
Semua preman memalingkan wajah untuk melihat sumber suara. Para preman itu melihat seorang pemuda cukup tampan dengan perawakan biasa saja berdiri dengan tenang dibelakang mereka. Sementara pria paruh baya yang dihajar oleh preman itu mengerutkan kening.
"Siapa kau bocah?" tanya salah satu preman yang membawa senjata sabit.
"Bukan siapa-siapa! Hanya orang yang kebetulan lewat dan melihat kalian begitu terang-terangan melakukan sesuatu yang tidak baik. Maka aku sebagai orang baik, aku memiliki kewajiban untuk menghentikan kalian!" jawab Ryan dengan santai.
"K-kau.. Pemuda sialan! Apa kau ingin mati?" tanya preman itu dengan emosi.
"Yoo.. Apakah kamu ini malaikat izrail yang bertugas mencabut nyawa?" tanya Ryan dengan nada mengejek.
Semua preman yang berjumlah tujuh orang itu hampir terjatuh saat mendengar betapa santainya pemuda itu bertanya aneh kepada mereka.
"Baiklah.. Sudah diputuskan jika malam ini kita harus membunuh dua orang! Kalian semua.. Serang pemuda sialan itu!" ucap salah satu preman yang mana dia adalah bosnya.
"Baik!" jawab semua preman lalu beranjak dari tempatnya dan mengepung Ryan.
Ryan yang terkepung oleh enam orang preman bersenjatakan parang dan sabit masih memasang wajah tenang. Dia lalu berbicara sebentar dengan Sistem untuk bertanya.
"Tem.. Sistem! Jika aku tidak sengaja membunuh mereka bagaimana?" tanya Ryan.
[Yah.. Itu tidak masalah Tuan! Itu bisa dikatakan sebagai kecelakaan! Dan juga, tugas dari Sistem hanyalah menyelamatkan pria paruh baya itu!] jawab Sistem dengan santai.
"Baiklah.. Kalau begitu aku tidak akan menahan diri!" kata Ryan tersenyum senang.
[Tapi Tuan harap berhati-hati dengan bos mereka yang memegang senjata api itu!] ujar Sistem kembali mengingatkan.
"Siap!" jawab Ryan lalu dia kembali fokus dengan keenam orang yang mengelilinginya dan waspada dengan satu orang yang bisa saja tiba-tiba memberikan kejutan berupa tembakan.
"Apakah kalian benar-benar akan membunuhku?" tanya Ryan memastikan sekali lagi.
"Kampret banyak tanya! Tentu saja kami akan membunuhmu!" jawab preman yang bersenjatakan sabit.
"Okelah.. Berhubung kalian memakai senjata, maka aku juga akan memakai senjataku!" ujar Ryan.
Dia lalu mengeluarkan sebuah pedang katana dari kekosongan yang mengejutkan ketujuh preman itu. Bahkan pria paruh baya yang habis dipukuli itu sampai melotot kerena terkejut dan tidak percaya dengan aksi dari pemuda didepannya itu.
Srrriiiing...
__ADS_1
Pedang katana Ryan buka dari sarungnya yang membuat keenam orang itu menjadi sangat waspada.
"Yoo.. Majulah kalian semua jika ingin aku mati!" ucap Ryan sambil memberikan kode untuk keenam orang itu maju.
Keenam preman yang awalnya terlihat sangat beringas kini menjadi menciut saat melihat pedang katana panjang milik Ryan yang keluar dari kekosongan. Mereka sangat tidak menyangka bahwa pemuda didepannya itu memiliki trik semacam itu dan memiliki senjata yang lebih berbahaya daripada milik mereka.
"Huh! Dasar pengecut!" ucap Ryan lalu bergerak secara tiba-tiba menyerang ke salah satu preman yang memegang parang.
Preman itu sangat terkejut saat ternyata dirinyalah sasaran pemuda itu. Dia dengan cepat membuat gerakan menyamping untuk menghindar sekaligus menghalau serangan Ryan.
Trankk!
Krak!
Suara benturan kedua logam terdengar memekakkan. Namun karena kualitas logam pedang katana Ryan jauh lebih baik daripada logam parang preman itu, langsung saja membuat parang itu retak hanya dengan satu kali benturan saja.
