Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 24


__ADS_3

Ryan dengan Lintang mengikuti Raja Judi Bambang ketempat dimana dia duduk sebelumnya. Tempat itu tidak lain adalah kasino inti itu sendiri yang mana permainan itu adalah permainan kartu atau samgong.


Sebenarnya masih ada satu permainan lagi disebelahnya yaitu tebak angka. Yang mana permainan itu menggunakan sebuah mesin bundar yang memiliki jumlah angka dari 1 sampai 100 pada pinggirannya akan diputar lalu sebuah bola mirip bola pimpong dilemparkan.


Setelahnya, para pemain beserta Bandar hanya menunggu mesin itu berhenti dan jika bola pimpong itu berhenti pada nomor tertentu, maka angka itulah yang memberikan keberuntungan atau kemenangan bagi pemain yang memasang chip atau taruhan pada angka itu sebelumnya.


Taruhan minimal yang boleh dipasangkan di permainan itu juga tidaklah sedikit, meski sama sekali tidak bisa mengalahkan permainan kartu. Taruhan disana minimal adalah 10 chip emas atau seratus juta.


Sebenarnya Ryan cukup terkejut dengan semua hal ini. Dia yang sebelumnya sangat cupu akan hal keuangan dan kesusahan mencarinya, sekarang baru diperlihatkan betapa orang-orang besar sangat suka menghambur-hamburkannya. Ryan hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa tidak berdaya.


Rio, John dan beberapa anak buahnya juga mengikuti Ryan setelah mengumpulkan semua chip hasil kemenangan Ryan dan membawanya ke sang pemilik.


Lihat Rio dan anak buahnya mendekati dirinya dan berdiri di belakangnya Ryan mengangguk dengan puas. Akan tetapi hal lain tentu dirasakan oleh Bos-bos yang ada di tempat itu tidak terkecuali sang Raja Judi Bambang.


Mereka merasakan sedikit ancaman dengan keberadaan dari Rio dan anak buahnya. Bagaimana tidak? Kelompok itu adalah kelompok yang terkenal dengan kriminalitasnya bahkan tidak tersentuh oleh aparat yang ada di kota ini.


"Tidak usah hiraukan mereka! Mereka adalah orang-orang ku! Mari kita mulai saja!" ucap Ryan yang mengerti akan tatapan semua orang kepada Rio dan rombongannya.


"Baik! Aku harap begitu!" ucap Bambang.


"Oiya, apakah kalian ada yang mau ikut bermain bersama dengan kami?" tanya Bambang melihat kearah pengunjung lainnya.


Para pengunjung yang mana mereka juga adalah bos-bos atau pengusaha dari berbagai macam bisnis yang datang ketempat ini juga karena ingin menghambur-hamburkan uang mereka dengan berjudi atau sekedar ingin membuat image langsung merespon dengan mendekati Bambang dan Ryan.


"Saya ikut!" ucap salah satu dari mereka.


"Saja juga!" ucap lainnya.


"Aku tidak akan pernah ketinggalan!"

__ADS_1


Tiga orang tercepat juga langsung ikut duduk di meja yang sama dengan Bambang dan Ryan. Memang permainan ini biasanya dilakukan oleh 5 orang saja dengan satu Bandar.


Setelah semuanya sudah duduk di kursi masing-masing si Bandar langsung menanyakan apakah mereka sudah siap dan berapakah taruhan yang akan dipasang dalam permainan kali ini.


"Bagaimana Tuan Ryan? Berapakah taruhan yang akan kita pasang dalam permainan pertama kita?" tanya Bambang sambil tersenyum melihat kearah Ryan.


"Berhubung ini adalah permainan pertamaku, maka cukup 1 milyar terlebih dahulu!" jawab Ryan dengan santai.


"Baiklah.. Sudah disepakati bahwa taruhannya hanyalah satu milyar!" ucap Bambang lalu memberi kode kepada asistennya untuk meletakkan 100 chip emas diatas meja.


Beberapa bos yang ikut main juga menyuruh asistennya yang merupakan para wanita cantik untuk melakukan hal yang serupa dengan yang dilakukan oleh asisten Bambang.


Hanya Rian yang tidak memiliki asisten. Namun tanpa diperintahkan, Rio yang statusnya adalah bawahan daripada Ryan langsung memberikan Ryan 100 chip jenis emas untuk menjadi taruhan.


