Beautiful Sin

Beautiful Sin
Nadia pingsan


__ADS_3

Nadia menggelengkan kepala nya, air mata jatuh deras dipipi mulus nya. "I-ini tidak mungkin" Nadia menangis sejadi jadi nya di kamar mandi.


Nadia dari tadi sibuk memanggil Raka namun hp Raka tidak bisa di hubungi. "Kemana sih Raka?" Gerutu Nadia.


Nadia masih betah dikamar nya, pagi pun sudah beganti menjadi malam namun Raka masih tidak bisa di hubungi.


Kini waktu nya makan malam Nadia , Ian, mamah Ros dan papah Leman semua berkumpul untuk makan malam.


"Hhhhuuuueeekkkkk" Nadia menutup mulut nya, ia merasakan mual akibat mencium aroma masakan yang ada di meja makan.


"Kamu kenapa sayang , kamu sakit?" Tanya mamah Ros cemas.


"Kaya nya asam lambung Nadia deh mah" elak Nadia.ย  "Hhhhuuueeekkk" Nadia lari kekamar mandi di dekat dapur nya.


"Sayang kamu gak kenapa napa ? " mama Ros khawatir, ia memijat pelan tengkuk Nadia.


Nadia merasa badan nya lemas, seharian dia mengurung diri kamar, dari pagi tadi sudah mengeluarkan banyak cairan semua isi di perut nya di muntahkan nya.


"Nadia gak apa apa kok mah" Nadia tidak ingin mamah nya khawatir.


"Tapi muka kamu pucat banget lo sayang"


"Gak kenapa kenapa ma, yuk kita kemeja makan lagi" Nadia berbicara lirih, dia merasakan badan nya sangat lemas, kepala nya begitu pusing, tiba tiba pandangan Nadia terasa gelap dan akhir nya Nadia pingsan.


Mamah Ros panik melihat putri nya pingsan. "Papah, Ian cepat kemari!" Teriak mamah Ros.


Ian dan Papah Leman yang mendengar teriakan mamah Ros langsung saja lari menuju kamar mandi.


"Ada apa mah? " tanya Ian panik melihat adik kesayangan nya pingsan.


"Nadia pingsan cepat bantu mamah angkat dia kekamar nya!"


Ian langsung mengangkat tubuh Nadia dengan hati hati, sesampainnya di kamar Nadia di letakan nya badan adik kesayangan nya pelan pelan.


"Apa kita panggil dokter mah?" Tanya Ian.


"Ya kamu coba telpon dokter" papah Leman meminta Ian menelpon dokter.


Ian langsung mengambil hp yang ada di saku celana nya untuk menelpon dokter.

__ADS_1


****


Di mansion Raka


"Kamu sungguh keterlaluan dengan anak semata wayang kita, apa kamu tidak mau melihat Rala bahagia, kamu seperti ini sudah menyiksa Raka" geram mommy Raka.


"Aku seperti ini juga demi Raka, demi masa depan Raka agar jelas, apa kata kata orang nanti kalo Raka berhubungan dan berjodoh sama wanita dari keluarga biasa seperti Nadia.!


"Cih kamu itu memikirkan masa depan Raka atau memikirkan diri kamu, nama baik kamu?" Cibir mommy Raka


"Per se tan dengan yang nama nya martabat, bibit bobot dan lain nya, bagi saya yang terpenting adalah kebahagiaan anak saya Raka asalkan wanita pilihan Raka baik dan tulus itu tidak masalah, Raka dari kecil kurang mendapatkan kasih sayang dari kita, dan disaat ia mengenal cinta, apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua" mommy Raka geram , ia tidak habis pikir dengan suami nya yang hanya memikir kan status sosial namun tidak dengan perasaan anak nya.


"Terserah kamu mau ngomong apa, apa yang sudah saya putuskan tidak bisa di ganggu gugat" daddy Raka berkata tegas.


"Ok kalo mau kamu begitu, dari sekarang tidak ada lagi jatah apa apa, kita tidur terpisah" mommy Raka meninggalkan ruangan kerja daddy nya Raka.


"Lo kok kenapa jadi kesitu sayang" daddy Raka mencoba membujuk mommy Raka, ia menyusul langkah istri nya kekamar, namun saat di depan pintu kamar .


"Braaakkkkk" suara keras dari pintu.


"Sayang buka pintu kamar nya, masa tega aku tidur sendirian" daddy Raka memohon.


"Kamu saja tega dengan anak ku, kenapa aku tidak bisa tega dengan kamu!" Teriak mommy Raka dari dalam.


****


Didalam kamar Nadia terlihat seseorang perempuanย  yang usia nya tidak jauh dari Ian sedang memeriksa Nadia, terlihat ekspresi nya yang aneh.


