka" kata dr Firman
"iya ya ka, mungkin Nanda gerah ya"
"apa mau istirahat biar kaka anterin duluan, gak apa apa juga Ian dan yang lain nya pasti ngerti kok" kata dr Firman
"tapi.kan gak enak ka kalo pulang duluan" kata Nadia.
"tapi.kan kasian Nanda nya" kata dr Firman, padahal sih dr Firman juga modus nih biar bisa ngomong berduaan sama mama nya Nandaπ eits bertiga ye sama Nanda, tapi Nanda hanya jadi pendengar yang belum tentu juga Nanda mengerti apa yang di bicarakan orang dewasa itu.
"ya udah Nadia bilang sekalian izin sama mamah,papah, ka Ian dan Caca dulu" kata Nadia berlalu dari hadapan dr Firman.
Dokter Firman mengangguk, didalam hatinya bersorak senang, "akhir nya ada kesempatan untuk bicara serius dengan Nadia" ucap dr Firman dalam hati.
~bersambung~
Segini dulu ya up nya, author baru nyampe dari luar kota, sunggu pegal pegal ini badaπ₯΄
Btw mau nanya ada gak yang samaan kaya author akhir akhir ini author susah tidur, kadang sampai subuh baru tidur, kira kira kenapa jadi bisa seperti itu ya πͺ (maaf author curhat lagi hhheπ)
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, HADIAH, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
__ADS_1
π I LOVE YOU ALL π