Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 52


__ADS_3

Jantung Ryan seperti hendak copot atau meledak saja karena begitu kencangnya dalam berdetak. Sebelumnya Sistem telah memberitahukan kepadanya bahwa kelompok Geng Kapak Maut adalah sindikat pengedar narkoba tingkat internasional yang sangat ahli dalam bidang beladiri.


Dan saat ini Ryan telah terpojok dan tidak bisa lari lagi dari kejaran mereka. Mau tidak mau Ryan harus mempertaruhkan nyawanya kali ini dalam pertarungan yang mungkin saja sebentar lagi akan terjadi.


Ryan keluar dari dalam mobilnya untuk melihat calon-calon lawannya. Pria yang dipanggil dengan sebutan tuan muda juga keluar dari mobilnya yang disusul oleh anak buahnya yang berjumlah sembilan belas orang. Maka jumlah keseluruhan musuh yang harus dikalahkan Ryan adalah dua puluh orang dari Geng Kapak Maut.


Prok! Prok! Prok!


Pria itu tiba-tiba bertepuk tangan sambil berjalan dengan perlahan mendekati Ryan yang sudah sangat gugup dibuatnya.


"Kamu sangat berani menggagalkan transaksi menguntungkan tuan muda ini, lalu melajukan mobil dengan sangat hebat! Tuan muda ini sangat terkesan!" ujar pria itu.


Ryan langsung memasang kuda-kuda beladirinya karena jarak keduanya kini hanya berjarak sepuluh meter saja. Pria itu tersenyum menyeringai saat melihat reaksi dari orang yang telah membuatnya rugi milyaran itu.


"Sepertinya kamu adalah bocah kemarin sore yang belum tahu siapa itu Geng Kapak Maut sehingga membuat ulah dengan kami!" kata pria yang dipanggil tuan muda.


Semua anggota atau anak buah dari pria itu lalu mengeluarkan sebuah kapak dari belakang bajunya laren memang sudah menjadi kewajiban bagi setiap anggota Geng Kapak Maut menyelipkan sebuah kapak dibelakang bajunya.


"Jangan bergerak!" ucap Ryan tiba lalu menodongkan pistol dihadapan pria yang dipanggil tuan muda. Namun ketenangan masih saja tepancar dari wajah pria itu alias tidak ada raut ketakutan sedikit pun dari ekspresi wajahnya yang langsung membuat Ryan mengerutkan keningnya.


Pria itu justru mengacungkan dua jari pada anak buah atau pelayannya yang langsung dengan sigap menyelipkan sebatang rokok sekaligus dihidupkan apinya. Setelah itu, salah satu dari anggota Geng Kapak membawakan kursi lipat lalu meletakkannya dibelakang sang tuan muda.


Dengan santai tuan muda itu duduk sambil merokok tanpa menghiraukan Ryan yang menyodorkan moncong pistol kearahnya.


"Hajar dia! Tapi jangan langsung dibuat mati! Aku ingin melihat dia berteriak-teriak manja dulu sebelum dibawa malaikat maut!" ucap sang tuan muda dengan seringai tipis di bibirnya.


Swush...


Sebuah kapak tiba-tiba melesat dengan kecepatan tinggi mengarah kepada Ryan atau lebih tepatnya kearah pistol yang sedang dipegangnya. Ryan yang melihat itu dengan sigap menghindar dengan memutar tubuhnya kearah kiri lalu menarik pelatuk pistol di tangannya mengarahkan kepada sang tuan muda.


DORR!


BANG!

__ADS_1


Sting!


Peluru itu ditangkis oleh salah satu anak buah sang tuan muda dengan melempar kapaknya. Sungguh hal itu sangatlah mengejutkan bagi Ryan.


'Mereka benar-benar ahli!' batinnya.


Ryan lalu melihat kearah belakang untuk mengecek suara 'BANG' yang sebelumnya dia dengar. Namun saat melihatnya, matanya melotot sampai hampir keluar dari kelopaknya. Ryan ingin sekali menangissekarang juga karena bagian belakang mobil kesayangannya tertancap sebuah kapak.


"Kalian!" teriak Ryan dengan kemarahan menyala.


DORR! DORR! DORR!


Dia lalu dengan cepat menembakkan semua isi peluru dalam magazine hingga habis namun semuanya dapat ditepis dengan kapak yang dipegang oleh mereka.


Prok! Prok! Prok!


Sang tuan muda kembali bertepuk tangan dengan santainya saat melihat Ryan telah berhenti menembak sebab peluru yang ada dalam magazine habis.


