
Jantung Ryan berdetup dengan kencang saat mendengar suara lembut dari seseorang yang sangat dia rindukan. Dirinya melihat seseorang gadis cantik sedang melambai-lambaikan tangan kepadanya sambil sesekali memanggil namanya.
Sudut bibir Ryan memancarkan senyuman tipis. Dengan langkahnya yang pasti dia berjalan mendekati gadis yang menjadi pujaan hatinya itu.
"Hai Ayu!" sapa Ryan setelah dirinya dekat dengan gadis itu.
"Hai Ryan! Ternyata orang yang membuat gempar seantero kampus adalah dirimu! Kamu sangat keren sekali Ryan!" ucap Ayu secara terang-terangan memuji Ryan.
"Ah! Itu terlalu berlebihan! Oiya! Jam masih menunjukkan pukul 08.00, bagaimana jika kamu ikut denganku untuk makan beberapa camilan di kantin?" tanya Ryan yang mengubah tujuannya kini menjadi ke kantin.
"Oh.. Tentu!" jawab Ayu dengan bersemangat.
Keduanya akhirnya pergi meninggalkan tempat itu yang membuat hampir seluruh gadis menjadi sangat cemburu dengan Ayu. Diantara gadis yang cemburu itu adalah Lintang Aprilia.
Dia sebelumnya juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Ayu. Yaitu memanggil nama Ryan dan melambaikan tangannya. Namun Ryan sama sekali tidak menghiraukannya, dia terus saja berjalan melewati dirinya sampai tiba giliran Ayu yang memanggil nama Ryan dirinya langsung berhenti dan mencari sumber suara.
Hati Lintang terasa sangat sakit seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum saat melihat Ryan begitu perhatian dengan Ayu. Terlebih, Ryan memberikan tangannya untuk digandeng Ayu meninggalkan tempat itu menuju ke kantin.
'Apa yang terjadi dengan diriku? Mengapa hatiku begitu sakit saat melihat dia berjalan dengan orang lain?' batin Lintang bertanya kepada dirinya sendiri.
'Ah! Sudahlah! Lupakan saja! Ini tidaklah terlalu penting!' katanya lagi membatin sambil melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu menuju ke kelasnya.
***
Waktu terus berjalan, selama setengah hari di kampus itu Ryan selalu tersenyum karena merasakan kebahagiaan yang teramat di dalam hatinya. Saat jam istirahat telah tiba, maka dia akan bertemu kembali dengan sang pujaan hati, Ayu.
__ADS_1
Ryan ingin mengungkapkan perasaannya itu, namun dirinya merasa ini masihlah terlalu cepat. Dia dan Ayu barulah kenal selama beberapa hari, mana mungkin tiba-tiba dirinya mengatakan bahwa dia sangat menyukai atau mencintai Ayu. Maka hal itu akan terlalu mengejutkan dan kemungkinan besar dirinya akan ditolak lalu setelahnya hubungan antara keduanya akan sedikit merenggang dari waktu ke waktu dan akhirnya akan seperti orang asing setelahnya.
Itu sangatlah wajar terjadi hampir untuk semua orang yang ada di seluruh bagian bumi karena perasaan canggung yang muncul sebab penolakan dari pihak wanita. Dan Ryan tidak ingin hal seperti itu terjadi. Dia ingin selalu dekat dan semakin dekat dengan Ayu sampai seterusnya. Maka dari itu dirinya terus memendam gejolak perasaan itu sampai tiba saatnya nanti dia akan mengungkapkannya.
Berbanding terbalik dengan apa yang ada di hati Ryan dengan yang dirasakan oleh Lintang. Hatinya semakin hancur saja saat melihat kedua insan yang memperlihatkan kemesraannya di depan mata saat dirinya berada di kantin kampus.
Lintang mau tidak mau dia harus pergi lebih cepat dari biasanya meninggalkan kantin agar hatinya tetap terjaga dan tidak hancur luluh lantak. Dia pergi dengan cara berlari meninggalkan kantin menuju ke toilet lalu dia menangis sejadi-jadinya di sana dengan alasan yang tidak dia ketahui sendiri mengapa hal ini terjadi.
'Mengapa? Mengapa kamu tidak mengerti dengan perasaanku Ryan!' kata Lintang menjerit didalam hatinya sekeras mungkin.
