Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 35


__ADS_3

"Sialan! Benar! Itu Ferrari California T yang kabarnya hanya satu di kota ini!" sahut yang lainnya.


"Siapa orang kaya yang membawa mobil itu?" tanya mahasiswa yang lainnya.


"Entahlah.. Aku tidak tahu!"


"Sungguh membuat orang iri saja!"


"Kalian tahu, mobil yang seperti itulah pelet paling ampuh yang sebenarnya untuk menarik perhatian para gadis! Coba lihat ekspresi para gadis itu!"


"Itu memang tidak dapat dipungkiri lagi! Ah.. Sial! Orang tuaku tidak sekaya itu untuk bisa membeli mobil seharga 8,9 milyar!"


Obrolan itu terus berlanjut sebagai tanggapan bagi seseorang yang membawa mobil Ferrari California T ke kampus. Sementara untuk para mahasiswi, mereka sudah histeris karena begitu kagum dan ingin tahu siapakan gerangan orang kaya yang memiliki mobil itu.


"Jika dia laki-laki, maka aku akan rela menjadi simpanannya!"


"Namun jika dia perempuan, aku akan menjadi sahabatnya yang paling dekat dengannya!" ucap beberapa mahasiswi yang memang sudah tabiatnya senang dengan yang namanya keindahan dan kemewahan.


"Cih! Aku juga sama denganmu!" ucap temannya.


"Begitu pula denganku! Orang yang membawa mobil itu sungguh-sungguh idaman jika memang benar adalah cowok!" ujar mahasiswi lainnya.


Leo, gadis mahasiswi baru beserta para anggota gengnya termasuk Topan juga tidak mengalihkan pandangan mereka pada mobil mewah itu. Mereka semua sangat penasaran dengan orang atau mahasiswa mana yang membawanya.


Di saat sang pemilik mobil keluar dari mobilnya, alangkah betapa terkejutnya semua orang termasuk Leo dan para rombongannya. Bahkan tanpa sadar gadis yang berada di samping Leo yang menjadi mahasiswi baru di kampus mengucapkan kata menyebutkan nama dari si pemilik mobil.


"Ryan!"


Hal itu tentu langsung membuat Leo, Topan dan rombongannya terkejut dua kali. Pertama, mereka terkejut karena orang yang keluar dari mobil ternyata adalah orang yang sangat mereka kenal. Dan yang kedua mereka terkejut karena ternyata gadis yang bersama dengan mereka sebagai mahasiswi baru ternyata juga kenal orang yang keluar dari mobil Ferrari California T itu.

__ADS_1


"Kamu kenal dengannya?" tanya Leo dengan tidak senang. Itu karena gadis yang ada didepannya adalah gadis yang sudah lama menjadi incarannya.


"Tentu saja! Dia Ryan! Ryan Aji Sena lengkapnya! Dia adalah orang yang baik!" jawab gadis itu.


Leo dibuat melongo oleh jawaban gadis itu. Bagaimana tidak? Gadis itu bahkan tahu nama lengkap dari Ryan.


"Apakah kalian sudah kenal lama?" tanya Leo dengan mata menyelidik.


"Belum! Baru kemaren-kemaren aku mengenalnya karena suatu pertemuan yang tidak terduga!" jawab si gadis.


"Tapi akrab?" tanya Leo lagi.


"Sudah pasti! Kamu kenapa sih tanya-tanya terus? Seperti penyidik saja!" jawab gadis itu sambil memberikan komentar kurang suka kepada Leo yang terus bertanya.


Wajah Leo menjadi tidak enak untuk dipandang. Dia tentu saja merasakan cemburu yang teramat sangat didalam hatinya terhadap Ryan yang ternyata sudah kenal dan dikenal oleh gadis didepannya itu.


'Sialan! Darimana bocah itu memiliki kekayaan? Padahal dia kan orang miskin! Lalu bagaimana mungkin dia bisa terlihat lebih akrab dengan Lintang daripada aku?' batin Leo dengan kesal.


.


.


Di sisi lain, Ryan keluar dari mobil Ferrari California T miliknya dengan gayanya yang super keren. Dia memakai kacamata hitam dan jas serta baju juga sepatu yang cukup mahal.


