
Hacker itu juga mengatakan bahwa kemungkinan dua perusahaan yang tiba-tiba melonjak trading pasarannya itu saling bekerja sama. Dia membuat spekulasi seperti itu karena hanya dua perusahaan tersebutlah yang tidak dapat dia bobol sama sekali. Jangankan untuk membobolnya, bahkan hacker itu sangat ketakutan akan ketahuan jika berani sedikit saja mengotak-atik sistem milik kedua perusahaan itu.
Dodi langsung menutup telepon dari hacker itu kemudian dia berteriak-teriak seperti orang yang sedang kesurupan saja.
"Sial! Sial! Sial! Dasar hacker tidak berguna! Dasar hacker pengecut!"
"Ayah tenanglah ayah! Pasti akan ada jalan keluarnya setelah kebutuan ini!" ucap istri Dodi.
"Jalan keluar seperti apa? Bahkan hacker yang ayah bayar tidak berguna sama sekali! Apa ayah harus mengeluarkan uang pribadi ayah untuk menutup semua kesalahan yang telah ayah perbuat?" teriak Dodi dengan kemarahan yang meluap-luap.
Istri Dodi langsung terdiam seribu bahasa karena dia sendiri juga sangat tidak rela jika suaminya mengeluarkan uang pribadi miliknya sebagai penutup atau ganti rugi dari kelakuan yang telah dia lakukan atas nama perusahaan.
"Bahkan teman-teman mafia ayah benar-benar dibuat tidak berkutik oleh pemuda itu! Sehebat apa sebenarnya dia?" Dodi menjadi sangat penasaran dengan kehebatan yang dimiliki oleh Ryan.
"Belum lagi kini anggota geng motor atau perguruan seni beladiri tengkorak hitam semakin kuat. Seperti ada orang yang sengaja melatih mereka sehingga bahkan pihak berwajib pun menjadi lebih segan kepada mereka!" ucapnya lagi dengan frustasi.
***
Ditempat lain, Ryan saat ini telah menyelesaikan mata kuliahnya. Dia sedang berjalan bersama dengan Ayu menuju ke arah tempat parkir. Ryan kemudian melihat seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Lintang yang terlihat sedang menunggu seseorang.
Ya, tentu saja yang ditunggu oleh gadis itu adalah Ryan. Namun saat melihat orang yang dinantinya malah justru sedang berjalan bersama dengan kecantikan luar biasa di kampusnya. Tidak hanya kecantikannya yang luar biasa, Ayu juga terkenal sangat cerdas dan memiliki jiwa pekerja keras yang tinggi.
Hal itu tentu langsung membuat Lintang menjadi sangatlah kecewa dan berniat untuk pergi meninggalkan tempatnya berdiri. Namun sebelum niatnya itu terlaksana, suara teriakan dari Ryan terdengar memanggil namanya.
__ADS_1
"Lintang! Kamu mau kemana?"
Lintang lalu menatap ke arah Ryan dengan tetapan sulit dan tidak bisa diartikan. Dia tidak berbicara sepatah kata pun untuk menjawab pertanyaan dari Ryan. Ryan dan Ayu akhirnya sampai juga dihadapan Lintang dia sedang menundukkan kepala.
"Bagaimana jika aku mengantarkanmu pulang? Tapi aku hanya membawa motor saja!" tanya Ryan sambil memperlihatkan kunci motornya.
Ayu hanya diam saat mendengar dan melihat Ryan menawarkan dirinya untuk mengantarkan Lintang. Dia sebenarnya merasa sedikit cemburu terhadap gadis itu. Namun konsistensinya sebagai anak buah atau bawahan dari Ryan, dia tidak bisa berpolah sesuka hatinya.
Lintang sedikit terkejut saat mendengar bahwa Ryan menawarkan dirinya untuk mengantarkannya pulang. Dia menatap ke arah gadis yang ada di sebelah Ryan lalu melihat gadis itu menganggukkan kepalanya tanda dia harus menyetujui ajakan Ryan dan tidak boleh mengecewakannya.
Pada akhirnya Lintang pun menyetujui ajakan dari pemuda yang dicintainya itu. Dia dengan Ryan lalu berpisah dengan Ayu yang juga akan mengambil mobil pemberian Ryan ke tempat parkir yang berbeda.
