
Tidak lupa Ryan meminjam helm sekaligus surat motor untuk keamanannya dijalan. Setelah itu, dia langsung tarik gas dan melaju dengan kecepatan tinggi. Ya! Ryan menaiki motor seperti halnya ngajak mati saja! Untung tidak ada orang yang diboncengnya. Jika ada, pastilah orang itu akan jantungan atau mungkin nyawa orang tersebut sudah ketinggalan dulu dibelakang.
Sebelumnya, yang mana dia sampai di Villa yang saat ini dia beri nama Villa Puncak Gunung Emas dalam waktu dua jam, kini dai pangkas waktunya hanya dalam waktu setengah jam saja. Sungguh naik motor atau naik setan dirinya tidak ada yang bisa menggambarkan kecepatannya.
Sesampainya dia di Villa, seorang satpam langsung menyambutnya dengan ramah karena tahu bahwa Ryan adalah pemilik dari Villa tempat kerjanya saat ini.
"Selamat datang dan selamat pagi Tuan Ryan!" ucap satpam dengan ramah.
"Iyaps.. Selamat pagi juga pak satpam! Tolong buka gerbangnya, lalu setelah itu panggilkan manajer villa untuk datang ke ruang tamu ya!" ujar Ryan juga membalasnya dengan ramah sambil memberikan perintah kepada si satpam.
"Baik Tuan Ryan!" ujar si satpam lalu membuka gerbang untuk mempersilahkan Ryan untuk masuk. Setelah itu dia langsung pergi menemui sang manajer villa dan pengatakan pesan Ryan.
Ryan pun masuk kedalam Villa bagian utama itu dengan santai. Tidak berapa lama setelah dia sampai diruang tamu, dia dilayani oleh beberapa pelayan gadis yang menyediakan dia kopi hangat dan camilan ringan.
"Tem.. Sistem! Apa kamu sudah bangun?" tanya Ryan dengan fikirannya.
[Tentu saja Tuan! Bahkan aku tidak pernah tidur!] jawab Sistem secara langsung.
"Oh begitu.. Sekarang kamu buka kotak hadiah kecil yang aku dapatkan kemaren itu! Aku ingin tahu apa isinya!" ujar Ryan.
[Baiklah.. Membuka Kotak Hadiah Kecil] kata Sistem.
[Ding! Selamat! Tuan mendapatkan skil berkendara tingkat tinggi!]
[Ding! Selamat! Tuan mendapatkan skil komputer jaringan atau peretas tingkat tinggi!]
[Ding! Selamat! Tuan mendapatkan 100 poin sistem!]
"Wow! Ternyata berisikan sesuatu yang sangat aku butuhkah! Dan itu bukan hanya satu hadiah! Kamu memang terbaik Sistem!" ujar Ryan dengann wajah sumringah.
[Apakah Tuan ingin menerapkannya sekarang?] tanya Sistem.
"Tentu saja! Dan gunakan 100 poin sistem yang aku dapatkan sebelumnya untuk mempercepat dan tidak membuat kepalaku sakit!" ujar Ryan langsung.
[Baik Tuan! Memproses penyatuan skil pengendara..]
[10%..]
[20%..]
[30%..]
[40%..]
[50%..]
[70%..]
[80%..]
[90%..]
__ADS_1
[100%..] [Selesai!]
[Ding! Selamat! Tuan telah memiliki skil berkendara tingkat tinggi!]
Perlahan ingatan tentang tata cara berkendara dari segala jenis kendaraan mulai dari sepeda, motor, mobil, helikopter, pesawat dan bahkan kapal laut masuk kedalam fikiran Ryan. Ryan memejamkan matanya beberapa saat untuk menyerap semuanya dengan detail.
[Memproses penyatuan skil komputer jaringan atau peretas tingkat tinggi..]
[Membutuhkan tambahahan 33 poin sistem agar Tuan tidak merasakan sakit! Apakah Tuan menyetujuinya?] tanya Sistem.
Ryan yang masih tersenyum karena telah mendapatkan skil dewa berkendara seketika menjatuhkan senyumannya karena pertanyaan dari Sistem yang meminta poin sistem tambahan untuk penyatuan skil keduanya itu.
"Mengapa bisa demikian?" tanya Ryan cemberut.
[Itu karena data dari skil peretas sangatlah rumit dan banyak melebihi apapun! Dan juga dengan skil peretas itu pula Tuan akan secara otomatis bisa mengetahui dan menggunakan seluruh bahasa di dunia ini!] jawab Sistem.
"Haiih.. Baiklah.. Aku setuju!" lemas Ryan. Namun dalam lubuk hatinya dia sangatlah senang jika bisa menggunakan bahasa-bahasa asing.
[Baik Tuan! Memulai penyatuan skil komputer jaringan atau peretas tingkat tinggi..]
[10%..]
[20%..]
[30%..]
[40%..]
[50%..]
[70%..]
[80%..]
[90%..]
[100%..] [Selesai!]
[Ding! Selamat! Tuan telah memiliki skil komputer jaringan atau peretas tingkat tinggi!]