Memang sebelum itu dia mampir terlebih dahulu di sebuah toko perlengkapan yang menjual aksesoris-aksesoris yang dibutuhkannya. Ryan membeli banyak sekali baju celana sepatu dan lain-lain untuk dirinya dan juga untuk ibunya serta kedua pengawalnya.


Dia meminta pihak toko untuk mengirim barang-barangnya itu di Villa Gunung Emas miliknya. Ryan berniat akan memberikan kejutan untuk ibunya serta kedua pengawal barunya itu dengan Villa barunya serta semua kebutuhan-kebutuhan yang ada di Villa sudah terpenuhi.


Dengan patuh pihak penjual aksesoris itu menyetujuinya. Disitu Ryan menghabiskan hampir semua isi dari brankasnya dan tugas dari Sistem pun hampir diselesaikan.

__ADS_1


Setelah keluar dari mobil dengan gaya kerennya, Ryan pun melihat-lihat sekeliling dari kampusnya itu dengan kening yang ngerut. Dia bingung mengapa dirinya itu dilihat oleh hampir semua penghuni kampus.


Dia bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan dirinya dengan membawa mobil di kampus? Bukankah itu juga sudah maklum bagi para mahasiswa lainnya yang juga membawa mobil? Mengapa dirinya menjadi pusat perhatian? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menggelayut dikepala Ryan.


Ryan tidak sadar bahwa mobil yang dibawa olehnya itu adalah mobil paling keren dan paling mahal yang pernah dibawa oleh seorang mahasiswa di kampus. Dia terus diam disamping mobilnya dengan wajah keheranan sampai sebuah suara teriakan panggilan seorang gadis terdengar ditelinganya.


"Ryan!"


Ryan pun menolehkan pandangannya mencari kearah sumber suara. Alangkah betapa terkejutnya dia saat melihat ada seorang gadis cantik yang sedang melambaikan tangan untuknya.


Ryan tentu kenal dengan gadis itu. Dia tidak lain adalah Lintang Aprilia yang pernah dia tolong disaat-saat paling genting dalam hidup gadis itu. Ryan membalas senyuman serta lambaian tangan Lingtang dengan gaya sok kerennya.


Namun senyuman Ryan itu tidak berlangsung lama, setelah tahu ternyata Lintang bersama dengan orang yang Ryan sangat-sangat benci dan tidak dia sukai. Dia pun menurunkan tangannya yang sebelumnya melambai itu secara perlahan.


'Dia ternyata komplotan Brian, Leo dan Topan!' batin Ryan lalu berjalan menuju kelasnya tanpa melihat kearah Lintang lagi.


Sementara Leo yang terbakar emosi langsung menarik tangan Lintang untuk pergi meninggalkan tempat itu menuju suatu tempat bersama rombongannya.


"Apa-apaan sih! Mengapa kamu menarik tanganku seperti ini! Sakit tahu!" ujar Lintang yang berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Leo.


"Kamu jangan dekat-dekat dengan Ryan-ryan itu! Atau kamu nanti akan menyesal sendiri!" ucap Leo kepada Lintang.


"Menyesal? Menyesal yang bagaimana? Yang aku tahu Ryan itu adalah orang yang baik! Dia pernah menolongku disaat paling genting dalam hidupku! Jadi kamu jangan asal-asalan bicara! Sudahlah.. Aku mau kekantor Dekan dulu untuk mengurus berkas!" ucap Lintang yang menolak dengan keras ucapan dari Leo tentang Ryan yang buruk dan akan membuatnya menyesal jika dekat dengannya.


Padahal yang Lintang rasakan saat dekat dengan Ryan adalah rasa aman dan nyaman serta tidak ingin jauh-jauh darinya. Lalu bagaimana mungkin dia bisa terima orang yang membuatnya merasakan ketenangan seperti itu dikatakan buruk oleh orang lain?


Lintang pergi meninggalkan Leo beserta rombongannya yang terbengong dengan ucapan gadis itu barusan.


"Topan! Apakah benar ini nyata? Lintang berbicara keras demi membela bocah miskin itu?" tanya Leo yang belum bisa menerima kenyataan.

__ADS_1


"Benar bro! Ini nyata!" jawab Topan.


"Sialan! Ryan! Ryan! Ryan! Aku akan menghabisimu!" teriak Leo dengan kemarahan memuncak.


__ADS_2