***
Tiba-tiba pandangan mereka terfokuskan kepada siaran berita ditelevisi yang memang dari sebelumnya TV itu telah menyala. Dari siaran berita itu mengatakan bahwa satu keluarga dari keluarga konglomerat di kota ini tiba-tiba mendapatkan serangan dari orang misterius sehingga mereka semua terluka parah dengan tangan dan kaki yang semuanya terpotong. Pelaku itu hanya menyisakan anak laki-lakinya saja yang bernama Topan.
Ryan langsung tersenyum sinis saat melihat siaran berita itu. Dia sungguh tidak menyangka bahwa cara kerja dari pasukan bawahannya itu cukuplah kejam sekarang. Namun dia juga tidak kecewa karena kinerjanya sangatlah cepat dan tidak gagal.
Ryan belum mengetahui bahwa yang menjalankan misi darinya itu adalah sang iblis kilat perguruan tengkorak hitamnya.
"Ibu yakin bahwa pelaku yang melakukan hal kejam itu adalah saingan dari bisnis keluarga konglomerat itu!" ucap Lastri menerka-nerka.
"Biasanya memang begitu!" setuju Ryan namun sudut bibirnya memancarkan seringai tipis.
__ADS_1
Sementara untuk Parman dan Suprapto yang melihat seringai tipis dari sudut bibir bos besarnya, mereka menduga bahwa pelaku yang melakukan itu adalah orang suruhan dari Ryan atau bisa dikatakan saudara mereka sendiri.
Mereka juga mengingat nama Topan itu yang termasuk dari salah satu jajaran orang-orang di kampus yang membenci bos besarnya. Mungkin karena suatu perbuatan yang Topan atau keluarganya lakukan kepada Ryan sehingga Ryan akhirnya menindaklanjuti mereka.
Tiba-tiba Lastri mengerutkan keningnya saat melihat Topan yang sedang diwawancarai. Topan menyebutkan bahwa kemungkinan besar orang yang membuat keluarganya cacat seperti ini adalah bawahan dari salah satu mahasiswa yang berada di kampus sama dengannya.
Meski Topan tidak menyebutkan namanya secara langsung, namun Lastri mengetahui bahwa Topan ini memiliki hubungan yang kurang baik dengan anaknya Ryan. Lastri berpendapat bahwa Topan ini dengan sengaja hendak memfitnah anaknya.
Tentu saja sebagai seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya, Lastri sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Topan kepada awak media.
"Nak, kamu sadar bahwa dia sedang membicarakanmu?" tanya Lastrisambil melihat ke arah Ryan.
"Tentu Ryan sadar sesadar-sadarnya! Tapi buat apa menanggapi ocehan yang tidak berdasarkan itu! Lagi bola awak media juga tidak akan langsung mempercayainya karena apa yang dikatakan olehnya itu hanyalah dugaan saja!" jawab Ryan dengan santai.
"Tapi dia itu sedang menjelek-jelekkanmu!" ujar Lastri yang tetap tidak terima.
"Ayolah ibuku yang cantik! Biarkan saja dia terus menggonggong seperti anjing didepan awak media. Jika dia berani mempermasalahkan masalah ini denganku maka aku barulah akan bertindak!" kata Ryan dengan tatapan yang meyakinkan.
Lastri menghelan nafasnya saat mendengarkan jawaban meyakinkan dari Ryan. Dia memang mengakui bahwa anaknya ini sangatlah hebat sekali dalam seni beladiri. Namun sebagai seorang ibu, dia tetaplah akan mengkhawatirkan anaknya jika sesuatu datang kepada anaknya dan dapat melukainya.
"Tenanglah ibu! Putramu ini adalah yang terkuat dan yang terganteng seantero jagat! Jadi hanya untuk menghadapi kroco-kroco seperti Topan, Ryan pasti dapat mengalahkannya dengan mudah!" ucap Ryan yang bertujuan menenangkan ibunya.
"Baiklah.. Ibu percaya kepadamu nak!" kata Lastri pada akhirnya sembari mengusap-usap rambut dari anaknya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1