
Kelas itu pada akhirnya pun menjadi kosong dengan semua muridnya yang keluar untuk pulang setelah sang rektor memberitahukan hal tersebut. Namun pada benak semua murid menggelayut ribuan pertanyaan mengenai status Ryan yang sebenarnya. Tentang sikap yang diperlihatkan oleh sang rektor yang terkenal dengan sikap dinginnya namun sangat lunak di depan Ryan.
Sementara untuk Ryan, Dia melangkahkan kakinya menuju parkiran untuk mengambil mobil Ferrari California T miliknya. Dia celingukan kekanan dan kekiri untuk melihat-lihat sesuatu yang mungkin sesuatu itu akan benar-benar hadir dan muncul seperti harapannya.
Sesuatu itu tentu saja adalah kehadiran si dia. Dia yang baru saja dia kenal dan yang sebelumnya membuat jantungnya berdetak dengan kencang dan khayalan tingkat tingginya tercipta hingga membuat kegaduhan dan masalah dikelasnya.
Namun setelah hampir tiga menit mencari dan tidak menemukan hasil, Ryan hanya bisa menghelakan nafasnya dengan panjang dan harus menerima kekecewaan. Sungguh sangat aneh memang. Mengapa pula harus kecewa? Tapi begitulah yang saat ini hati Ryan rasakan.
Dengan langkah gontai Ryan berjalan menuju mobil berwarna biru lalu memasuki memasukinya.
[Sepertinya ada yang sedang jatuh cintrong!] ucap suara Sistem tiba-tiba.
"Cinta Tem!" kata Ryan dengan santai membenarkan tanpa terlalu memperdulikan Sistemnya.
Dia lalu menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya dengan perlahan sambil terus mengitari pandangannya kesetiap sudut kampus yang dilewatinya.
"Haiihh.."
Ryan menghela nafasnya saat dia nyatanya tidak menemukan orang yang dicarinya. Justru saat dia sampai didepan pintu gerbang kampus, dia melihat Lintang yang sedang berdiri di kursi tunggu tempat para mahasiswa biasanya menunggu untuk dijemput.
Ryan ingin menyapa, namun kedongkolan hatinya saat mengingat sikap gadis keras kepala itu membuatnya menjadi enggan untuk melakukannya. Apalagi jika harus memberikan gadis itu tumpangan, Ryan sangat keberatan saat ini.
Ryan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi daripada sebelumnya yang mungkin hanya kisaran 10-15 km/jam. Namun saat didepan gerbang kampus, dia melajukannya hingga 30 km/jam sehingga orang-orang pasti akan menganggap dirinya sedang tergesa-gesa.
Disisi lain, Lintang yang melihat mobil biru milik seseorang yang sangat dia kenal dari kejauhan berjalan sangat lamban namun saat berada didekat pintu gerbang kampus tiba-tiba saja melaju dengan vepat membuat hatinya sangat sakit.
__ADS_1
'Apakah dia membenciku? Apakah aku telah keterlaluan dalam bersikap? Atau dia telah memiliki wanita lain?' batin Lintang bertanya pada dirinya sendiri dengan perasaan tidak menentu namun sangat sakit dirasakannya.
Lintang lalu beranjak dari tempat itu untuk mendatangi mobil yang baru saja menghampirinya. Mobil itu adalah mobil milik keluarganya yang diminta olehnya menjemput dia untuk pulang.
***
Dijalanan, Ryan juga merasakan perasaan yang tidak menentu dengan sikapnya yang mengacuhkan Lintang sebelumnya. Ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya, namun juga rasa kesal yang masih terus teringat saat bersama dengan gadis keras kepala dan mau menang sendiri itu.
Ryan mengacak-acak rambutnya sendiri tanda dia cukup frustasi dengan keadaannya saat ini. Namun tiba-tiba suara yang cukup lama tidak dia dengar kini kembali menggema dalam fikirannya.
[Ding! Tugas sistem tingkat tinggi telah terpacu! Gagalkan transaksi narkoba yang akan dilakukan oleh Geng Kapak Maut! Jika berhasil Tuan akan mendapatkan 5 poin pesona, 5 poin kekuatan, 100 poin sistem dan perusahaan E-Shan di negara C!]
Benar! Suara itu adalah suara dari Sistem yang memintanya untuk menyelesaikan tugas. Ryan lalu tersenyum dengan sumringah karena saat ini adalah waktu luang baginya sebab pulang lebih awal dari kampus.