Akhirnya permainan pun dimulai. Si Bandar mulai mengocok kartu yang digunakan untuk bermain samgong. Si Bandar membagikan kartu itu 3 3 untuk masing-masing pemain.


Suasana langsung menjadi hening saat kartu mulai diambil oleh pemain termasuk Ryan. Terlihat bahwa Raja Judi Bambang cukup puas dengan kartu yang dia dapatkan.


Kartu yang didapatkan oleh harian adalah kartu King dan Queen serta kartu angka 7. Itu sangat mudah atau lebar kemungkinan bagi Ryan untuk menang. Akan tetapi sekali lagi sistem mengatakan bahwa Ryan harus mengalah terlebih dahulu.


Satu persatuan dari mereka mulai mengambil satu atau dua kartu untuk membuat kartu mereka menjadi angka 41 atau mendekatinya. Ada yang memasang ekspresi senyum, ada pula yang memasang wajah suram dan buruk.


Hal itu dapat terlihat jelas oleh Ryan. Mungkin karena jumlah kartunya melebihi batasan atau kurang dari target angka yang diinginkan. Saat ini tibalah giliran Ryan untuk mengambil kartu.


King!


Ryan mendapatkan kartu King saat pertama kali dia mengambil. Sungguh keberuntungan yang sangat baik! Jika saja Ryan tidak diperintahkan atau diminta oleh Distem untuk mengalah maka dia sudah cukup dengan kartu yang dimilikinya sekarang.


[Ambil lagi Tuan! Ingat! Mengalahlah terlebih dahulu untuk membuat mereka senang pada awal atau menerbangkannya! Lalu setelah itu jatuhkan mereka dengan setelak-telaknya!] ujar Sistem mengingatkan.

__ADS_1


"Iya-iya.. Dasar bawel!" jawab Ryan sambil menggerutu.


Ryan melihat wajah Bambang masih saja tersenyum seperti sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa mungkin saja kartu yang dimiliki Bambang sangatlah mendekati angka 41 atau mungkin saja jumlahnya juga sudah 41 tepat atau samgong.


Ryan melihat sebelumnya Bambang mengambil 2 kartu yang berarti jumlah kartunya adalah 5 kartu. Itu artinya peluang menang dari Bambang juga sangatlah besar.


Setelah diam beberapa menit, dengan terpaksa Ryan akhirnya mengambil satu kartu lagi yang mana kartu itu juga kartu King atau bernominal 10. Wajah Ryan seketika menjadi buruk karena hal itu. Dia memang dijanjikan akan kemenangan oleh sistem namun kehilangan uang 1 miliar bukanlah jumlah yang bisa diterima oleh Ryan semata-mata.


'Aiissh.. Sudahlah.." batin Ryan tidak berdaya.


Setelah hening beberapa saat lagi, sang Bandar akhirnya mulai menanyakan apakah para pemain sudah siap untuk membuka kartu yang ada di tangan. Dalam hitungan 3 kali hitungan mundur, semua pemain diperintahkan untuk meletakkan kartu di meja.


"3.."


"2.."


"1.."


"Buka!" ucap sang Bandar.


Dengan wajah terlipat, Ryan meletakkan kartunya yang berjumlah 47 itu atau bisa dikatakan kartu terbakar. Namun di lain sisi Bambang langsung tertawa terbahak-bahak melihat kartu dari lawannya yang tidak sebanding dengan kartu miliknya.


"Hahaha.. Aku menang! Aku menang!" seru Bambang sambil tertawa dengan lepas.


Kartu yang dimiliki Bambang adalah berjumlah 36. Sementara tiga orang lainnya adalah 33, 42 dan 45. Jika saja sebelumnya Ryan tidak mengambil satu kartu lagi, maka sudah dipastikan Ryan lah pemenangnya.


"Haiih.." des*h Ryan.


Melihat ekspresi buruk dari Ryan, Bambang tentu sangat puas dia memang patut untuk disebut dengan Raja Judi di kota ini. Akan tetapi yang tidak diketahui olehnya adalah bahwa Ryan memang sengaja untuk mengalah karena permintaan dari Sistem.

__ADS_1


Bambang tidak mengetahui mungkin sebentar lagi dia akan menangis karena bangkrut karena kekalahannya bermain dengan Ryan pada ronde selanjutnya. Wajah sombong dan songong yang saat ini sedang terpampang dari Bambang itu mungkin sebentar lagi akan menjadi wajah suram dan berlinang air mata.


__ADS_2