Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 54


__ADS_3

Tujuh belas orang dengan salah satunya yang masih merasakan sedikit linu pada bagian tulang yang ditendang Ryan berjalan mendekat dan mengelilingi Ryan. Mereka tampak sangat bringas sekali untuk menghabisi Ryan karena telah membunuh salah satu anggotanya yang terkuat dan melukai dengan parah satu orang lainnya yang mungkin tidak lama lagi akan menyusul pria berwajah sangat menuju neraka.


Sementara untuk Ryan sendiri, meskipun dia terlihat tegar saat menggunakan kuda-kuda beladirinya, namun dalam hati kecil Ryan dia merasa sangat bersalah karena telah membunuh orang.


Ini merupakan pengalaman pertamanya dalam membunuh atau mencabut nyawa orang yang sebenarnya adalah tugas dari malaikat Izrail. Dia tidak ingin melakukannya lagi. Dia tidak ingin jika kemudian hari karena dia terbiasa dengan membunuh maka akan timbul rasa haus darah.


Namun untuk kali ini, jika dia hanya berdiam diri maka dialah yang akan mati. Maka dengan keterpaksaan hatinya, Ryan harus melakukannya lagi, lagi Dan lagi untuk mempertahankan kehidupannya.


Ryan mempererat pegangan tangannya kepada gagang pedang katana miliknya sambil terus memasang wajah serius dan berusaha membagi konsentrasinya kepada semua musuh yang akan dihadapi. Dia tidak bisa lengah sedikit pun, karena jika itu terjadi maka nyawanya pasti akan melayang.


Ryan sungguh sangat tidak menyangka bahwa pertarungan serius atau hidup dan matinya yang kedua kali akan dikeroyok seperti ini. Tidak seperti saat melawan Rio yang anak buahnya akan menyingkir saat bosnya bertarung.


Sementara Geng Kapak Maut justru menyerangnya secar bergerombol. Pantas saja mereka sangat disegani oleh semua orang karena tidak pernah kalah dalam bertarung. Sebab serigala sebenarnya tidaklah terlalu mengerikan, namun karena mereka selalu berkelompok maka mereka sangat ditakuti oleh hampir semua hewan.


"Hyaat!"


Tiba-tiba salah satu dari anggota Geng Kapak Maut dari arah belakang Ryan berteriak dengan keras sambil bergerak sangat cepat mengayunkan kapaknya. Ryan langsung bergerak memutar tubuhnya dan menangkis ayunan kapak itu dengan pedangnya.


Namun serangan lain juga datang menghampirinya dari arah belakang. Intuisi Ryan yang tinggi sebab dia benar-benar berkonsentrasi membuatnya secara reflek bergerak sendiri karena merasakan bahaya yang menghampirinya.


Ryan menundukkan badannya sehingga dia terlepas dari maut dan tebasan kapak anggota geng itu hanya mengenai udara kosong. Akan tetapi Ryan belumlah dapat bernafas tenang, karena serangan bertubi-tubi lainnya juga langsung datang menghampirinya secara bersamaan.


Trank! Trank! Trank!

__ADS_1


Ryan menepis semua serangan itu dengan gerakan memutar badan sangat cepat sehingga membuat kedelapan orang yang menyerangnya secara bersamaan itu terpental kebelakang.


Beberapa diantaranya ada yang terjengkang dan karena tidak dapat mempertahankan keseimbangannya, namun dua lainnya hanya dibuat termundur saja beberapa langkah. Ekspresi wajah keterkejutan jelas terukir di wajah semua orang, namun mereka segera menepis pemikiran itu untuk berfokus pada pertarungan.


Trank! Trank!


Dua anggota geng yang tersisa lainnya langsung bergerak mengayunkan kapaknya dengan kecepatan ekstrem. Namun lagi-lagi mereka harus kecewa sebab intuisi Ryan yang terlalu tajam dan gerakannya yang juga sangat cepat melampaui semua anggota Geng Kapak Maut.


Orang yang dipanggil tuan muda oleh anggota Geng Kapak Maut sangat terkejut saat mendapati Ryan ternyata sangat lihai dalam bertarung. Bahkan pengawal sekaligus sopir pribadinya yang tidak lain adalah pria berwajah sangar harus meregang nyawa karena pemuda tanggung itu.