"Pertunjukan luar biasa!" ucapnya lalu memberikan kode kepada anak buahnya untuk maju.


"Kalian memaksaku! Datanglah!" ucap Ryan dengan seringai iblis tersirat dalam senyumnya.


Para anggota geng kapak maut entah mengapa merasa sedikit merinding dengan melihat senyum yang diperlihatkan oleh Ryan. Namun mereka tidak gentar dan terus berjalan mendekati pemuda itu lalu membuat sebuah pagar badan supaya Ryan tidak bisa lari.


Salah satu diantara mereka maju mendekati Ryan dengan senyuman yang terus terukir di sudut bibirnya. Ryan membuka sarung pedang dan melemparkannya kearah kiri tempathya berdiri. Dia lalu memasang kuda-kuda beladiri yang dia kuasai.


Semua anggota geng kapak maut yang melihatnya menjadi terkejut saat Ryan melakukan hal itu. Mereka tidak pernah menyangka bahwa pemuda didepan mereka juga memiliki seni beladiri.


"Aku sungguh tidak menyangka bahwa kau juga seorang seniman beladiri nak!" ucap pria berwajah sangar yang mendekati Ryan.


"Hoo.. Apakah kamu terkesan?" tanya Ryan dengan santai. Dia sudah meredam amarahnya yang sebelumnya meledak karena Sistem memperingatinyanagar tidak bertarung dalam keadaan marah.


"Sangat luar biasa! Hahaha.. Masih tenang meskipun mau mati!" ujar pria berwajah sangar itu sambil tertawa terkekeh-kekeh.

__ADS_1


Baru saja pria berwajah sangar selesai bicara, tiba-tiba Ryan sudah bergerak saja sambil mengayunkan pedangnya yang membuat pria berwajah sangar sedikit terkejut. Dia dengan sigap menangkis laju pedang katana yang akan memotong lehernya itu dengan kapak yang ada di genggaman tangannya.


Trank!


Bunyi benturan dua benda padat terdengar memekakkan ditelinga semua orang. Pria berwajah sangar mundur lima langkah karena efek kejut yang dihasilkan dari adu senjata itu.


"Oh.. Kau sangat kuat rupanya!" ucap pria berwajah sangar sambil tersenyum namun dalam hatinya mengutuki Ryan karena telah membuat tangannya kebas dan mati rasa untuk beberapa saat.


"Tidak usah banyak bicara! Majulah!" ucap Ryan sambil menyodorkan jari tengahnya kepada pria berwajah sangar.


Pria berwajah sangar sangat marah melihat ejekan dari orang yang akan menjadi korbannya, dia lalu bergerak dengan sangat cepat menyerang Ryan dengan kapak ditangannya.


Trank! Trank!


Pertarungan sengit segera terjadi yang membuat orang-orang yang menontonnya sangat takjub.


Trank! Trank!


Dentingan yang terjadi karena bertemunya pedang Ryan dan kapak pria berwajah sangat terus terdengar. Pria berwajah sangar melakukan gerakan menyerang terus menerus sementara Ryan harus dibuat bertahan.


Pria berwajah sangar melayangkan tendangannya untuk mengecoh Ryan dan itu berhasil. Ryan bergerak seperti orang hendak menghindar namun dia dikejutkan dengan ayunan kapak dari pria berwajah sangar yang melaju kearah bagian dadanya.


Kuda-kuda Ryan langsung goyah karena sebelumnya hendak melakukan gerakan menghindari tendangan pria berwajah sangar namun kini dipaksa untuk menghindari lagi serangan ayunan kapak.


Syut!


Dengan terpaksa Ryan menjatuhkan dirinya untuk menghindar dan ternyata berhasil. Ayunan kapak pria berwajah sangat hanya mengenai sedikit bajunya yang langsung membuatnya sobek.


Tidak menungggu waktu lagi, Ryan mengayunkan pedangnya membabat kaki pria berwajah sangar namun gagal karena pria itu melompat tinggi-tinggi. Ryan melihat sekilas kearah pria berwajah sangat itu sedang melompat sambil hendak melemparkan kapak yang ada di genggaman tangannya.


"Sial!" gerutu Ryan sambil berusaha bergerak sebisa mungkin untuk menghindar dengan akan mengguling-gulingkan tubuhnya.


Swush!

__ADS_1


Kapak itu melesat dengan kecepatan tinggi mengarah kearah Ryan.


__ADS_2