.
.
"Jadi kamu juga kuliah di kampus ini dengan menggunakan beasiswa juga?" tanya Ryan.
"Benar sekali! Aku hanya berasal dari keluarga kalangan biasa! Tidak seperti dirimu yang berasal dari kalangan elit tingkat tinggi! Bahkan mobil yang dibawa olehmu saja seharga 100 miliar lebih!" jawab Ayu dengan jujur.
Ryan hanya tertawa canggung mendengar apa yang dilontarkan dari mulut mungil Ayu. Andai saja dia tahu bahwa mobil Mercedes Benz Maybach miliknya adalah mobil hasil rampasan dari tuan muda Alexander dari kelompok Geng Kapak Maut, maka dirinya pasti akan sangat terkejut.
"Ah! Itu terlalu dilebih-lebihkan saja! Sebenarnya aku membeli mobil itu dari seseorang yang sedang terlilit hutang dan membutuhkan uang sesegera mungkin, sehingga dengan terpaksa dia menjualnya kepadaku dengan harga murah!" kata Ryan membuat cerita.
"Ooh.. Jadi begitu! Pantas saja! Tapi aku yakin meskipun harga paling murah dari orang yang terlilit hutang itu pastilah juga tidak sedikit!" ucap Ayu menanggapi.
"Yah.. Lumayan juga! Sedikit membuat tabunganku selama hampir 5 tahun ini langsung terkuras! Hehehe.." kata Ryan sambil tertawa canggung.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya menyelesaikan makan di kantin itu dengan Ryan yang tentunya juga membayarkan makanan milik Ayu. Kedua berpisah untuk masuk ke kelas masing-masing karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi dan pelajaran akan segera dimulai.
Namun tidak lupa Ryan menawarkan diri untuk mengantarkan Ayu saat pulang nanti menggunakan mobil Mercedes Benz Maybach miliknya. Tentu Ayu langsung menyetujuinya begitu saja karena biasanya dirinya pulang dan pergi ke kampus hanya menggunakan taksi saja sebagai kendaraannya.
Ryan memasuki kelasnya sambil berdendang ria dan tersenyum lebar yang membuat teman-teman kelasnya begitu keheranan.
"Oi.. Orang kaya! Mengapa kamu terlihat begitu senang sekali hari ini? Apakah karena pujian-pujian yang dilontarkan oleh para gadis mengenai mobilmu itu?" tanya salah satu teman kelasnya yang bernama Indra.
"Hahaha.. Bro Indra! Aku bukanlah orang yang seperti itu! Yang akan sangat senang dan berbangga-bangga diri hanya dengan pujian-pujian yang tidak berguna seperti itu!" jawab Ryan dengan santainya sambil terus berjalan menuju ke tempat duduknya.
"Lalu apa alasannya wajahmu itu terlihat begitu bersinar sekali hari ini?" tanya Indra lagi.
"Haha! Itu rahasia!" jawab Ryan lalu duduk di tempatnya biasa duduk.
Dia tidak lagi melihat ke arah Indra, dia hanya fokus dalam fantasinya bersama dengan Ayu. Tidak lama kemudian Sistem yang seharian ini hanya diam kini mulai membuka suaranya.
[Tuan!] panggil Sistem.
"Ada apa? Tumben sekali kamu memanggilku?" kata Ryan bertanya santai.
[Apakah Tuan tidak kasihan dengan Lintang? Dia itu merasa cemburu dengan kedekatan Tuan dengan gadis bernama Ayu itu! Apa Tuan tahu apa yang dia lakukan setelah pergi meninggalkan kantin sebelumnya?] tanya Sistem.
"Cemburu? Yang dilakukan Lintang setelah dari kantin? Tentu saja aku tidak tahu! Lalu apa hubungannya denganku?" kata Ryan yang tidak merasa ada sangkut pautnya Lintang dengan dirinya.
[Cih! Dasar Tuan yang tidak peka! Dia itu berlari menuju ke toilet lalu menangis sejadi-jadinya sebab merasakan cemburu akan kedekatan Tuan dengan si Ayu itu!] kata Sistem yang sedikit kesal dengan Tuannya yang sama sekali tidak ada kepedulian terhadap gadis malang itu.
__ADS_1