
***
Pagi yang indah. Suasana sejuk pegunungan ditambah dengan mentari jingga yang muncul dari ufuk timur semakin menambah nuansa puncak villa gunung emas menjadi lebih wah lagi. Belum lagi semilir angin sepoi-sepoi yang tertiup dengan ringan menggerakkan dedaunan pepohonan yang masih asri sehingga menimbulkan suara melodi alam yang sangat menenangkan bagi siapapun yang mendengarkannya.
Ryan bersama dengan ibu serta kedua pengawalnya saat ini telah menyelesaikan acara sarapan pagi mereka dan berbincang-bincang santai setelahnya. Saat itu tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kedatangan salah satu pelayan villa yang mengatakan bahwa seorang gadis pelayanan berada di ruang tamu dan ingin bertemu dengan Ryan.
Ryan tersenyum karena sudah mengetahui siapa tamu yang mendatanginya itu. Sementara Lastri keheranan karena anaknya memiliki tamu seorang gadis. Dalam enaknya dia bertanya-tanya siapakah gadis yang ingin menemui putranya itu. Apakah itu Lintang atau Ayu. Fikirnya.
Ryan mengajak ibunya serta kedua pengawal yang tidak lain adalah Parman dan Suprapto untuk ikut ke ruang tamu. Mereka bertiga hanya mengganggu dan mengikuti Ryan dari belakang. Sesampainya mereka semua di ruang tamu, mereka melihat seorang gadis yang cukup cantik sedang duduk dengan anggun di atas sofa namun juga memiliki sebuah ketegapan di dalam caranya duduk.
Ya, tentu saja gadis itu adalah Indri yang malam sebelumnya diundang secara langsung oleh Ryan untuk mendatangi villa utama gunung emas.
"Selamat datang di kediamanku Indri!" ucap Ryan sambil tersenyum menyambut kedatangan gadis cantik tersebut.
Gadis itu segera berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan sedikit badannya untuk memberikan penghormatan kepada Ryan dan juga ketika orang lainnya yang datang di belakangnya. Dia saat ini telah mengetahui identitas dari pemuda yang tadi malam menemuinya dan mengundangnya ini.
Pantas saja Indri merasa sangat familiar dengan nama yang dimiliki oleh Ryan. Ternyata nama itu adalah nama dari bos besar villa gunung emas tempatnya bekerja.
"Salam tuan Ryan, nyonya besar dan tuan-tuan sekalian!" ucap Indri dengan tersenyum lama kepada mereka semua.
"Aha! Tidak perlu sungkan seperti itu Indri! Silakan duduk dulu!" ucap Ryan meminta tamunya itu untuk segera duduk kembali.
__ADS_1
Tidak lupa dia juga meminta Lastri ibunya beserta Parman dan Suprapto untuk duduk juga di kursi ruang tamu itu.
"Jadi, siapa namamu nak?" tanya Lastri setelah dia duduk dengan nyaman di kursinya.
"Nama saya Indri nyonya besar!" jawab Indri dengan sopan dan sedikit gugup karena orang yang bertanya kepadanya itu adalah seorang nyonya besar tempatnya bekerja.
"Indri ya.. Apakah kamu juga termasuk orang-orang yang bekerja di villa gunung emas milik putraku ini?" tanya Lastri.
"Benar sekali nyonya besar! Saya bekerja restoran villa gunung emas!" jawab Indri sambil menganggukkan kepalanya ringan.
"Begitu.. Oiya, ada keperluan apa kamu datang ke sini dan mencari putraku?" tanya Lastri lagi yang membuat Ryan sedikit mengerutkan keningnya karena ibunya ini banyak sekali bertanya.
"Maaf nyonya besar! Saya juga tidak tahu alasan tuan Ryan menyuruh saya untuk menghadapnya di villa utama ini!" jawab Indri dengan jujur.
Ryan lalu menatap dengan intens gadis cantik di hadapannya itu. Setelah menarik nafasnya dalam-dalam, Ryan pun mulai membuka suaranya dengan bertanya kepada Indri.
"Tolong jawab dengan jujur pertanyaanku ini! Apakah kamu seorang master beladiri?"
