Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 22


__ADS_3

"Silakan kalian tebak!" ucap si bandar setelah selasai mengocok dadu itu.


Sulit memang, untuk dapat menebak angka dadu itu, tapi jika benar dalam menebaknya maka sudah dipastikan orang itu akan menjadi kaya karena bandar menawarkan dua kali lipat uang kemenangan dari uang yang menjadi taruhan orang yang bermain.


Ryan sendiri ditawarkan oleh si Bandar karena dia memasang taruhan yang sangat banyak dua kali lipat. Itu adalah 2 kali lipatnya dua kali lipat yang berarti 4 kali lipat.Betapa senangnya hati Ryan mengetahui bahwasanya dia akan mendapatkan 4 kali lipat dari taruhannya yang dengan jelas akan dia menangkan melalui bantuan Sistem.


"Ayo sekarang siapa yang mau tebak duluan?" tanya si Bandar.


"Berhubung aku yang paling banyak memasang taruhan maka aku akan menebaknya yang paling terakhir!" ucap Ryan beralasan.


Dia sedang menghubungi Sistem melalui fikirannya.


"Sistem!" panggil Ryan.


[Siap Tuan! Apakah Tuan ingin menebaknya sendiri? Hihihi..] sahut Sistem sambil tertawa cekikikan.


"Sial! Apa kamu mempermainkanku? Tentu saja aku tidak tahu!" ucap Ryan dengan kesal.


[Hahaha.. Jangan suka cemberut gitu, nanti wajahmu cepat terlihat tua Tuan] tawa Sistem dengan renyah.


"Sialan kau!" gerutu Ryan yang selalu digoda oleh Sistem sialan itu.


[Baiklah-baiklah.. Tuan katakan saja angka 5,3 dan 1 yang keluar] ucap Sistem pada akhirnya.


"Bagus kau memang yang terbaik Sistem! Hehe.." ujar Ryan dengan cengengesan sendiri. Hal itu tentu membuat aneh orang-orang yang bermain bersama dengan dirinya.


"Ada apa Tuan? Apa ada yang aneh?" tanya si bandar.


"Oh.. Tidak apa-apa! Silakan kalian terlebih dulu yang menebak! Aku akan menjadi yang terakhir seperti yang aku katakan sebelumnya!" ucap Ryan dengan santai namun dalam hatinya menyadari akan kebodohannya.

__ADS_1


Semua orang yang ikut dalam permainan yang mana jumlah orang itu adalah enam orang mulai menebak angka yang akan keluar pada dadu itu. Di antara mereka ada yang menebak 5,6,6. Lalu ada yang menebak 3,3,4 dan ada pula yang menebak 5,1 dan 1.


Ryan hampir terperanjat saat ada orang yang menebaknya hampir sama dengan tebakan Sistemnya.


"Baiklah.. Sekarang giliranku! Aku menebak bahwa angka yang akan keluar adalah angka 5, angka 3 dan angka 1!" ucap Ryan dengan santai.


Sang Bandar pun mengangguk.


"Apakah kalian yakin dengan pilihan kalian? Apakah tidak ada yang mau berganti?" tanyanya yang sedikit menggoyahkan tekat para pemain.


"Kami yakin!" jawab semuanya termasuk Ryan.


"Tuan! Apakah anda tidak merubah pilihan anda? Apakah anda tidak akan menyesal?" tanya bandar itu kepada Ryan.


"Tentu! Aku sangat yakin dengan pilihanku!" jawab Ryan masih tetap kekeh pada pendiriannya.


"Baik! Akuakan membukanya sekarang!" ucap si bandar dengan yakin bahwa dia akan mendapatkan uang yang banyak secara gratis dari pemuda yang dianggapnya bodoh itu.


Wajah si Bandar menjadi pucat pasi seperti halnya kertas. Dia tidak menyangka bahwasanya pemuda di depannya ini mampu untuk menebak angka dari ketiga dadu itu. Dia meratapi nasibnya yang benar-benar malang kali ini. Dia telah menjanjikan dua kali lipat untuk kemenangan Ryan.


Sementara Rian langsung tertawa terbahak karena sangat senang tebakannya benar. Tidak! Lebih tepatnya bukan tebakan Ryan tapi tebakan dari Sistem. Hal itu sontak membuat orang-orang banyak memperhatikan dirinya yang begitu senang itu.