Dokter cantik itu bingung ingin menjelaskannya kepada keluarga Nadia, karna setaunya Nadia masih sekolah belum menikah karna ia memang lumayan dekat dengan Ian dan sudah kenal lama.


"Ca, gimaaa keadaan Nadia dia sakit apa ?" tanya Ian kepada dokter Raisa biasa di panggil Caca.


Dokter cantik itu menarik nafas menghembuskan pelan kemudian ia tersenyum, ia bingung harus menjelaskan seperti apa.


"Kok kamu, penyakit yang parahkah?" sambung Ian lagi terlihat cemas.


"mmmm sebenar nya Nadia hanya kelelahan saja mengakibatkan asam lambung, biar kan dia istrahat, ini risep buat Nadia vitamin sama obat lambung nya" Dokter Caca memberi kan kertas kepada Ian.


"Terimakasih dokter Raisa" ucap mamah Ros.

__ADS_1


"sama sama, kalo gitu saya pamit dulu"ย  pamit dokter Raisa sopan.


"kalo gitu biar Ian antar dokter Raisa dulu mah kedepan, mamah sama papah disini aja jagain Nadia"


Mamah Ros dan papah leman menganggukan kepala, sesampai nya di teras rumah dokter Raisa menghentikan langkah nya di ikuti Ian yang di belakang dokter Raisa menghentikan.langkah nya.


"mmmmm Ian!" lirih dokter Raisa.


"ya ada apa Ca?" tanya Ian.


"mmmm b-begini, aduh gimana gua ngomong nya ya?" dokter Raisa terlihat bingung.


"ada apa Ca, ngomongin aja, apa Nadia punya penyakit parah?" Ian bicara lembut tapi raut muka wajah nya terlihat cemas.


"b-begini tadi gua mau ngejelasin nya tapi takut orang tua loe kaget, sebenar nya Nadia gak sakit, apa Nadia sudah menikah Ian ?" dokter Raisa ingin memastikan kecemasan nya itu.


Ian menaikan alisnya satu, di tatap nya dokter cantik itu sejenak. "Ca apa in sih kalo Nadia nikah pasti lah elo sudah dapat undangan nya, gimana Nadia mau nikah orang kita aja belom nikah" goda Ian.


Ian.berhasil membuat pipi dokter cantik itu memerah. "iiissshhh loe ini gua serius nanya karna Nadia itu tidak sakit, t-tapi maaf Ian Nadia sedang hamil dan usia kandungan nya kaya nya udah dua minggu lebih, tapi untuk lebih pasti nya gua saranin periksa Nadia kedokter kandungan siapa tau gua salah" ucap dokter Raisa hati hati.


Ian kaget, seketika terasa dunia nya runtuh mendengar kalo adik tercinta nya itu hamil di luar nikah, itu adalah aib yang sungguh memalukan dan mencoreng nama baik keluarga.


Ian tertuduk lemas di kursi yang ada diteras rumah nya, dokter Raisa menggenggam pundak Ian. "loe yang sabar, gak usah loe marah marah sama Nadia, di omongin dulu baik baik sama Nadia" dokter Raisa memberi saran.


"makasih Ca, makasih juga loe sudah gak omongin ini depan orang tua, gua gak tau apa jadi nya kalo loe bilang ini dedan orang tua gua, papah gua pasti akan murka" lirih Ian , ia menjambak rambut nya terlihat prustasi.


"sama sama, loe bisa tanyain baik baik dulu sama Nadia siapa cowo nya, omongin dulu baik.baik minta pertanggung jawaban ke cowo nya biar mereke nikah, Nadia kan udah lulus sekolah"


"hhhmmm" Ian menganggukan kepala nya.


"kalo gitu gua pamit pulang dulu ya, kalo ada apa apa ntar kabarin gua langsung, jangan lupa tadi obat nya" pamit dokter Raisa.


"Nadia kenapa seperti ini, kenapa bisa bisa nya adik gua sampai bodoh seperti ini kasih sesuatu yang paling beharga di hidupnya dengan.lelaki bukan hak nya, dan pasti nya bikin gua kecewa banget apa lagi sampai mamah dan.papah tau" ucap Ian dengan suara tertahan, dijambak jambak nya rambut nya.


"gua harus nemuin Raka omongin masalah ini" ucap Ian dalam hati, kemudian melajukan mobilnya.


~~bersambung~


๐Ÿ’–๐Ÿ’–KASIH LIKE , LIKE , LIKE , LIKE YA PARA READERS TERCINTA ๐Ÿ’–๐Ÿ’–

__ADS_1


๐Ÿ’–๐Ÿ’–KASIH LIKE, VOTE, KOMEN NYA BIAR AUTHOR NYA MAKIN SEMANGAT NGEHALU NYA ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ’–๐Ÿ’–


๐Ÿ’–๐Ÿ’–SALAM CINTA, SAYANG, DAMAI DARI AUTHOR๐Ÿ˜˜๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2