
"hai dr Raisa!" sapa dr Firman dengan dr Raisa yang lagi makan di kantin rumah sakit mereka bekerja.
"hai dok "
"boleh gabung ?"
"silahkan dok!"
Mereka pun menikmati makan dengan sedikit mengobrol membahas tentang rumah sakit.
"oh ya dokter Raisa, Nadia itu adik nya dokter Raisa ? " dokter Firman bertanya karna penasaran dengan sosok yang bernama Nadia.
"hhmm" jawab dr Raisa mengangguk.
"kenapa dr Firman menanyakan Nadia?" dr Raisa mencium bau bau modus.
"gak kenapa-napa, kemarin saya bertemu Nadia dia hampir di tabrak sama motor".
"astaga, anak itu , selalu ceroboh" dr Raisa geleng geleng kepala.
"emang suami nya mana dok? dia lagi hamil kan?" dr Firman mulai kepo, sebenar nya hanya ingin memastikan kebenaran yang ada di pikiran nya.
"suami nya gak ada!" jawab dr Raisa spontan. Dr Firman merasa angin sepoi sepoi di hati nya. Tiba tiba hp nya berbunyi dan ternyata Ian yang menelpon.
"hallo ian" jawab dr Raisa.
"ya allah, ok tunggu gua kesana!" dr Raisa mematikan telpon nya kemudian ia beranjak pergi meninggalkan drFirman.
Tidak lama hp dr Firman juga berbunyi.
"hallo, ok saya kesana segera!"
Dr Firman melangkah kan kaki nya menuju ruang UGD.
**
__ADS_1
Dr Raisa berlari keruang UGD, ia melihat Ian yang gelisah di depan ruang UGD. Di susul dr Firman, namun dr Firman tidak memperdulikan dr Raisa, ia.langsung masuk ke ruangan UGD
"Ian, kenapa dengan Nadia ?" tanya dr Raisa.
"Nadia di tabrak mobil" jawab Ian, terlihat guratan sedih.
Saat itu Nadia berjalan sendirian keluar apartemen ia ingin membeli beberapa keperluan nya di minimarket dekat apartemen nya dr Raisa, namun naas tiba tiba ada mobil yang melaju kencang menabrak Nadia dan mobil itu langung kabur begitu saja.
"gua kedalam dulu, loe tenang Nadia pasti gak bakalan kenapa-napa!" dr Raisa menepuk pundak Ian.
*******πππ****
Sedangkan didalam ruang UGD betapa kaget nya dr Firman melihat seorang wanita dengan perut buncit berlumuran darah di kepala dan di tubuh lain nya.
"Nad-Nadia!" lirih dr Firman, dengan segera ia memeriksa keadaan Nadia.
"dr Firman bagaimana dengan Nadia?" tanya dr Raisa panik setelah dr Firman selesai menangani Nadia.
"luka di kepala nya harus di jahit, dan kaki nya terkilir, untuk kandungan nya alhamdulillah aman" jelas dr Firman.
"dokter Raisa ada pasien yang baru datang yang harus dokter periksa" perawat datang menghampiri dokter Raisa.
"ok kalo gitu saya tinggal dulu ya dok, saya titip adik saya dok!" ucap dr Raisa sebelum pergi meninggal kn Nadia dan dr Firman.
"ok, tenang Nadia pasti aman, akan saya jaga sepenuh hati". dr Firman mulai menjahit luka di bagian kepala nya. Dr Raisa menggelengkan kepala mendengar ucapan dr Firman.
Setelah selesai menangani Nadia dr Firman langsung keluar, Ian yang melihat dr Firman keluar segera menghampiri dr Firman.
"bagaimana keadaan adik saya Nadia dok?"
Dokter Firman tidak langsung menjawab, ia bingung setau dr Firman Nadia adalah adik dr Raisa, apa mungkin laki laki di depan ini suami nya dr Raksa? pikir dr Firman.
"Nadia mendapat kan jahitan di kepala nya, dan kaki nya terkelir, untuk masalah kandungan nya alhamdulillah tidak terjadi apa apa, Nadia hanya perlu rawat inap untuk beberapa hari disini!" jelas dr Firman panjang kali lebar.
Akhir nya Ian bisa bernapas lega. "makasih dok"
__ADS_1
"sama-sama, kalo gitu saya permisi dulu" dr Firman melangkah kan kaki nya.
**πππππ***
Nadia di pindah kan keruang rawat VIP, sesuai perintah dr Firman, mommy Raka yang kebetulan juga berada di rumah sakit itu habis membesuk teman nya yang sakit tidak sengaja melihat Nadia yang terbaring lemah dengan perut sudah lumayan besar di dorong oleh para perawat.
"Nadia, apakah benar itu Nadia?" mommy Raka berjalan cepat hendak menyusul Nadia.
Nadia di masukan di kamar VIP, mommy Raka kehilangan jejak Nadia karna saat mengejar Nadia tadi ia tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang menelpon dan hp orang itu terjatuh layar nya retak, mau tidak mau mommy Raka harus menyelesai kan urusan itu dulu.
"Ca loe yang minta kekamar VIP?" tanya Ian, bukan Ian pelit, tapi kamar rawat yang di tempati Nadia bukan kamar biasa, tapi kamar VIP yang hampir sama dengan kamar hotel, dan itu lumayan mahal bagi Ian seorang pengusaha yang baru mulai merintis karir nya.
Dokter Raisa menggelengkan kepala nya. "bukan gua,!".
"maksud nya?" Ian bingung.
"tapi dokter Firman teman gua, sekaligus dokter yang menangani Nadia, dan dr Firman sudah pernah beberapa kali bertemu Nadia bahkan menolongi Nadia kemarin pernah hampir jatuh sama di tabrak motor" jelas dr Raisa.
"ntar deh gua cerita nya, kita mending liat keadaan Nadia dulu!" dokter Raisa mengajak Ian keruang inap Nadia.
"dokter Firman!" sapa dr Raisa.
"hai dr Raisa" dr Firman tersenyum
"kenalkan Ian kaka kandung nya Nadia" Nadia mengenalkan Ian ke dr Firman. Dr Firman dan Ian pun saling berjabat tangan
~~bersambung~
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππkasih hadiah nya juga boleh ππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
π I LOVE YOU ALL π
__ADS_1