
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπ₯°π₯°π
*****πππ****
"apa sekarang saya boleh masuk melihat keadaan anak saya dok?" tanya Raka pada dokter.
"Sebentar lagi Nanda akan kami bawa keruangan PICU setelah itu bapak juga ibu di perbolehkan masuk, maksimal hanya dua orang saja yang boleh masuk dan menunggu didalam ruangan" jelas dokter.
"makasih dok" kata Raka.
"sama-sama, kalo gitu saya permis dulu." kata dokter itu sopan.
Sempat terjadi drama perdebatan antara Nadia dan Raka saat Nanda ingin di pindahkan keruangan PICU, Raka minta Nanda di pindah kekamar VIP, Raka ingin yang terbaik untuk anak nya itu dan juga akan mendapat perawatan lebih intensif, Nadia sempat menolak bukan nya Nadia tidak ingin yanf terbaik untuk anak nya tapi Nadia hanya saja serasa mustahil bisa mebayar sebuar kamar vip, namun Raka kali ini tidak akan mengalah dan tidak menerima penolakan menyangkut paut tentang buah hati nya untuk semua biayaya Nanda semua nya akan jadi tanggung jawab nya.
Nadia terpaksa menyetujui permintaan Raka untuk Nanda di rawat dikamar PICU vip, dan disini lah Nanda bayi laki laki berwajah tampan yang begitu mirip dengan sang daddy, mestinya untuk ruangan PICU umum satu ruangan biasa nya bisa untuk empat orang pasien, dan Raka tidak ingin dan takut anak nya satu ruangan dengan pasien lain nya yang bisa saja disana banyak berbagai macam virus ia tidak ingin anak nya sampai kenapa-napa lagi.
Akhirnya Nadia sekarang sudah berada dalam ruang kamar dimana anak nya di rawat, Nadia menarik serta mengeluarkan nafas nya pelan ada rasa lega karena putra nya Nanda sudah bisa melewati masa kritis nya, namun akhir nya Raka juga mengetahui tentang Nanda, ada perasaan takut, takut Nanda di ambil Raka dan ada perasaan lega karena dapat Nadia lihat Raka menyayangi Nanda, contoh nya seperti hal nya ia yang sempat berdebat masalah kamar dan Raka ingin terbaik untuk Nanda.
Nadia bisa membayangkan berapa banyak yang harus di bayar, satu malam ruang PICU yang umum saja sudah lumayan mahal bagi Nadia yang hidup dalam keluarga pengusaha nan sederhana ia lahir bukan dalam golongan keluarga sultan seperti Raka, apa lagi untuk biaya kamar VIP yang amazing bagi orang rakyat biasa seperti Nadia ini.
Sebenar nya Nadia merasa tidak enak hati pada Raka, namun Raka sudah meminta pihak rumah sakit untuk masalah Nanda semua nya akan di pertanggung jawab kan dengan Raka orang tua kansung Nanda, Raka tidak perduli kali ini ia tidak menerima penolakan, Nadia bisa apa ketika sewaktu berdebat tadi Raka berkata pada nya "please Nad, bagaimana pun juga Nanda adalah darah daging ku dan aku adalah ayah kandung nya Nanda, aku juga berhak untuk Nanda terutama saat ini aku hanya ingin yang terbaik untuk anak ku, kamu jangan egois gini dong ini semua ku lakukan untuk Nanda juga anak kita dan untuk semuanya kamu tenang saja kamu hanya fokus dengan Nanda dan berdoa untuk Nanda anak kita hhhmm?" Kata Raka pada Nadia mengusap lembut sayang pucak kepala Nadia. Ntah lah meingat itu membuat perasaan Nadia jadi terasa aneh bagi nya.
Didalam ruangan tersebut ada Nadia dan juga mamah Ros yang menjaga Nanda, sebenar nya Raka ingin sekali masuk dan menjaga Nanda namun mamah Ros ingin juga menjaga cucu nya jadi lah Raka sekarang berada di luar ruang PICU vip Nanda, Raka memperhatikan Nadia dari balik kaca ruangan itu.
__ADS_1
"Raka..!" seru Ani pada Raka.
Raka mengalihkan mata nya dari Nadia ke Ani yang ternyata sudah berada di dekat nya, bukan hanya Ani , Dina , Putry juga ada.
"hhhmmmm?" Raka menoleh ke Ani dan menaikan sebelah alis nya dalam artian Raka bertanya ada apa ? setelah itu ia kembali melihat memperhatikan Nadia dan Nanda.
