
"Itu.. Bukankan mereka dari kelompok geng motor tengkorak hitam itu? Mau apa mereka datang ke tempat ini?" tanya salah satu pengunjung.
"Benar mereka dari geng motor tengkorak hitam! Bukan hanya anggotanya saja tapi lihatlah orang itu dia adalah ketuanya! Rio!" ujar temannya yang ada disebelahnya.
"Apa!" pengunjung itu sangat terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh temannya.
"Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan di tempat ini, tapi sepertinya akan ada hal yang menarik yang akan terjadi!" ucap temannya.
"Aku juga berpendapat demikian. Mari kita lihat apa yang akan mereka lakukan!" ucap pengunjung itu.
Bisik-bisik itu terus berlangsung selama beberapa saat mengekspresikan terkejutan mereka. Pandangan semua orang tidak pernah lepas dari kelompok itu dan hendak ke mana kelompok itu.
Namun alangkah terkejutnya mereka saat kelompok itu ternyata mendatangi seorang pemuda yang sedang duduk santai bersama dengan seorang gadis yang cantik yang tidak lain adalah Ryan dan Lintang.
"Salam guru besar Ryan! Salam nona!" ucap Rio, John dan semua orang.
Mata semua orang melotot mendengar apa yang diucapkan oleh Rio dan juga rombongannya. Guru besar? Apakah mereka tidak salah dengar? Seorang pemuda dengan perawakan biasa saja ternyata adalah guru besar dari kelompok geng motor itu? Sungguh pemandangan yang benar-benar tidak akan pernah mereka percayai jika mereka tidak melihatnya langsung didepan mata mereka.
Terlebih mereka semua menundukkan kepalanya di depan pemuda dan wanita cantik itu saat memberikan ucapan salamnya. Alangkah begitu Agung atau besarnya atau tingginya pangkat yang dimiliki oleh pemuda atau wanita itu.
Sementara untuk Lintang itu sendiri dia sampai membuka mulutnya lebar-lebar karena tidak percaya. Pemuda yang telah menolongnya itu ternyata adalah seorang guru besar dari geng motor yang sangat terkenal di kota ini. Pantas saja dia begitu mudah mengalahkan orang yang hendak menodainya pada saat di toilet sebelumnya.
"Hahaha.. Apa kabar kalian semua?" tanya Ryan santai.
"Dan tentu sehat-sehat saja guru besar Ryan!" jawab Rio dengan tersenyum.
Setelah mereka saling bersalaman dan ramah tamah serta Ryan telah meminta mereka untuk duduk, Rio langsung menanyakan perihal mengapa dirinya diminta oleh Ryan untuk datang ke tempat seperti ini.
"Guru besar! Mengapa guru besar memintaku untuk datang ke tempat yang seperti ini?" tanya Rio.
__ADS_1
"Oh.. Itu bukan apa-apa! Aku hanya tidak ingin memiliki masalah yang tidak perlu jika aku akan mendapatkan suatu kemenangan atau apa di tempat yang seperti ini!" jawab Ryan santai.
"Maksud guru besar?" tanya John mengerutkan keningnya.
"Benar sekali! Aku akan mencoba untuk ikut permainan di tempat ini. Dan aku yakin pasti akan memenangkannya!" ujar Ryan dengan yakin.
Bagaimana Ryan tidak yakin? Ada sistem yang mengatakan bahwasanya dia siap membantu dan akan membuat Ryan menjadi pemenang secara mutlak. Bahkan ini adalah tugas atau bonus dari sistem itu sendiri.
Melihat wajah yakin dari guru besar mereka, John dan yang lainnya hanya bisa mengangguk ikut percaya meski tidak seratus persen.
"Guru besar! Apakah guru besar sudah membeli chip?" tanya Rio tiba-tiba.
"Hehehe.. Aku sudah membelinya. Tapi itu hanya di chip perunggu!" jawab Ryan sedikit malu.
"Baiklah guru besar, tidak apa-apa! Nanti aku akan membelikan beberapa chip untuk guru besar dari chip perak dan chip emas jika masih kurang!" ujar Rio dengan santai. Baginya, membeli sebuah chip perak atau chip emas yang harganya 5 jutaan dan 10 jutaan itu adalah uang yang sangat sedikit. Bisa dikatakan juga uang dengan jumlah seperti itu hanyalah seujung kukunya.
Setelah mengatakan itu, Rio menyuruh John dan beberapa anak buahnya untuk membeli chip untuk guru besar mereka yang tidak lain adalah Ryan. John hanya menurut dan pergi meninggalkan tempat itu. Setelah beberapa menit, John kembali dengan membawa puluhan chip yang dari jenis perunggu, perak dan emas.