Seperti sebelumnya, Ryan memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru yang merangsek semuanya kedalam otaknya. Dengan sabar Ryan mencerna semua pengetahuan itu. Ryan membutuhkan waktu hingga lima menit sebelum akhirnya menyelesaikannya.
"Haahh.. Ini sangat luar biasa!" ucap Ryan sangat puas.
"Terima kasih Sistem!" lanjutnya.
[Sama-sama Tuan!] jawab Sisten sambil menampilkan emote senyum pada layar hologram yang tiba-tiba muncul yang langsung membuat Ryan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pak Rangga atau manajer villa pun datang lima belas menit kemudian.
"Selamat datang di Villa Gunung Run-.."
__ADS_1
"Sekarang nama Villa ini adalah Villa Gunung Emas! Nama gunung sebelumnya terlalu vulgar kamu tahu?" ucap Ryan memotong ucapan Pak Rangga.
"I-iya Tuan Ryan! Memang nama itu terlalu aneh! Kalau tidak salah nama itu dibuat oleh anak dari pemilik Villa sebelumnya!" ujar Pak Rangga sedikit menjelaskan.
"Orang itu pasti sangat cabul!" ujar Ryan lalu dia menyampaikan kedatangannya yang lebih awal dari yang dia bicarakan sebelumnya.
"Jadi Tuan ingin mencoba menggunakan mobil baru Tuan?" tanya Pak Rangga.
"Iya.. Benar sekali!" jawab Ryan cepat.
"Sungguh sangat kebetulan Tuan Rian tadi malam pihak dealer mobil dan motor Tuan beli mobil dan motornya langsung datang setelah Tuan pergi! Kalau tidak salah sekitar jam 01.00 atau jam 02.00 malam mereka datang ke Villa ini untuk menyerahkan berkas-berkas atau surat-surat yang belum mereka penuhi!" ujar Pak Rangga.
"Wah-wah-wah.. Bukankah itu sangat-sangat kebetulan?" ujar Ryan bertanya dengan senang.
Dia tidak menyangka bahwa pihak dealer bergerak sangat cepat untuk memuaskan pelanggannya. Bahkan rela langsung datang malam-malam atau mungkin bisa dikatakan pagi buta untuk memuaskan pelanggan. Sungguh dealer yang sangat-sangat tidak terduga!
"Benar sekali Tuan Ryan! Dealer yang tuan ambil mobilnya atau beli itu memang sudah sangat terkenal akan pelayanannya yang sangat luar biasa!" tutur Pak Rangga menjelaskan.
"Baiklah.. Jika begitu dimana surat-suratnya sekarang?" tanya Ryan.
"Sebentar Tuan! Saya akan mengambilkannya!" ujar Pak Rangga.
"Baik!" kata Ryan mengangguk.
Hanya tiga menit Pak Rangga pergi dan akhirnya kembali bersama surat-surat mengenai mobil Ferrari California T, mobil Porsche Panamera, motor Ducati Panigale V4 Superleggera dan motor Kawasaki Ninja H2 Carbon berada ditangannya.
"Jadi ini yang harus Tuan Ryan tandatangani terlebih dahulu!" ujar Pak Rangga lalu memberikan beberapa berkas yang langsung ditanda tangani oleh Ryan.
"Baiklah Pak Rangga.. Aku akan menjajal mobil baruku itu! Aku juga titip motor yang sebelumnya kubawa ya.." ucap Ryan lalu menyaut kunci mobil Ferrari California T miliknya yang ada diatas meja dan pergi dengan berlari meninggalkan Pak Rangga yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
***
Dikampus tempat Ryan kuliah, suasana disana menjadi sangat riuh saat kampus itu kedatangan murid baru dari luar kota yang sangat cantik. Gadis itu datang bersama dengan Leo beserta beberapa anak orang kaya lain dengan memakai mobil sport mewah seharga 1 milyar sampai 3 milyar.
"Sial! Siapa nama gadis itu? Dia benar-benar sangat cantik!" ucap salah satu mahasiswa.
"Benar! Dia sangat cantik! Tapi jika kau bertanya kepadaku, lalu aku bertanya pada siapa? Tentu aku juga tidak tahu!" ujar temannya yang ada disebelahnya.
"Aku akan berusaha mendekatinya nanti!"
"Oh? Kamu sudah punya mental? Apa matamu buram? Lihat! Dia datang bersama dengan Leo dan gengnya!"
"Cih! Iya.. Aku tidak jadi!"
"Hahaha.. Dasar cemen!"
Obrolan serta kegaduhan itu terus berlangsung sampai tiba-tiba terdengar suara mobil yang cukup keras dan menarik perhatian semua orang bahkan termasuk si gadis cantik anak baru dan Leo serta rombongannya.
Bruummmm... Bruuummmm...
"Kampret! Apa aku tidak salah lihat! Bukankah itu Ferrari California T seharga 8,9 milyar!" teriak salah satu mahasiswa yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia terus mengucek-ucek matanya dan melihat lagi mobil merah tua yang baru memasuki halaman kampus.
__ADS_1