
โ ๏ธโ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ฅฐ๐
๐๐๐
Nadia terisak menangis mendengar penjelasan Raka, Nadia menatap mata Raka yang bicara kepadanya dengan menatap nya juga, Nadia mencoba mencari kebohongan dimata Raka namun tidak ada ia dapati, Raka mengorbankan perasaan nya untuk melidungi diri nya, Raka terjerat rumah tangga yang tidak di dasari cinta karena Raka tidak ingin dirinya kenapa napa.
"aku tau kamu masih mencintai aku dan harus kamu tau perasaan ku sama seperti dulu tidak berkurang sedikit pun" kata Raka.
Raka menatap mata Nadia yang juga menatap mata nya. "sayang aku mohon jangan siksa aku seperti ini aku gak bakalan sanggup melihat kamu bersanding dengan pria lain, aku mohon kembali ke aku, aku janji aku gak bakalan buat kamu menangis lagi" kata Raka bersungguh sungguh.
Nadia tidak menjawab namun air mata masih setia mengalir deras di pipi nya. "kamu ingat keinginan ku untuk menjadikan kamu istri ku setelah kita lulus sekolah bahkan kita sama sama bermimpi yang indah indah saat kita berumah tangga, rumah tangga yang bahagia dan juga pasti akan ada tangis tawa dari anak anak kita apa kamu sudah tidak ingin mewujudkan mimpi kita itu?", tanya Raka, mendengar nama anak kita Nadia semakin menangis dalam hati karena sebenar nya ia dan Raka telah mepunyai anak seorang laki laki yang wajah nya begitu mirip dengan Raka.
"beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku Nad!" kata Raka menggenggam erat tangan Nadia.
Nadia masih belum menjawab air mata mengalir deras dari mata indah Nadia yang menatap mata Raka yang juga menatap mata Nadia, dalam tatapan mereka sama sama mengisyaratkan tatapan kerinduan dan cinta dalam.
__ADS_1
Raka laki laki yang baik tulus mencintai Nadia dan Nadia tau itu bahkan tidak bisa di pungkiri di hati terdalam Nadia rasa cinta nya masih tetap untuk Raka meski bersamaan Nadia juga merasa kecewa dan benci pada Raka namun seperti nya rasa cinta pada Raka lebih besar dari benci nya, terlalu banyak kenangan indah yang dulu Nadia jalani bersalma Raka, bahkan semenjak ia menjalin cinta dengan Raka hari hari nya selalu di penuhi dengan perasaan yang berbunga bunga dan juga tawa bahagia namun itu sebelum daddy Raka dan juga Meli menghancurkan kebahagiaan Nadia dan Raka miliki.
Hidup Nadia terasa seketika hancur saat mengetahui kehamilan dan bersamaan dengan kabar kepergian Raka orang yang ia cinta sepenuh hati dan juga ayah dari janin yang ia kandung di tambah dengan insiden Nadia di usir dari rumah serta menjalani hari hari kehamilan nya tanpa sosok Raka disamping nya menemani nya membuat Nadia despresi dan hampir putus asa dengan hidup nya.
Untung nya kaka nya Ian, dr Raisa yang sudah menjadi kaka ipar nya dan juga sahabat sahabat nya tidak pernah bosan dan menyerah untuk memberi semangat pada Nadia, tapi kehadiran dr Firman lah yang bisa pelan pelan mengubah dunia Nadia yang tadinya hitam jadi lebih berwarna.
Saat masa kehamilan Nadia dr Firman lah yang selalu ada buat Nadia bahkan dr Firman sudah seperti suami siap siaga yang siap siaga menjaga Nadia dan mengatar Nadia kemana pun saat kaka nya Ian, dr Raisa dan sahabatnya sibuk dengan kesibukan mereka masing masing, dr Firman juga memiliki perasaan tulus pada Nadia dan juga Nanda anak Nadia dan Raka yang sudah di anggap dr Firman seperti anak nya kandung nya sendiri.
Nadia selalu merasa nyaman bila bersama dr Firman mungkin karena sikap lembut dr Firman dan tulus nya itu, dan sekarang sudah berstatus menjadi tunangan dan beberpa hari lagi mereka akan resmi menikah, Nadia merasa tidak tega menyakiti hati dr Firman yang sudah sangat baik pada nya dan juga keluarga nya.
Nadia memejamkan mata nya sebelum menjawab Raka. "ma-maaf kan aku Raka" lirih Nadia sebenar nya hati nya sakit mengatakan ini namun bagi Nadia ini yang terbaik mengingat status nya yang sebentar lagi akan menjadi istri dr Firman dan Raka yang status nya sudah jadi suami Meli dan juga ayah dari anak Meli mustahil bagi Nadia mereka bisa bersatu lagi.
"bahkan kamu tau kalo aku gak akan sanggup dengan semua ini" kata Raka menatap Nadia dengan tatapan keputus asaan
"sebentar lagi aku menikah, aku gak bisa menerima permintaan kamu itu karena sama saja aku menyakiti hati banyak orang menyakiti hati ka Firman, orang tua ku dan orang tua ka Firman bahkan juga keluarga besar kami berdua, maaf aku tidak bisa Raka" Nadia tidak ingin mendengar permohonan Raka lagi setelah mengatakan keputusan nya Nadia langsung bangkit dari duduk nya tangan Nadia yang ada di genggaman Raka terlpas Nadia berlari keluar dari kamar inap Raka.
__ADS_1
"Nad! Nadia !" seru Raka bahkan Nadia tidam perduli dengan teriakan Raka memanggil nama nya Nadia juga tidak perduli dengan mommy Raka dan juga sahabat nya yang berada di depan kamar inap Raka.
"agghhh s*** " umpat Raka saat mencoba bangung mengejar Nadia namun tidak bisa karena kondisi badan yang masih lemah.
bersambung
โ ๏ธcurhatan author ๐ฌ
๐ญ๐ญ hari ini rasa nya mau nangis sudah capek capek dari kemarin menghalu juga mengetik yang sudah jadi beberapa episode, gara gara hp nya heng yang tiba tiba layar nya mati al hasil semua cerita yang author tulis dan author simpan semua nya hilang, untung nya ingat akun login awal nya senang banget dan mau up karena bisa login maklum author rada rada lupa akun login kenoveltoon dan ternyata semua cerita yang belum author up hilang ๐ญ๐ญ rasa nya benar benar pengen nangis๐๐๐
๐๐ hai terimakasih sudah membacaย dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR๐๐
๐ I LOVE YOU ALL ๐
__ADS_1