"bisa kita lihat dari sini Nadia sangat menyayangi Nanda, Nadia sangat takut kehilangan Nanda, mengingat seperti apa perjuangan Nadia hamil dan melahirkan Nanda tanpa ada suami dan orang tua" kata Ani yang juga ikut mengarahakan mata nya melihat Nadia, setetes air mata keluar dari mata Ani mengingat seperti apa sahabat sekaligus sepupu nya itu kemarin berusaha kuat meski ia tau Nadia sebenarnya sangat merasakan rapuh.
"apa yang lo rasa sekarang setelah lo tau tentang Nanda anak kandung lo sama Nadia?" tanya Ani lagi.
"senang, sedih, menyesal,marah" jawab Raka.
Mendengar jawaban Raka , Ani menoleh ke Raka yang tadi menatap lurus melihat ke arah Nadia.
"senang gua senang karena ada Nanda, hadir nya Nanda diantra kami dan adanya Nanda adalah bukti dari cinta kami meski itu semua terjadi dan di dapat dari suatu kesalahan dosa, dosa terindah meski gua tau yang nama nya dosa itu ya tetap dosa, tapi bukan kah setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk bisa memperbaiki kesalahan nya, dan gua akan memperbaiki kesalahan gua dulu, gua akan berjuang untuk kembali lagi sama Nadia apa lagi sekarang ada Nanda, gua pasti akan berjuang untuk kembali sama Nadia karena Nanda membutuhkan kedua orang tua yang lengkap, gua gak akan membiarkan anak gua tumbuh besar dengan tanpa kasih sayang orang tua nya yang lengkap, dan lo juga pasti ingin keponakan lo hidup tumbuh besar dengan keluarga lengkap dengan orang tua yang lengkap" tanya Raka pada Ani.
"hhhmmmm..." ani mengangguk. "tapi lo selesaikan dulu urusan masalah rumah tangga lo sama istri lo wanita ular itu karena gua ingin Nadia kenapa kenapa dan yang ada ntar dia di cap sebagai pelakor, gua tau gimana rumah tangga lo sama si wanita ular itu kemarin mommy cerita curhat sama kita kita, tapi nih ya Ka maaf banget nih kenapa lo gak coba tes DNA aja sih kalo lo gak yakin itu anak lo, kan dengan ada nya tes DNA itu bisa lo jadikan bukti selama ini lo juga menikahi wanita ular itu karena kata nya ia hamil anak lo kan dan minta lo untuk bertanggung jawab" kata Ani panjang lebar pada Raka.
"gua juga udah mikirin itu Ni, gua harus secepatnya selesaikan masalah gua sama Meli, gua uda pernah minta Meli tes DNA , Meli cerita ke orang tua nya dan orang tua nya marah sama gua malah mereka juga ngancam gua, tapi itu dulu waktu gua kuliah di inggris sekarang gua gak takut lagi dengan ancaman mereka karena gua akan tetap disini untuk kuliah dan juga kerja di perusahaan daddy" kata Raka.
"gimana sih lo Ka , CEO kok be go" cibir Ani.
"maksud lo ?" tanya Raka heran pada Ani.
__ADS_1
"lo kan bisa ambil rambut wanita ular itu dan juga anak nya buat tes Dna, kalo udah dapat tinggal lo kasih lah tu rambut nya Wanita ular, anak nya dan juga rambut lo!" jelas Ani
"oh god, makasih Ni makasih , kenapa gua gak kepikiran sih beg* banget gua" Raka langsung menarik narik pipi Ani gemas.
"sakir be go,nah syukur lo udah nyadar kalo lo itu beg*" kata Ani kesal pipi nya yang di tarik tarik.
"hhhhe maaf sengaja" kata Raka pada Ani.
"Dina Putry mana Ni?" tanya Raka.
"lagi makan mereka" jawab Ani.
Raka memicingkan mata nya dengan tajam saat menangkap seseorang yang tak kalah gagah nya dengan nya, hp Raka berbunyi bersamaan dengan datang nya dr Firman.
~bersambung~
πππ author minta maaf banget up nya gak bisa banyak karena author lagi sibuk bingit akhir akhir ini, tapi akan selalu author usahainn untuk bisa upπ thanks atas support kalian semua yang buat author jadi semangat menulis, love you all
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
π I LOVE YOU ALL
__ADS_1