"Haihh.. Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Ryan sambil menggelengkan kepala. Dia memegang sekitar 10 chip emas dan 20 chip perak dan 10 chip perunggu ditangannya yang jika ditotal keseluruhan harga chip itu kurang lebih adalah 150 juta. Sungguh sangat menghambur-hamburkan uang! Fikir Ryan.
"Guru besar itu sama sekali tidaklah berlebihan! Justru jika masih kurang maka katakan saja kepadaku! Nanti aku akan membelikannya lagi yang lebih banyak daripada ini!" ujar Rio dengan tanpa ragu. Karena menurutnya permainan-permainan seperti ini kecil peluangnya untuk bisa dimenangkan. Rio berfikir bahwasanya mungkin guru besar Ryan ingin bersenang-senang atau sengaja sedang menguji mereka. Apakah mereka ini mau menuruti perintahnya atau peka terhadap keinginannya.
"Heiiss.. Ini sudah lebih cukup! Yasudah kalau begitu aku pergi dulu! Kalian tetap di sini mengawasi saja!" ucap Ryan memberikan perintah.
"Baik guru besar!" ucap semuanya.
Semua orang tentulah keheranan dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini. Seorang pemuda yang tidak dikenal oleh siapapun ternyata adalah bos besar atau guru besar dari seseorang yang sangat menakutkan menurut mereka.
Ryan yang awalnya tidak diperhatikan oleh orang-orang kini menjadi pusat perhatian. Dia cukup risih dengan pemandangan yang seperti ini. Iya, meskipun itu adalah ulahnya sendiri atau ulah dari Sistem.
__ADS_1
Ryan mendekati salah satu meja yang sedang diadakan permainan dadu. Permainan itu cukup mudah yaitu hanya dengan memasang taruhan kepada Bandar dan setelah itu menebak berapa angka dadu yang akan keluar.
"Oh.. Apakah Tuan ingin bermain?" tanya sang bandar.
"Tentu!" angguk Ryan.
Ryan lalu mulai berbicara dengan sistem melalui pikirannya. Hendak berapakah chip yang akan dia pasang untuk permainan ini.
[Pasang saja semuanya tuan!] jawab Sistem.
"Baik!" jawab Ryan.
Rian lalu mengeluarkan semua chip yang dia kantongi di dalam sakunya yang mana keseluruhannya berjumlah 45 chip namun berbeda-beda jenis.
"Tuan! Apakah anda yakin?" tanya si bandar.
"Tentu! Semuanya adalah 45 chip! 10 chip emas, 20 chip perak dan 15 chip perunggu! Aku memasangnya untuk taruhan!" jawab Ryan tanpa ragu.
Hal yang dilakukan oleh Ryan ini sungguh sangat menarik perhatian banyak orang. Bukan hanya orang lain saja, tapi Rio, John dan semua anak buahnya juga keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Ryan.
Mereka berpikir Apakah guru besar mereka ini sedang sakit. Memasang taruhan sebanyak itu dalam satu permainan? Bukankah itu sangat merugikan jika dia kalah? Fikir Rio dan John.
Akan tetapi orang yang membuat sedikit kehebohan itu sama sekali tidak berpikir sampai demikian. Yang ada di pikirannya adalah dia pasti akan menang karena dengan bantuan sistem yang dia miliki.
'Hehehe.. Mereka pasti sedang menghinaku di dalam pikiran-pikiran mereka dan menganggapku bodoh' batin Ryan sambil tersenyum.
"Baiklah Tuan.. Jika memang itu yang Tuan inginkan maka aku akan melipatkan dua kali lipat jika memang Tuan menang atau berhasil menebak angka dari dadu itu!" ujar si bandar dengan bersemangat. Dia yakin bahwasanya pemuda di depannya ini adalah pemuda yang sangat bodoh atau tolol atau mungkin tidak memiliki otak. Maka dari itu dia berani melipatkan hadiah untuk Ryan 2 kali lipat dengan tanpa ragu.
"Sepakat!" ucap Ryan.
__ADS_1
Beberapa orang juga ikut bermain bersama dengan Ryan, mereka menebak angka yang akan keluar daripada dadu itu. Tiga buah dadu diletakkan diatas sebuah kayu lalu ditutup menggunakan sebuah penutup berbentuk kotak kemudian dikocok-kocok oleh si bandar.
Dan permainan yang akan membuat Ryan kaya raya itu pun dimulai!