"Dimana transaksi itu akan dilakukan?" tanya Ryan pada Sistem.
Ryan menelan ludahnya saat mendengar peringatan dari Sistem. Pantas saja hadiah yang ditawarkan oleh Sistem sangatlah besar. Yaitu sebuah perusahaan yang mana dia juga sangat mengenal perusahaan itu karena memang sangatlah terkenal. Dan ternyata ancaman kegagalannya juga sangatlah mengerikan, yang tidak lain adalah mati.
Entah bagaimana cara Sistem bisa membuat perusahaan raksasa yang bergerak dalam bidang persenjataan dan perdagangan internasional itu ditaruhkan kepadanya untuk kesuksesan penyelesaian tugas atau misi sistem. Tapi yang jelas Ryan percaya bahwa Sistem tidak pernah bercanda dengan ucapannya.
"Tem!" panggil Ryan.
[Ada apa?] tanya Sistem.
"Itu.. Anu.. Apakah tugas ini tidak bisa dicancel? Ancaman jika aku gagal pastilah mati ditempat!" ujar Ryan agak keberatan.
__ADS_1
[Jika Tuan men-cancel tugas sistem yang telah teepacu, maka Tuan akan kehilangan semua tabungan Tuan, semua poin termasuk poin pesona dan kekuatan, serta yang paling parah Tuan akan kehilangan Sistem!] jawab Sistem dengan nada serius.
Ryan tercekat dengan jawaban yang diterimanya dari Sistem. Dia tentu tidak mau kehilangan Sistem yang telah merubah hidupnya menjadi lebih baik seperti sekarang ini. Namun jika dia menjalankan misinya, maka ancaman kematian mungkin juga menghampirinya.
Ryan larut dalam pikirannya. Meski begitu, sebab dia telah memiliki skill pengendara tingkat tinggi, dia tetap bisa melajukan mobilnya dengan tenang tanpa takut kehilangan fokus berkendaranya.
Setelah hampir sepuluh menit diam dalam dilemanya, Ryan akhirnya memberikan keputusannya.
"Baiklah Sistem! Aku menerimanya! Jadi, kapan transaksi itu akan dilakukan?" tanya Ryan dengan nada bicara penuh tekat.
[Empat puluh menit lagi! Cukup bagi Tuan untuk sampai ditempat jika melaju mobil Tuan ini dengan kecepatan tinggi!] jawab Sistem dengan bersemangat karena Ryan akhirnya mau melakukan misinya dan dia tidak khawatir akan berpisah dengan Tuannya itu.
"Baik!" ucap Ryan lalu melajukan mobil Ferrari California T miliknya itu dengan sangat cepat layaknya seorang pembalap yang sangat handal. Dan memang benar! Ryan bahkan bisa disetarakan atau mungkin bahkan lebih hebat daripada para pembalap itu jika diuji.
***
Disebuah gang yang tidak jauh dari puncak Villa Gunung Emas milik Ryan, menepi sebuah mobil yang sangat mewah yang mungkin hanya ada satu atau tiga paling banyak saja di negara I ini. Mobil itu seharga lebih dari seratus milyar yang tidak lain adalah mobil Mercedes-Benz Maybach Exelero. Mobil itu dikawal oleh sepuluh mobil mewah lainnya dengan tiap-tiap penumpangnya adalah dua orang.
Dari dalam mobil super mewah itu muncullah seorang pria berumur sekitar 30 tahunan yang memakai baju putih dengan jas hitam serta celana hitam yang tampak terlihat sangat elegan dan serasi lalu duduk diambang pintu mobilnya.
Di lengan kanan pria itu terstempel sebuah tato bergambar dua buah kapak yang menyilang yang berwarna hitam kebiruan yang menjadi ciri khas atau tanda dari kelompok mereka, Geng Kapak Maut.
Pria itu meminta kepada orang yang menjadi sopirnya mengeluarkan rokok putih bermerk terkenal dengan harga sangat mahal. Dengan tenang orang yang menjadi sopirnya itu mengeluarkan rokok dan memberikannya kepada sang pria sekaligus menghidupkannya dengan korek ditangannya.
"Sepertinya kita akan menunggu! Jika sampai lebih dari 15 menit belum sampai, bunuh mereka setelah selesai transaksi!" ujar pria itu dengan raut wajah sedikit kesal karena dibuat menunggu oleh seseorang.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda!" jawab pria yang menjadi sopir.