Preman itu langsung mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dengan pemuda berbahaya itu namun tentunya Ryan tidak akan membiarkannya lolos begitu saja. Ryan maju mendekati preman itu dengan langkahnya yang sangat cepat lalu menebaskan pedang katananya dengan sangat kuat.
Preman itu kembali dibuat terkejut dengan Ryan yang tidak mau melepaskannya. Dai dengan terpaksa kembali menghadang laju pedang katana Ryan dengan parangnya yang sudah retak itu.
Trank!
Krak!
Parang pun hancur menjadi beberapa bagian, preman itu menjadi sangat panik. Dia ingin berteriak meminta tolong kepada temannya yang hanya bisa diam menontonnya itu namun dia sudahlah terlambat.
Srakk!
Ryan memberikan tebasan susulan yang membuat salah satu lengan preman itu putus dengan sangat rapih. Setelah itu Ryan memberikan tendangan pada dada preman itu yang langsung membuat si preman terjungkal dan tersungkur.
"Aaakkkhh.."
Preman itu berteriak sangat keras sambil memegangi tangannya yang putus. Darah segar langsung banjir dari preman itu membuat lantai semen ditempat itu menjadi berwarna merah.
Sementara lima orang lainnya melihat kejadian super cepat itu hanya melongo saja dan tanpa sadar mereka memundurkan kaki mereka karena ketakutan yang dirasakan dari hati mereka.
Ryan membalik badannya. Dia mengibaskan pedangnya untuk membuang darah yang menempel. Setelah itu dia mengacungkan pedang katananya kepada kelima orang preman lainnya.
__ADS_1
"Sekarang giliran kalian yang harus aku potong-potong!" ujar Ryan sambil melangkah maju dengan perlahan.
Dia tidak bisa untuk tidak waspada kepada para preman itu karena si bos yang memegang senjata api sudah bersiap dengan tangan yang memegang sesuatu yang ada disamping celana pinggangnya.
Ryan menajamkan pandangannya melihat gerak-gerik dari si Bos preman yang sedang bersiap menembakkan pistolnya kepadanya. Disisi lain dia juga bersiap untuk menyerang kelima preman lainnya.
Ayo majulah kalian semua! Maju!" ucap Ryan dengan tanpa takut.
Bermodalkan keahlian kungfu tingkat menengah yang dia miliki, Ryan dengan tanpa sedikitpun gentar untuk menghadapi para preman itu. Kelima preman yang tersisa tidak bergeming dari tempatnya, mereka menatap Ryan dengan mata ketakutan.
"Hyaaat!" Ryan berteriak dengan keras sembari bergerak cepat menuju kelima preman.
Seketika si Bos preman juga bergerak mengeluarkan pistol menarik pelatuknya.
DOR! DOR!
Suara tembakan berkemah dengan sangat keras di tempat itu mengejutkan beberapa orang yang acuh tak acuh melewati jalanan tempat Ryan dan para preman berkelahi.
Saat tembakan itu diarahkan kepadanya, Rian berkelit dengan gerakan yang sangat cepat menghindari laju cepat peluru tembak. Setelah itu dia langsung melemparkan sarung pedang yang ada di tangan kirinya kearah si Bos preman dengan gerakan yang sangat cepat pula.
Bak!
Lemparan itu mengenai tepat pada tangan si Bos preman yang sedang menggenggam pistol hingga melepaskannya.
"Akh.." Si Bos preman berteriak kesakitan merasakan tulangnya seperti hancur saat terkena lemparan sarung pedang katana milik Ryan.
Ryan pun bergerak lagi dengan sangat cepat menghampiri kelima preman yang tersisa dan membabat satu persatu dari tubuh mereka dengan pedang yang selalu tergenggam pada tangan kanannya.
Sret! Sret!
Srak! Srak! Srak!
"Aaakkhh.."
Kelimanya berteriak kesakitan berguling-guling bersamaan dengan si Bos. Sementara Ryan langsung mengambil pistol milik si Bos preman dan menggenggamnya pada tangan kiri lalu mengacungkan kearah mereka.
"Kalian kalah!" ucap Ryan sambil tersenyum.
__ADS_1
[Ding! Selamat! Tuan telah berhasil menyelamatkan pria paruh baya dari pembunuhan! Tuan mendapatkan 10 poin sistem, 2 poin pesona, 1 kotak hadiah kecil dan 20.000.000 uang tunai!] suara Sistem yang memberitahukan Ryan telah menyelesaikan tugas terdengar dikepalanya.