Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 51


__ADS_3

Lima menit kemudian. Dua buah mobil sport yang juga sangat mewah namun masih kalah jika dibandingkan dengan mobil milik pria yang dipanggil tuan muda oleh anak buahnya. Hla itu karena dari harganya saja sudah terpaut cukup jauh yang mana harga mobil itu hanyalah ri angka 85 milyar saja.


Dari mobil sport itu muncul seorang pria paruh baya berbadan kekar bersama dengan bosnya yang ternyata adalah seorang wanita yang cantik dan seksi. Wanita itu berjalan dengan tergesa-gesa menuju kearah pria yang dipanggil tuan muda itu.


"Maaf Tuan Muda! Aku sedikit terlambat!" ujar wanita itu dengan nada sopan.


Pria 30 tahunan yang dipanggil tuan muda itu menyesap rokoknya lalu membuangnya dengan tenang. Dia berdiri dari ambang pintu mobil mewahnya itu dan menghampiri wanita cantik itu lalu tiba-tiba melayangkan tamparan keras ke pipi wanita itu sehingga membuatnya terjatuh.


Plakk!


"Akhh.." wanita cantik itu berteriak karena terkejut sekaligus kesakitan sambil memegangi pipi kirinya yang terasa sangat panas dan bibirnya yang pecah.


Ketiga pengawal wanita cantik itu ingin bertindak dan menghajar pria yang dipanggil tuan muda itu namun dengan cepat sang wanita cantik memberikan keode dengan mengangkat tangannya untuk berhenti.


Sang wanita cantik itu berdiri dan menghadap lagi kearah pria yang dipanggil tuan muda itu.


"Harusnya kau tahu! Meskipun kau adalah klienku, tapi membuat tuan muda ini menunggu adalah hal yang sangat tabu!" ujar pria yang dipanggil tuan muda itu dengan santainya tanpa ada rasa sedikitpun bersalah setelah menampar seorang wanita.


"B-baik tuan muda!" jawab wanita cantik itu dengan patuh.


Setelah mengatakan itu, sang wanita cantik yang sebenarnya sangat tidak terima dengan perlakuan orang didepannya ini mengeluarkan sebuah smartphone dan menjelaskan mengenai transaksinya.


Sementara dari anak buah si tuan muda mengeluarkan sebuah koper hitam tang tampak agak berat lalu membukanya dihadapannsi wanita cantik yang di tampar sebelumnya.

__ADS_1


Si wanita cantik mengangguk tanda bahwa dirinya puas dan kesepakatan akan segera dijalinnya. Dia lalu membuka internet banking milik kelompoknya dan bersiap untuk melakukan pembayaran.


Namun sebelum hal itu terjadi, sebuah mobil Ferrari California T berwarna biru melaju dengan kecepatan tinggi menerobos tempat itu yang membuat semua orang terkejut.


"Sial!" umpat orang yang dipanggil tuan muda sambil meloncat ke tepi jalan karena mereka melakukan transaksi tepat ditengah jalan atau gang itu.


Namun orang yang membawa koper yang berisikan barang transaksi itu beserta si wanita cantik sedikit terlambat dan keduanya terserempet mobil Ferrari itu. Sesuatu yang mereka berdua pegang melayang di udara.


DORR! DORR!


Dua suara tembakan terdengar dari arah mobil yang menerjang mereka itu dan sasarannya adalah dua benda yang dipegang kedua orang itu yang tidak lain adalah smartphone bermerk iPhone dan koper yang berisikan barang haram.


Seketika smartphone itu hancur berkeping-keping dan koper besi yang bergesekan dengan peluru tembak itu menimbulkan api statistik yang lalu menjalar dan membakar barang haram yang nyatanya memang sangat mudah terbakar.


Pelaku penembakan itu tentu saja adalah Ryan yang sebelumnya sudah berdiskusi tentang bagaimana cara menggagalkan transaksi barang haram yang dilakukan oleh para anggota Geng Kapak Maut itu.


Sementara untuk orang yang dipanggil tuan muda itu langsung melotot saat melihat barang miliknya itu habis terbakar karena efek api statistik dari tembakan peluru. Wajahnya sangat muram dan sangat tidak enak untuk dipandang.