Indri sangat terkejut saat mendengar bos besar dari villa gunung emas ini mengetahui sisi lain akan dirinya. Dia kemudian sampai berdiri dari tempat duduknya dan bersikap sangat waspada kepada Ryan.
"Tidak perlu seperti itu! Aku tidak akan membahas masa lalumu yang mungkin sedikit tidak enak didengar oleh dirimu dan yang lainnya! Aku hanya bertanya apakah benar kamu adalah seorang master beladiri? Jika benar maka aku akan menawarimu untuk menjadi pengawal pribadi dari ibuku saja! Karena seorang wanita yang memiliki pengawal pria seperti Parman dan Suprapto terlihat kurang sedikit enak dipandang!" ujar Ryan yang menjelaskan maksudnya.
__ADS_1
Indri sedikit bernafas lega saat mengetahui alasannya diundang ke tempat ini. Sebelumnya dia sudah sangat waspada sekaligus takut jika bos besarnya yang sangat terkenal akan kehebatannya mengalahkan anggota geng motor tengkorak hitam seorang diri akan berbuat hal-hal yang tidak berkenan dalam hatinya.
Indri kemudian duduk kembali di kursi sebelumnya setelah dia sudah bisa kembali bernafas dengan lega seperti sedia kala.
"Saya memang seorang master beladiri kungfu tingkat menengah tuan Ryan! Maaf jika saya telah menyinggung Tuan karena saya berada di tempat ini sebenarnya hanyalah untuk pelarian dari musuh-musuh saya sebelumnya!" ucap Indri dengan menundukkan pandangannya ke bawah.
"Tidak perlu sungkan seperti itu! Aku tidak mempermasalahkan siapapun dan bagaimanapun masa lalu seseorang! Jadi, langsung saja, bagaimana dengan penawaranku sebelumnya?" ucap Ryan yang kembali bertanya mengenai penawarannya.
"Saya siap untuk menjadi pengawal dari nyonya besar Tuan! Akan tetapi tolong jangan pernah lagi membuka identitas asliku kepada siapapun terlebih kepada orang-orang dari negara J?" kata Indri yang menyetujui tawarannya dengan sebuah syarat.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya! Aku, ibuku serta Parman dan Suprapto tidak akan pernah mengatakan apapun mengenai dirimu! Terlebih hanya aku saja yang mengetahui siapa dirimu sebenarnya!" ucap Ryan yang menyanggupi persyaratan dari Indri.
Indri pun berdiri dari tempat duduknya lalu memberikan sebuah penghormatan dengan cara membungkukkan badannya beberapa puluh derajat ke arah di mana nyonya besar atau ibu dari Ryan yang saat ini telah menjadi tuan yang harus dia jaga.
Ryan tersenyum melihat cara Indri memberikan penghormatan kepada ibunya. Dia ini saat yakin bahwa gadis cantik di hadapannya itu adalah seorang assassin yang berasal dari negara J yang sangat terkenal akan kehebatannya. Sama seperti apa yang dikatakan oleh Sistem kepadanya.
Sementara untuk Lastri, dia menjadi kebingungan saat melihat tingkah dari gadis cantik yang sebelumnya membungkukkan badan ke arahnya. Dia tidak tahu menahu mengenai tata cara bertata krama seorang bawahan kepada tuannya yang dilakukan oleh orang-orang dari negara J.
Akan tetapi dia hanya tersenyum saja kepada gadis cantik itu lalu memberikan kode kepadanya untuk kembali duduk di tempat duduknya. Indri menganggukkan kepala dan duduk kembali di atas sofa menurut siapa yang diminta oleh tuan barunya.
"Baiklah! Mulai sekarang jika ibu mau kemana-mana atau membutuhkan sesuatu, langsung saja panggil Indri ini! Sementara kalian berdua Parman dan Suprapto, kalian akan aku jadikan sebagai kepala keamanan dari villa gunung emas ini!" ucap Ryan yang juga memberikan keputusan kepada Parman dan Suprapto untuk memperkerjakan hal lainnya setelah mereka berdua terlepas dari pengawalan ibu Ryan.
__ADS_1
"Baik bos besar!" jawab Parman dan Suprapto secara serentak.