Orang-orang langsung berbisik-bisik membicarakan perihal tentang Ryan.


"Apa yang terjadi dengan pemuda itu? Apakah pemuda itu sudah gila? Membuat keributan dengan tertawa terbahak-bahak seperti itu sungguh hal yang dilarang ditempat ini!" ucap salah satu pengunjung dengan keheranan.


"Aku juga tidak tahu mungkin dia telah berhasil menebak angka dadu yang keluar!" jawab teman dari pengunjung itu.


"Tapi apakah dengan cara seperti itu? Berteriak-teriak seperti orang gila saja! Huh!" ucap pengunjung itu dengan kesal.

__ADS_1


"Sssttt! Pelankan suaramu! Apa kau lupa sesuatu? Pemuda itu adalah orang yang sebelumnya sangat dihormati oleh pemimpin beserta geng motor tengkorak hitam itu!" ujar temannya mengingatkan.


"Ah! Aku lupa! Sialan! Semoga tidak ada nasib buruk yang datang kepadaku setelah ini!" ucap pengunjung itu menyadari kesalahannya.


Sementara itu di meja yang cukup besar, Rio, John dan beberapa anak buahnya juga ikut melihat ke arah meja dimana Ryan sedang bermain dadu. Mereka yang melihat wajah bahagia Ryan juga ikut tersenyum.


"Sepertinya keberuntungan guru besar sangatlah besar kali ini!" ucap John sambil meminum anggur dengan santai.


"Benar! Sepertinya memang begitu!" ujar Rio juga lalu meneguk anggurnya.


Di mejanya, Ryan terus tertawa dengan terbahak-bahak merasakan kebahagiaan yang sangat membuatnya senang.


"Hahaha.. Aku menang! Aku menang! Aku berhasil menebak angka itu!" seru Ryan dengan lepas. Dia sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang memandangnya dengan aneh dan juga kesal.


"Ayo! Mana uangku? Mana uangku? Cepat serahkan kepadaku!" ucap Ryan dengan tidak sabar.


Si bandar akhirnya dengan tidak rela memberikan chip dengan jumlah 4 kali lipat dari chip yang Rya taruhkan sebelumnya. Ryan dengan sangat bahagia meraup semua chip itu mendekat kepadanya.


Rian mendapatkan kembali chip miliknya dan juga chip-chip dari 4 kali lipat hasil taruhannya yang jika di jumlah keseluruhannya adalah 50 chip emas, 100 chip perak dan 75 chip perunggu. Sungguh kekayaan yang lumayan banyak yang hanya Ryan dapatkan dalam waktu beberapa menit saja!


"Ayo! Aku ingin bermain lagi! Apakah kamu berani membandari lagi?" tanya Ryan dengan bersemangat.


Wajah si Bandar benar-benar menjadi terlihat sangat kesal. Dia tentu sangat kesal dengan uangnya yang menghilang dalam sekejap. Dia lekas menganggukkan kepala tanda menyetujui akan membandari lelaki untuk yang kedua kalinya bersama dengan Ryan.


Orang-orang yang melihat bahwasanya Ryan telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari permainan itu menjadi sangat tertarik. Mereka mulai mengerumuni tempat Ryan bermain. Beberapa dari mereka juga ikut duduk dan ikut bermain bersama dengan Ryan.


Tidak tanggung-tanggung Ryan langsung memasang semua chip yang dia dapatkan dalam permainannya kali ini sebagai taruhannya. Si Bandar hanya bisa menggerakkan giginya karena marah dan kesal juga karena kepercayaan diri Ryan yang menurutnya sangat berlebihan.


Akan tetapi dia tidak menolak apa yang menjadi taruhannya Ryan. Dia justru sangat senang jika memang pemuda itu sebelumnya beruntung maka keberuntungan pasti tidak akan datang kedua kalinya, fikir si bandar.

__ADS_1


Yang tidak difikirkan oleh si Bandar itu adalah bahwa Ryan bersama dengan Sistem yang selalu membantu dan menebak isi dari angka dadu yang akan keluar.


"Sepertinya permainan disana terlihat cukup meriah karena pemuda itu! Ayo kita lihat!" ucap salah satu orang yang mana dia adalah satu diantara empat Raja Judi di kota ini.


__ADS_2