Dia sangat marah dengan apa yang telah dilakukan oleh pengendara mobil Ferrari California T biru itu. Tuan Muda itu langsung mengajak anggota gengnya untuk mengejar pengacau itu.


"Cepat kejar!" teriaknya dengan kemarahan tidak terbendung.


Dia tidak menghiraukan lagi kliennya atau si wanita cantik yang sedang terluka parah karena kakinya patah terserempet mobil Ryan.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda!" ujar semua anak buahnya lalu dengan sigap melajukan mobil masing-masing yang juga dengan kemarahan terlihat jelas di wajah mereka semua.


Kesebelas mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak menghiraukan apapun yang mereka tabrak dijalanan yang mereka lewati. Yang terpenting bagi mereka adalah menyusul mobil Ferrari California T berwarna biru lalu menghabisi pemiliknya.


Ryan yang sedang cengar-cengir karena telah menyelesaikan misinya untuk menggagalkan transaksi besar itu dan telah menerima telfon dari pihak perusahaan E-Shan yang mengatakan bahwa Ryan telah menjadi direktur utamanya tiba-tiba dikejutkan dengan kesebelas mobil sport yang melaju kearahnya dengan kecepatan sangat tinggi.


Dia tidak menduga bahwa kelompok geng kriminal itu tidak melepaskannya.


"Sial!" gerutu Ryan lalu ikut melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Aksi kejar-kejaran antara mobil sport mewah berharga milyaran itu pun terjadi dan menarik perhatian pihak keamanan setempat. Tapi melihat mobil yang paling belakang dari sebelas mobil yang mengejar Ferrari biru itu mereka langsung menghentikan langkah mereka untuk ikut campur karena tidak ingin menyinggung entitas kuat. Sungguh pihak berwajib yang mengambil pilihan sangat bijak! Bahkan bijaknya kelewatan bijak!


Ryan terus menancap gas mobilnya itu sampai ke titik kecepatan luar biasa namun tetap saja kesebelas mobil dibelakangnya masih saja bisa menyusulnya. Hal itu sangatlah wajar, meskipun Ryan memiliki skill pengendara super namun mobil yang dikendarainya sangatlah tertinggal jauh dari mobil yang mengejarnya sehingga skill saja tidaklah cukup.


"Sial! Mobilku ternyata masih sangat murahan dan rendahan jika dibandingkan dengan milik mereka!" umpat Ryan yang entah pada siapa dia mengumpat.


Mobil yang dia bangga-banggakan di kampus nyatanya bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan mobil-mobil milik orang luar. Hal itu menandakan bahwa dia masihlah sangat miskin dan terlalu berpuas diri dengan kekayaannya yang menurutnya sudahlah sangat diatas langit. Namun nyatanya dia hanyalah katak dalam tempurung yang tidak tahu tingginya tinggi dan luasnya langit.


Ryan masuk kedalam sebuah gang kecil yang padat dengan gedung-gedung tinggi berharap ada sebuah belokan-belokan jalan yang dapat mengecoh mereka dan membuat dirinya terbebas. Dia ingat pernah tersesat dijalan-jalan seperti ini saat dulu baru terbebas dari kejaran geng lokal milik Brian.


Kesebelas mobil juga mengikutinya masuk kedalam gang kecil itu dengan mobil milik orang yang dipanggil tuan muda yang terdepan. Mereka sempat kehilangan arah daat Ryan berbelok dari perempatan lalu menemui perempatan lagi dan berbelok lagi.


Namun karena faktor keberuntungan tuan muda itu dan tentunya kebuntungan dari Ryan, mobil Maybach milik tuan muda itu menemukan buronannya dan mengejarnya lagi dan lagi.

__ADS_1


"Oh.. Sial!" umpat Ryan setelah melihat bahwa jalan didepannya itu adalah buntu dan terdapat pagar jaring besi yang sama seperti saat dia dikejar rombongan geng lokal si Brian.


[Harap Tuan tetap menjaga ketenangan!] ujar Sistem tiba-tiba untuk menasehati Ryan meski dalam keadaan genting seperti saat ini.


__ADS_2