'Dia sangat tangguh! Sebenarnya dari perguruan mana dia berasal? Jurus-jurus yang digunakannya terlihat sangat asing namun sangat efektif dalam pertahanan!' batin pria yang dipanggil tuan muda.


Dia sangat tertarik dengan pemuda itu karena jika dapat direkrut dalam anggota Geng Kapak Maut maka pemuda itu pasti akan menjadi tameng kuat yang memperkokoh pondasi serta pijakan geng.


Pertarungan sengit terus terjadi hingga beberapa menit lamanya. Ryan yang meskipun dilawan dengan cara dikeroyok tapi dirinya tidaklah gentar sama sekali dan tidak terpojok. Dia bagai seekor singa diantara para serigala. Namun singa tetaplah singa. Dia tidak gentar sama sekali menghadapi para keroco sementara dirinya adalah sang raja rimba.


Trank! Trank!


Suara dentingan senjata terus terdengar. Beberapa diantara anggota Geng Kapak Maut juga sudah ada yang terluka. Ryan sengaja melakukan itu dan tidak membunuh yang lainnya karena dia tidak ingin menjadi mesin pembunuh yang akan haus darah.


Rasa sesalnya telah menewaskan orang belumlah hilang hingga saat ini. Setelah memikirkan dengan matang, Ryan mengambil keputusan hanya untuk membuat mereka terluka saja dan tidak berdaya.


Ryan yang notabenya adalah seorang pemijat super tentunya mengetahui mengenai syaraf-syaraf atau beberapa titik dalam tubuh manusia. Dia hanya melukai titik itu saja sehingga anggota Geng Kapak Mau yang terkena serangannya itu akan langsung menjerit kesakitan dan tidak bisa melanjutkan pertarungan.

__ADS_1


Setengah jam berlalu. Ini adalah pertarungan terlama yang pernah Ryan lakukan. Kini anggota Geng Kapak Maut hanya tersisa tiga orang saja yang masih berdiri dan yang lainnya sudah ambruk. Namun kondisi mereka pun sudah cukup memprihatinkan. Mereka bertiga sudah menuai beberapa luka dalam tubuh mereka sehingga mereka terus meringis karena menahan rasa sakit yang teramat.


Senentara untuk Ryan, dia juga tidak luput dari luka. Beberapa anggota tubuhnya kini telah terluka dan pakaian yang dia pakai telah berubah menjadi kotor dan berbau amis karena darah.


"Tem! Apa kau tidak bisa membantuku?" tanya Ryan kepada Sistem. Sebenarnya dirinya sudahlah diambang batasnya dan sebentar lagi mungkin akan roboh.


Memang kekuatannya sudah berada jauh diatas rata-rata manusia normal. Namun hal yang sama juga dimiliki oleh anggota Geng Kapak Maut. Belum lagi dengan skill beladiri mereka yang tidak rendah dan masih ada satu orang lagi yang dipanggil tuan muda oleh kelompoknya itu.


Ryan tidak ingin mati konyol setelah pertarungan melelahkan ini, makanya dia menghubungi Sistem supaya dapat membantunya.


[Setelah sekian lama akhirnya Tuan menghubungiku juga! Hehehe.. Tentu saja bisa! Aku bisa membantu Tuan dengan mengembalikan tenaga Tuan yang habis! Namun itu tidaklah gratis!] jawab Sistem dengan santai.


"Oh? Benarkah?" tanya Ryan yang bersemangat.


[250 poin sistem! Maka Tuan akan mendapatkan kembali tenaga Tuan!] jawab Sistem dengan entengnya.


Wajah Ryan menjadi mengerut saat mendengar jawaban dari Sistemnya itu. 250 poin? Bukankah ini sebuah pemerasan yang terang-terangan? Sistem seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan saja!


"Tem! Apa kamu tidak bercanda? 250 poin itu bukankah terlalu banyak?" tanya Ryan yang masih belum menerima.


[Cih! Jika tidak mau silakan saja matilah dengan tenang!] kata Sistem dengan acuh tak acuh yang membuat Ryan semakin jengkel.


"Tapi Tem.."

__ADS_1


[Tidak ada tapi-tapian! Jika Tuan mau maka bilang terima, jika tidak maka diam saja lalu matilah dengan tenang!] kata Sistem lagi dan memotong ucapan Ryan.


__ADS_2